
*SURAT UNTUK NANDO_
"Dear nando,
Maaf pertamaku atas kepergianku tanpa mengucapkan sampai jumpa lagi,
Didalam suat ini aku menulis semua yang tak sempat aku ucapkan kepada dirimu nando, kau pernah bertanya mengapa aku begitu kecewa terhadap vio semua itu karena janji yang dia ucapkan tak pernah aku rasakan,dulu waktu sma aku melakukan hal konyol bersama vio, hari dimana masa depan seorang wanita hancur karena janji manis dari mulut lelaki yang mengatakan akan mempertanggung jawabkan apapun yang terjadi kelak,
Aku tak bisa menerima cintamu walaupu aku tau kamu suka dengan tulus terhadapku, itu semua karena aku tak sanggup mengatakan bahwa satu-satunya mahkota yang paling berharga didiriku telah direnggut cinta smaku, maaf nando mungkin aku akan sangat berterimakasih jika suatu saat kita bertemu kembali, mungkin tanpamu aku sudah membusuk didalam liang kubur, aku kuat menjalani hari-hariku karena ada kamu nando, maaf membuatmu kecewa maaf membuatmu merasakan luka, aku pergi nando, sewaktu kita melakukan perjalanan bisnis ke kota Itu, kamu mengizinkan aku pulang duluan tapi malam itu vio datang mencariku, dia melakuakan hal yang paling aku benci hingga kini, aku hamil nando aku tak mau merepotkanmu, atau mungkin kamu malah jijik terhadapku, aku tak bisa memberitahu aku dimana, aku tak ingin vio datang mencariku, biarlah aku dan anakku hidup dengan bahagia, jika suatu saat kita bertemu tolong maafkan lah aku, semoga kamu bahagia Lelaki baik akan mendapatkan wanita baik,"
Isi surat yang aku letakkan diatas meja nando, beserta nasi goreng komplit yang aku berikan sebagai ucapan terimakasih,
Aku berjalan keluar kantor sambil menahan tangis,semua barang yang akan aku bawa sudah ada ditaksi yang aku naiki saat ini, aku akan pergi kekota baru mungkin sampai aku siap memberitahu orang tuaku tentang anakku kelak,
Tiga jam aku ditaksi menuju bandara mungkin saat ini nando sudah membaca surat dariku, entah espresi apa saat dia sedang membaca mungkin marah, sedih atau mungkin malah jijik sambil membuang nasi goreng yang aku masakan,
Satu jam menugu keberangkatankunaku menelvon mbak yani bahwa aku ingin menenangkan diriku bekerja sambil liburan aku akan mengabari di sering-sering supaya orang tuaku dan mbk yani tidak terlalu khawatir,
Akhirnya pesawat lepas landas, dengan keadaan yang sedang hamil sedikit hati-hati tak ada seorangpun yang aku kenal disana, bagaimana disana nantinya fikiranku campur aduk entah kemana-mana,
Butuh empat jam kekota baru itu, akhirnya sampailah aku dikota ini, pemilik apartemen menjemputku dan mengantarku kealamat apartemenku sekarang aku sengaja memilih apartemen lagi bukan rumah huni karena aku tak mau tetangga repot dengan setatusku ini,
Tak butuh lama sampai diapartemen karena masih dipusat kota, tak banyak barang yang harus aku beli karena sudah diisi oleh pemilik sebelumnya,aku mandi dan bersiap-disiap untuk pergi membeli peralatan dapur dan isi kulkas,
Aku sejaga membeli beberapa oleh-oleh dari tempatku kemarin, niatnya untuk dibagikan dan sekalian kenalan dengan tetangga apartemenku,
Aku berjalan menuju pintu sebelah kanan kamarku,lalu kuketuk
"Permisi,ini saya yang tinggal dikamar sebelah baru aja pindah maaf kalo pusat perbelanjaan disini dimana ya" ucapku kepada seorang remaja putri mungkin dia seorang mahasiswi
"Oia, ih kok repot sih mbak pakek kasih oleh-oleh gini, sini masuk dulu mbak kebetulan saya mau belanja kebutuhan dapur, mau bareng ngak, oia nama saya erika saya mahaisiswi dan baru enam bulan kok mbak tinggal disini saya dari pulau jawa," ucap erika
"Saya sipa, ia salam kenal ya, kalo gitu kita bareng aja, kamu sendiri tinggal disini ya, kamu tau ngak dimana rumah sakit disini kalo tau nanti sekalian mau anter saya ngak ya," ucapku lagi dengan senyuman yang merekah karena baru saja pindah tapi sudah ada saja kenalan.
"Tau kok mbak, emang mbak sakit ya,"
"Mau cek kandungan aja, soalnya perjaanan kesini dari kota lama saya lumayan lama tadi, kasian kalo anak saya nanti kenapa-napa," ucapku dengan lembut
"Lah mbak udah nikah ya, kok ngak minta anter suami mbak," ucap erika
Sambil menyuguhkan teh hangat
"Iya udah, tapi suami mbak ngak ikut karena kita... Nanti kalo siap saya cerita deh kekamu," ucapku dengan wajah sedih namun tak ku selesaikan karena aku baru mengenal erika
Erika mengangguk seakan merasakan kesedihan yang aku alami,kami cukup lama berbincang,erika ternyata tinggal dengan sepupunya namun sepupu erika sedang pulang kerumah orang tuanya karena ada urusan mendadak, aku cukup banyak bercerita dengan erika hingga jam empat sore,
Dirasa cukup obrolan kami lalu kami pergi kerumah sakit terlebih dahulu untung kata dokter hanya butuh beberapa vitamin yang harus dutebus diapotik lalu kami pergi kepusat perbelanjaan untuk membeli beberapa barang dan makanan,
Kami berbelanja hingga jam tujuh malam lalu pulang, karena kami sudah makan diluar aku pulang langsung mandi dan istirahat tanpa membereskan barang yang kubeli, aku hanya menyimpan daging dan makanan yang wajib disimpan dikulkas,
Erika memberikan nomer handphone nya untuk jaga-jaga kalo aku butuh apa-apa katanya jangan segan-segan telvon dia, erika anak yang cukup baik dan manis mungkin dia anak pertama jadi biasa memomong adik-adiknya, dia anak yang madiri dn punya sikap,
Aku menjalankan ibadah sholat isya sambil berdoa dan berterimakasih kepada allah karena jalan yang sudah aku pilih ini seakan direstui oleh yang maha esa,
Aku melihat kearah handphoe ku yang berbunyi ternyata mbak yani,
"Halo dek kamu udah sampai belum,tadi ada nando terus kemaren si vio kerumah, kamu ngak kasih tau mereka dek," ucap mbak yani ditelvon
"Ngak mbak kalo bisa jangan kasih tau mereka ya mbak,aku sengaja kok menghidar dari mereka, kalo waktunya pas aku pasti pulang," ucapku
"Yang penting kamu sehat ya dek,oia ayah kirim uang kerek kamu tadi dek, kalo kurang jangan segan-segan minta ya dek," ucap mbak yani
"Makasih ya mbak, salam sama ayah ibu, iya mbak," ucapku sambil menutup telvon
Mungin nando tak memberitahukan pasal kehamilanku kepada mbak yani, soalnya mbak yani orangnya panikan, tadi cuma cemas biasa aja ditelvon.
"syukurlah"ucapku dalam hati
Aku memejamkan mata dan tertidur karena kelelahan,