HE IS MY LOVE

HE IS MY LOVE
BAB 24



*LEMBARAN BARU 2_


Didalam mobil nando memutar lagu romantis, aku yang ingin sekali bertanya tentang yiya malah takut,


Gimana kalau nanti aku bertanya malah membuat dia canggung, padahal dia sudah baik banget sama aku,


Aku mengurungkan niat untuk bertanya setidaknya bukan sekarang,


Nando banyak bertanya tentang diriku akupun antusias menjawab semua pertanyaannya,


Tak lama kami sampai disupermarket, setelah nando memparkirkan mobil kami berjalan masuk sambil mengambil stroler,


"Hari ini aku ingin belanja banyak sekali bahan makanan ndo,karena aku suka memasak, bukan hobi sih hanya kesukaan saja”,ucapku senang


Aku yang cekatan mengambil bahan-bahan masakan membuat orang disekeliling tersenyum,


Tak sengaja aku mendengar mereka berbicara


"aduh enaknya ya jadi pengantin baru, belanja aja dianterin", ucap pengunjung lain


sontak mukaku memerah Lalu nando mengandeng tanganku seakan bangga dengan apa yang dibicaraan orang-orang,


"Apa sih nan, nanti kirain beneran loh",ucapku sambil terus mendorong strolernya


"Biarin sih sipa, kapan lagi coba aku dibilang baik gitu",ucap nando sambil terus tertawa


kami menghabiskan waktu berbelanja sampai sore,Selepas belanja kami pulang, nando membantu membawa belanjaan,


"oia sipa jangan lupa besok pagi ya, nanti aku jemput",kata nando sambil kesusahan membawa banyak kantong plastik,


Sedangkan aku hanya membawa dua tanaman kecil dengan vasnya,


"iya besok aku akan mengeluarkan semua kemampuan yang kupunya", ucapku,Aku tertawa


"Mau dimasakin apa nih",ucapku pelan jujur malu sih nanya gitu udah kayak bini nya aja kan


"Apa aja deh,yang penting enak dan sehat”,jawab nando,


Aku membuatkan secangkir kopi dan mengambil setoples kue kering yang kubeli tadi,Nando hanya menikmati kopi sambil memperhatikan diriku memasak,


"Kamu belajar dari mana sih kok kayaknya udah biasa aja didapur",tanya nando sambil mengunyah kue


"Oh, aku hanya mengikuti vidio di youtube kok”,ucapku


"tapi kok kayaknya jago bener", ucanya lagi


aku tak menjawab tapi hanya tersenyum hangat,Sore ini aku memasak, tumis brokoli campur udang, lalu sambal ayam dengan kentang, sambil memasak aku juga membuat adonan bronis, selesai memasak bronisnya pun matang,


Aku menyiapkan makanan dimeja sambil menata peralatan makan dan minum,


"Ayo ndo udah waktunya makan malam nih",panggilku sambil memcuci tangan


"Iya sipa aku lapar sekali", ucap nando


Kami asik makan dan ngobrol sampai lupa waktu,


"nando makasih ya udah buat moodku bagus berapa hari ini,Mungkin kalo kamu ngak ada aku udah ... ", ucaku Aku tak melanjutkan kata-kataku karena tak sanggup,


"Jangan bodoh sipa, diluar sana masih banyak orang yang sayang sama kamu", ucapnya


Tapi sekarang beda nando, aku ngak bisa kayak dulu lagi, tapi mulai sekarang aku akan menghargai hidupku,Nando tersenyum menatapku mungkin karena kata-kataku barusan,


"Udah nih makannya,aku bantu beresin ya" ucap nando sambil merapikan piring kotor


sedangkan aku merapikan bekas makanan yang kami makan,


"Tau ngak ndo, sangking asiknya aku ngobrol sama kamu, sesaat aku lupa sama vio, laki-laki brengsek",ucapku dengan pelan,


"Makasih ya, dan maaf kalo aku merepotkanmu", ucapku lagi


Nando yang asik mencuci piring hanya terseyum mendengar kata-kataku,


"Kamu itu masih beruntung sipa, masih ada keluarga yang suport kamu masih ada kita sahabat yang sayang sama kamu dan banyak deh kayanya, jadi jangan berhenti cuma karena satu orang yang ngak penting", ucap nando


Aku duduk, mataku panas seakan habis mengiris bawang merah, air mataku menetes padahal aku sudah menahan agar tidak bercucuran tapi apalah daya aku hanya seorang wanita biasa,


Dan akhirnya nando malah kelabakan membuat berbagai macam cara agar aku diam,


"aku ngantuk ndo", ucapku sambil mengusap mata


"Iya", sahutku


Nando keluar melalui pintu depan, lalu aku membereskan semuanya lalu mandi dan tertidur,


Tak lupa aku menghidupkan alaram pukul enam pagi, karena aku ingin membuat sarapan untuk kami,


Tak butuh waktu lama aku tertidur dengan pulas, mungkin karena kecapean nangis kali ya,


Sewaktu bangun pagi aku bergegas membuat sarapan, nasi goreng dengan sayur dan telur mata sapi


Setelah itu aku mandi dan memakai baju kemeja putih dengan rok panjang hitam,


karena kemarin aku membeli banyak jilbab hari ini aku memutuskan untuk berhijab,Jam delapan nando datang, dia mengucapkan salam sambil masuk,


"Masya allah ada bidadari dari mana ya",ucap nando


"Kira-kira diterima ngak ya kalo penampilan aku kayak gin",ucapku


"pastilah"ucap nando,


"Sarapan yuk ndo”,ucapku pelan karena malu,


"Wah-wah udah bikin sarapan aja ya kamu",ucap nando sambil menyendok nasi goreng dan telur


aku melihat dia makan dengan lahapnya,Selesai makan kami pergi keperusahaan yang ditunjukan oleh nando,


"selamat pagi pak", ucap salah satu karyawan disana,


aku menatap bingung kearah nando,


"Emp ayo sini kita interviu dulu", ucap nando


Aku diajak ke salah satu ruangan mewah, diatas meja bertuliskan nama direktur utama, aku heran dong,


Dan langsung ku tatap mata nando,


Interviu kok diruang direktur utama ya,


"Kamu kan bakalan direkrut langsung sama direkut nya", ucap nando


aku heran sambil terus berfikir,


"oh temenmu direkut disini ya", ucapku karena bingung


ando malah tertawa dia mengambil data dan surat lamaran kerja milikku, lalu dia menyuruhku duduk,


"Kamu lolos interviu, mulai hari ini kamu akan jadi sek direkut", ucap nando


”Apasih ndo aku aja belom ketemu direkutnya interviu nya aja belum mulai", ucapku


nando menyentil keningku lalu suruh membaca tulisan dibalik direkut itu, M NANDO PRATAMA,


"Wah kamu ya, selamat pagi pak maaaf atas kelancangan saya”,ucapku sambil tersenyum


mulai hari ini aku jadi sekertaris nando, ya nando mempunyai kantor yang menurut saya wah banget,


Rupanya keluarganya bergerak dibidang interior, dan memiliki apartemen diberbagai kota, bahkan menyewakan vila diberbagai kota,


Hari ini lelah sekali karena setelah menjadi sarjana ini adalah hari pertama aku bekerja dan ini pekerjaan pertamaku, walaupun aku mendapatkan dengan dibantu direkutnya,


Nando adalah atasanku dikantor tapi kalau diluar dia adalah sahabat paling baik yang kumiliki,


Jam kerjaku berakhir pukul enam, tapi jika nando lembur akupun ikut lembur, karena yang tau semua jadwalnya hanya aku,


Aktivitas yang aku lakukan setiap hari hanya tidur, kerja, lalu tidur lagi, aku memang dekat dengan nando tapi jika dikantor aku hanya sebagai bahawannya jadi aku harus ingat akan hal itu,


Tepat sebulan aku kerja diperusahaan milik nando,hari gajian tepat di hari saptu karena minggu libur,


Tapi aku jarang libur hari minggu dan itu dihitung lembur,


Aku melihat digit yang dikirim perusahaan ke rekeningku, wah lumayan nih, besok nando ada tugas di luar kotajadi aku harus ikut,


Aku menghubungi yiya karena pasti aku dan nando akan pergi mencari yiya nanti, yiya senang bener, karena kami akan pergi dianas tak jauh dari kota yiya tinggal,


Yiya mengatakan jika ada yang ingin dia sampaikan kepadaku, aku bertanya apa tapi yiya tak mau menjawabnya sekarang, nanti saja waktu ketemu ucapnya.