
*BERKENALAN DENGAN DIA_
nana terus saja menggangguku dengan ajakan nya, sangking niatnya hampir tiap bertemu itu-itu saja yang dia bicarakan, yiya dan yang lain pun setuju dengan ide yang diberikan nana, kecuali si kutu buku nita dia pantang dengan yang namanya pacaran,
"Hei sipa ayolah hari ini main kerumahku, aku agak bosen tau dirumah sendiri orang rumah lagi pergi semua tuh kenikahan sepupu sampek senen besok diluar kota", ujar nana kepadaku
"Aku tanya mbak yani dulu ya na, kalo boleh aku pergi kerumahmu siang ini", ucapku sambil duduk dibangku kelas
"Gini aja ini kan saptu, kamu nginep aja sih itung-itung temenin aku", ucap nana dengan nada memelas
"Iya, tapi aku tanya dulu ya na, nanti aku kabari lagi", jawabku
"Yang lain nih, ada yang mau ngak nginep sama aku", ajak nana
"Sipa aja noh, jadi kambing kita kalo ikut", mereka menjawab sambil tertawa
Dua bulan lagi ujian kenaikan kelas, aku yang sekarang sudah jarang bolos, tapi masih saja kadang pergi berdua dengan yiya dijam pelajaran,
Siang menjelang sore setelah mbak yani mengizinkan aku akhirnya pergi kerumah nana, aku tak memberi kabar kepada nana tapi langsung menuju rumahnya,
Sesampainya dirumah nana ada kiki dan teman lelakinya yang akupun belum pernah bertemu dengannya,
"Hei na, maaf ya lama tadi nunggu mbak yani pulang,hei kak kiki", ucapku sambil masuk kedalam
"Ngak apa-apa, kenalin ini temen kiki", ucap nana
"Vio,senang bertemu kamu", ucap lelaki itu
"Sipa,makasih ya, aku simpen tas dulu ya na didalem ", ucapku
Entah apa yang mereka obrolkan setelah aku pergi, nana yang terus menceritakan tentang kegalauan yang aku alami membuat kupingku pegang,
Aku duduk disamping nana sambil mendengarkan obrolan mereka, karena aku belum terlalu akrab dengan vio,
Obrolan yang panjang, akhirnya kiki dan nana pindah kedepan teras, supaya aku dan vio bisa ngobrol dengan santai,
"Kamu satu sekolah dengan nana", ucap vio kepadaku
"Iya, kamu sendiri", ucap ku
"Satu sekolah dengan kiki, jurusan kami sama kok, kamu anak tkj juga", ucap vio
"Oh, ngak kok aku anak akutan", ucapku
"Pinter dong", ucap vio
"Pinter nyontek dong", ucapku sambil tertawa ini tawa pertamaku saat dekat dengan vio
Nana dan kiki masih asik saja duduk berdua dan mengobrol, entah apa yang dia katakan namun tawa mereka terdengar hingga di telinga kami berdua,
"Ngak kok, kira-kira lima belas menit kalo naik motor, boleh minta nomer telvon mu", ucap vio sambil tertawa
"Boleh, 0852******12,emang mau ditelvon ya", kataku sambil tertawa namun sedikit ditahan
Vio melirik jam yang ada ditangannya ternyata sudah jam setengah lima, mereka pun berpamitan pulang,
"Gimana menurut mu pa", tanya nana
"Apanya", sambil memainkan hp
"Dengerin dulu orang ngomong tu sih ini malah sibuk main hp", ucap nana
"Iya baik, lucu kok", ucapku
"Aku masuk kamar dulu ya na, kamu mau beres-bereskan aku capek nih", sambil tertawa karena meninggalkan nana membersihkan ruang tamu sendiri
Nana terbiasa masak sendiri, jadi dia memasak sayur dan nasi,
Aku hanya melihat dan memakannya setelah masak,
Aku kebagian mencuci piring setelah selesai makan, emp ternyata nana tidak mencuci piring sedari pagi, sialnya hampir dua puluh menit aku mencuci piring, nana hanya melihat dan tertawa,
Hpku berbunyi ada satu pesan masuk pesan yang singat hanya mengucapkan hai, lalu aku tak membalas karena aku tau itu pasti dari vio,
Aku masuk kekamar dan berbaring nana sedang mandi setelah seharian membersihkan rumah dn memasak,
Telvon masuk kehp ku, ternyata vio kami mengobrol banyak hal namun setelah nana selesai mandi aku mengakhiri telvon kami berdua,
Kami melanjutakn dengan saling membalas pesan satu sama lain, hingga jam seluluh malam,
”oia pa, besok pagi ikut kita yuk jalan-jalan kesawah belakang udaranya sejuk banget nanti kita makan snack dan minuman kaleng sambik bercerita", ucap nana
”ya gimana kalian ajalah aku mah ngikut aja lagian udah sampek sini juga",ucapku dengan nada agak mengantuk
Kami berdua akhirnye tertidur hingga pagi, nana yang sudah siap duluan membangunkanku, aku yang bangun lalu gosok gigi dan cuci muka karena masih mengantuk akhirnya terdidur lagi,
Nana sibuk membuat pisang goreng untuk dibawa nanti, dan mie telur untuk sarapan kami berdua,
Aku yang rasanya masig sangat mengantuk rasanya tak mau meninggalkan kamar ini,
Selesai memasak nana membereskan rumahnya sebelum kami pergi jalan-jalan, nana sengaja tak membangunkan ku karena dia tau aku tidur lama malam tadi, nanti saja fikir nana setelah mereka akan datang,
Jam masih menunjukkan pukul delapan sedangkan nana janjian pukul sembilan, jadi nana mandi dan siap-siap duluan, selesai itu semua dia mencoba membangunkan ku naun gagal,
Aku yang sangat mengatuk tak menghiraukan omongan nana, hingga vio dan kiki datang mereka menungguku bangun namun tak bangun juga akhirnya mereka memutuskan untuk membiarkanku tidur selama setengah jam lagi,
Nana membuatkan sarapan untuk mereka berdua sambil menungguku,