HE IS MY LOVE

HE IS MY LOVE
BAB 29



*BAYI KEMBARKU_


Rasa sakit yang begitu teramat membuat aku menagis dan membuatku rapuh,aku teringat dengan sosok ibuku, aku membayangkan perjuangan ibu saat melahirkanku, butuh waktu semalaman untukku melahirkan bayi kembarku ini,


Bayi yang sangat lucu berjenis kelamin laki-laki dan perempuan mungikin ini hadiah dari tuhan untukku, untuk menggantikan semua kesepian yang telah aku rasakan,


Ingin sekali aku menelvon ibu namun belum juga siap aku merasakan hancurnya hati ibuku, anak ini bergitu cantik dan tampan perpaduan aku dan vio namun lebih mendominasi ayahnya ketimbang aku,


Aku masih terbaring diranjang pasien rina sangat bisa diandalkan walaupun tak ada siapa-siapa namun rina sangat cekatan merawatku dan buah hatiku,


"Makan dulu rin,kasian kamu semalaman ngak tidur eh paginya malah ngak makan,makasih ya rin untung aja ada kamu," ucapku kepada rina


"Iya non,nanti saya makan kalo udah laper, oia kata dokter siang ini udah bisa pulang loh non, gimana menurut non," ucap rina sambil membereskan obat-obat yang dokter berikan


"Panggil mbak aja lah kayak yang lain,risih mbak dipanggil non, iya mbak juga udah ngak betah disini lama-lama," ucapku


Tak lama erika dan maya datang dengan singap mereka memeluk dan menciumku,


"Selamat ya mbak sayang udah jadi strong mom, mudah-mudahan bisa jadi mama yang baik ya, mana babynya mbak," ucap erika


"Iya selamatya mbak, iya nih pengen liat muka gemes dedek bayinya," ucap maya sambil menengok kanan kiri


"Minta anter rina kalo kalian mau liat baby mbak,sekalian gih ajak rina makan kasian dia udah capek semalaman ini" ucapku kepada mereka bertiga,


Mereka berjalan keluar menuju ruangan baby, entah apa yang mereka fikirkan tentang aku namun aku hanya merasa bersyukur telah mengenal mereka,


Siangnya kami sudah pulang dengan menggunakan taksi online, rina memapahku kedalam taksi sedangkan maya dan erika membawa bayiku,


Tak butuh waktu lama hanya lima belas menit kami telah sampai diapartemen kami,


Aku berjalan dengan dipapah rina menuju lift, maya dan erika masih fokus dengan bayi-bayiku,


Siang ini anakku begitu tenang tak banyak suara mungkin mereka kenyang karena asiku lumayan banyak,


"Gemes bener sih ponaan aunty ini, cepet gede ya biar bisa aunty ajakin makan diluar," kata erina kepada bayi perempuanku


Aku hanya tertawa sedangkan maya masih canggung menggendong bayi lelakiku, mungkin karena maya anak tunggal makanya dia tak seluwes ketika erika menggendong bayi perempuanku,


"Sini maya adek bayinya biar bobo di ranjangnya aja, oia kalo kalian ngak capek ada mau bantu mbak beli bahan makanan ngak ntar mbak list deh," ucapku kepada mereka bertiga


"Sini aku sama erika aja mbak, biarin rina istirahat aja kasian dianya, lagian kalo dia ikut nanti yang jaga mbak siapa," ucap maya


Aku menglist semua bahan yang mau dibeli, rina menuju dapur membuatkan ku teh hangat, setelah itu aku menyuruhnya tidur dulu sebentar,


Anakku begitu tenang mungkin karena suasana hatiku kini mulai tenang,


"Kapan ya kasih tau ibu ayah sama mbak yani," gumamku pelan sambil sedikit menangis


Aku mencari nama yang bagus untuk anakku sambil mencatat beberapa nama karena aku ingin mendiskusikan kepada erika,maya dan rina,


✴✴✴


Arti nama kedua anak kembarku sangat indah semoga doa yang aku berikan melaui nama mereka terdengar sampai akhir hanyat nanti, Adelia Faranisa Aznii yang artinya Perempuan yang selalu gembira,cantik dan mulia.


Sedangkan Adelio Orlando Arsenio yang berarti Laki-laki seperti pangeran mulia yang gagah berani, terkenal kepenjuru negeri


Rencananya tepat empat puluh hari nanti kami akan mengadakan syukuran dipanti asuhan yang tidak jauh dari tempat tinggal kami,


Maya yang mengurus semuanya sekalian aku ingin menggesahkan nama anak-anakku supaya diridhoi allah,


Hari ini kami berempat berbelanja kebutuhan untuk anak panti, sedangakan makanannya kami menggunakan jasa cathring, berbelanja dengan membawa dua baby itu sangat-sangat melelahkan,


Baru setengah hari aku sikembar dan rina pulang duluan belanjanya dianjutkan erika dan maya hari ini mereka libur kuliah,


"Mbak adeknya nagis nih, mungkin lapar," ucap rina ketika kami telah sampai di apartemen,


"Iya sini, oia tolong bantu mbak bikinin teh ya rin,seklian makan malam ini, yang penting ada sayurnya," ucapku sambil menggendong siboy


"Iya mbak,saya mandi dulu ya mbak gerah soalnya," ucap rina sambil mengipas bagian depan tubuhnya


Aku hanya mengangguk sambil fokus ke lia dan lio selagi lia tertidur aku menggendong lio sambil memberikan asi kepadanya tak lama lio bangun, sungguh melelahkan, setelah mereka tertidur aku bangun mandi dan makan,


Hari ini mereka rewel sekali mungkin karena musin kemarau jadi udaranya tidak begitu menggenakan,malam ini aku dan rina tidur bergantian karena sikembar rewel sekali,


Keesokan harinya dijam yang telah disesuaikan kami datang kepanti asuhan anak-anak sudah menunggu dengan antusias amplop dan bingkisan yang kami siapkan telah diturunkan,


makananpun telah sampai, acara demi acara telah kami lakukan sungguh melegakan anak-anak panti ini begitu bersahabat membuat acara berjalan dengan baik,


Mataku menetes ketika melihat sikembar,untung saja aku tak pernah ada nitan untuk membuang mereka,


"Kenapa mbak kok nangis gitu," ucap rina sambil memperhatikan diriku


"Ngak cuma kangen sama keluarga aja," ucapku sambil menghapus air mata


"Yang sabar ya mbak,lagian mbak orang baik, allah ngasih cobaan ngak mungkin melewati batas kemampuan manusia itu sendiri mbak,kalo udah pas waktunya pasti mbak kumpul lagi kok," ucap rina sambil menggenggam tanganku


Aku mengangguk lalu tersenyum erika dan maya bermain bersama sikembar dan anak-anak panti asuhan, mereka tertawa bersama itu membuat aku tertawa sendiri


"Pulang yuk," ajak diriku sambil melihat jam


Mereka menganguk lalu kami berpamitan dengan pengurus panti dan anak-anak panti,Seakan terjabah doa kami ketika melihat senyuman diwajah anak-anak panti,


Kami pulang entah mengapa aku teringat dengan sosok vio, aku tak mencintainya namun susah sekali aku melupakannya, dan nando orang baik yang membuatku lebih dewasa dalam menyikapi masalah hidup.


Aku mengaktifkan nomer yang sudah tak lama aku nonaktifkan ketika aktif begitu banyak notif sms masuk di handphone ku,


vio nando yiya danlainnya itu membuatku menangis cepat-cepat ku nonaktifkan lalu kusimpan kembali,


Kulihat sikembar tertidur dengan pulas lalu aku membersihkan tubuhku kemudian aku tidur bersama mereka,


"Semoga kami selalu bahagia terimakasih tuhan telah mengirim lia dan lio dihidupku,sungguh menggemaskan sambil mencium pipi sikembar," ucapku pelan sebelum tidur