
*SUASANA BARU_
Pagi pertamaku dikota ini tidak sebising kota kakak u mungkin disini orang-orang masih banyak yang menaiki kendaraan umum dibanding kendaraan pribadi,
Aku memasak telur dan nasi goreng untuk sarapan tak lupa aku membuat sarapan untuk erika sebagai ucapan terimaksih atau mungkin aku sudah terbiasa membuat sarapan untuk orang lain atau mungkin aku yang takut hidup seorang diri
selesai sarapan aku mandi setelah itu aku keunit sebelah untuk memberikan sarapan ke erika,
Sesuai tebakanku erika baru bangun tidur namanya juga anak kuliahan,
"Permisi," ucapku sambil mengetuk dan membunyikan bel kamar
Cukup lama erika membuka pintu mungkin karena masih tidur,
Erika membuka pintu masih menggunakan pakaian tidur dengan rambut yang acak-acakan aku hanya tertawa,
"Nih saya buat nasi goreng untuk sarapan," ucapku sambil masuk
"Kok repot sih,makasih ya mbak duduk aja dulu nanti saya ajak keliling komplek apartemen ini sekalian keliling kota kl ini saya mandi dulu," ucap erika sambil menyimpan nasi gorengnya
"Ngak usah saya tunggu dikamar aja ya, panggil aja kalo udah selesai," ucapku sambil berjalan keluar
Aku terus tersenyum sepanjang pagi ini karena bersyukur atas apa yang telah aku dapatkan, teman baru kota baru yang bersahabat,
Kandunganku telah memasuki empat bulan diawal jadi aku harus hati-hati dan jangan terlalu capek,
Erika mengajakku keliling kota kl penuh semangat, aku yang masih dalam suasana hati yang sedih seakan lupa karena erika begitu cerewet dan banyak menjelaskan tempat-tempat yang bagus,
Dia tak bisa berhenti bicara seakan sudah dicas semalaman jadi batre nya full,dia seperti anak kecil karena aku merasa lelah akhirnya kami berhenti di salah satu tempat makan
Kami istirahat sekalian makan siang
Setelah itu erika mengajakku kesana kesini hingga malam tiba, kami pulang dan dengan wajah yang lesu aku dan erika masuk ke unit masing-masing dan aku bersih-besih lalu tidur,
"Kalo mbak ngerasa ngak enak badan telvon aja ya mbak jangan diem kasian nanti anak mbak," pesan wa dari erika
"Iya, makasih ya erika," balas ku
Aku menangis karena sedih hidup sendiri tapi merasa bersyukur karena kenal dengan erika,
***
Lima bulan berlalu anakku lahir hanya tinggal menghitung hari lagi, erika dan maya sepupu erika selalu datang membantuku karena perutku semakin membesar, aku hanya usg waktu kandunganku tiga bulan untuk mengecek apakah anakku baik-baik saja anak kembar yang belum kuketahui jenis kelaminnya,
"Mbak jangan lupa ya kalo mulai sakit-sakit hubungi kami, sesibuk apapun kita pasti kita bakalan dateng kok, buat adek yang akan lahir ini," ucap maya
"Kalian libur ya hari ini,"kata ku
"iya cuma sampek kamis doang kok kuliahnya kadang kalo weekend kan cuma dosen yang mundurin hari kuliahnya,"ucap maya lagi
"Mana erika," kataku
"Lagi mandi deh kayaknya,nah itu dia kayaknya yang dateng deh," ucap maya karena mendengar pintu terbuka
Aku memanggil maya dan erika aku ingin banyak mengobrol dengan mereka,
"Iya kita penasaran sih mba sebenarnya tapi kalo mbak ngak pengen cerita ngak apa-apa," ucap erika
"Sebenarnya mbak belum menikah, mbak diperkosa sama pacar mbak sendiri, padahal mbak sama dia udah ngak ada hubungan lagi karena dia ketahuan selingkuh, setelah dua jalan tiga bulan mbak baru sadar kalo mbak hamil, mbak lari dari dia dan orang tua mbak juga lari dari orang yang mencintai mbak kala itu," ucapku sambil menangis
"Mbak ngak mau gugurin anak ini karena dia ngak salah, yang salah itu kami yang sudah dewasa tapi tidak berfikir dewasa, semoga kalian mendapatkan laki-laki baik ya," ucapku lagi
"Brengsek, laki-laki itu," ucap maya
"Iya,semoga dia mendapat karma," ucap erika
"Jangan lah kalian ikut menjadi jahat dengan mengucapakan kalimat jahat, biarlah allah yang akan membalas semuanya," ucapku
"Mbak masih cinta sama laki-laki itu," ucap erika dengan muka penasaran
"Mungkin tidak kalo dibilang masih cinta hanya saja susah untuk dilupakan," ucapku sambil mengusap air mata
Mereka hanya mendengarkan kata-kataku sambil membantuku membereskan pakaian yang akan dibawa kerumah skit bila tiba-tiba perutku merasakan kontraksi,
Maya dan erika begitu sigap semua dia bereskan tak lupa apartemenku ini dihias bak istana boneka oleh mereka berdua,
"Oia mbak temen kami rina yang dari kampung itu udag dijalan kayaknya siang ini udah nyampek, ngak apa-apa kan mbak," ucap erika
"Iya lebih cepet nyampek juga ngak apa-apa kasian kalian udh banyak tugas bantu mbak pula, baik kan anaknya," ucapku
"Baik kok, dia putus sekolah waktu sma kelas 2 karena kendala biaya jadi waktu itu dia juga kerja jadi pembantu rangkat jaga anak majikan," ucap maya
Aku hanya tersenyum melihat maya dan erika yang sesekali berebut maian yang kami borong di mall untuk bayiku nanti, kami begitu banyak membeli pakaian bayi dan perlengkapan nya, mereka lah yang mengatur tempat semua barang anakku,
Jam menunjukan pukul dua siang, telvon erika berbunyi ternyata rina telah sampai di kota kl, aku sengaja mencari kenalan mereka karena mereka bilang dia orangnya baik, lagian ayahku tiap bulan memberikan ku jatah bulanan yang tak sedikit makanya aku masih bisa membayar orang untuk kerja denganku,
Erika menjemput rina distasiun, karena dia takut naik pesawat padahal aku sudah menyuruhnya naik pesawat biar cepat sampai tapi dia menolak, aku sudah tidak sabar bertemu rina,
Hampir dua jam aku menunggu mereka akhirnya mereka sampai rina anaknya kelihatan baik dengan muka polos dan baju ala kadarnya seperti orang desa,
"Sini duduk,kamu rina kan,kamu tau apa yang akan kamu kerjakan, saya butuh orang yang mau membantu saya membereskan rumah dan anak saya nanti kamu siap" kataku sambil duduk diruang tv,
"Iya non, saya siap," ucap rina
Sontak aku tersenyum karena aku hanya bercanda dengan apa yang aku ucapkan,
"Kamu ya aku hanya bercanda kamu jangan tegang gitu ah, yang penting kamu jujur aja orangnya mbak udah bersyukur," kataku sambil tersenyum
Rina,maya dan erika tersenyum melihat tingkah laku ku, aku menyuruh rina untuk istirahat karena disini ada dua kamar, maka nya aku bereskan untuk kamar rina supaya dia betah tinggal disini, kami telah menyiapkan makanan untuk rina karena kami tau pasti dia lapar setelah perjalanan panjang kekota kl ini,
Dengan malu-malu rina makan dengan kami,dia anak yang rajin setelah makan dia membantu mencuci piring dan membereskan dapur, maya membantu menjelaskan semua fungsi alat elektronik yang ada diseluruh ruangan, dengan cepat rina menangkap ajaran dari maya,
✴✴✴
Empat hari berlalu perutku terasa sangat sakit rina menelvon nomer taksi yang sudah diberikan maya kepadanya, dia membawa semua tas yang disiapkan dan membopongku dengan sabar melalui lift karena kamu berada dilantai atas,
Taksi menunggu tepat didepan pintu apartemen, satpan yang bertugas membantu rina membopongku kedalam taksi, untung saja lalu lintas di kota kl tak begitu padat jadi hanya butuh lima belas menit untuk kami sampai dirumah sakit,