
*AKU MULAI MENCINTAIMU_
Sungguh pagi ini suasana hatiku begitu damai, mungkin karena aku mulai memaafkan diri sendiri setelah sekian lama aku berkonflik dengan hati ku,
Aku menelvon orang tuaku terutama ibu,aku meminta restu untuk membuka hati ini kepada vio, ibu hanya memberi wejangan hal positif agar aku tak menyesal dikemudian hari,
Sakit hati yang sudah bertahun lamanya aku rasakan kini mulai membaik hari demi hari, akupun mulai memberikan sedikit demi sedikit perhatin kepada vio,
Aku duduk di sudut ranjang sambil memeluk bantal dan memikirkan banyak hal, jika aku menikahi vio mungkin akan baik untuk lia dan lio,
Dan mungkin aku tak harus mencari orang yang pas untuk menjadi ayah sambung mereka karena vio memang ayah mereka,
Entah berapa lama aku melamun aku tak sadar jika vio sudah duduk dihadapanku, aku terkejut dan berdiri lalu duduk di sofa depan tv dikamar hotel ini,
"Kak aku ingin main kerumahmu,aku kangen dengan orang rumahmu,tapi apakah ayah ibumu tak marah karena aku berhari-hari disini tapi tak menemui mereka", ucapku sambil meringkuk disofa ini
"Fikiranmu itu aneh dek, masa orang tuaku tak mau menerima istriku yang cantik ini", ujar vio sambil menarik hidungku
"Kak ayo kita menikah, aku telah memikirkan banyak hal, aku mau kamu yang jadi suami dan ayah mereka", ucapku dengan muka serius
Sontak vio terkejut perihal pernyataan yang aku buat, dia sedikit bengong karena tidak percaya,
"Tapi kamu harus berubah kak, janji jika tidak akan ada orang ketiga diantara kita", ucapku lagi kini dengan muka agak memerah dan nada sedikit keras
Tanpa basa-basi vio menerima ajakan aku dan menerima janji yang aku buat untuknya,
”aku janji dek, siap-siaplah kita pergi kerumah orang tuaku lalu kita pulang kerumah orang tuamu, jika lebih cepat maka akan lebih baik aku tak mau kamu berubah fikiran lagi dek”, ucap vio sambil berdiri dan keluar menuju lobi sambil menungguku siap-siap
mungkin hampir satu jam vio menungguku merapikan diri dan merapikan barang-barang yang aku punya,
Sambil berjalan aku melihat nando sedang duduk entah menunggu siapa,
"Hai ndo,aku pamit ya mau pulang hari ini", ucapku ketika menghampiri nando
”kok cepet amat,emang mau apa", ucap nando dengan senyuman manisnya
"Aku sudah membuat keputusan ndo, mungkin aku akan menikah dengan vio supaya lia dan lio senang", ucapku sambil mencari jam yang sengaja aku beli untuk nando
"Kamu sudah yakin sipa,kamu tau hatiku tak akan pernah berubah untukmu, jika kamu butuh bantuan atau apa cari saja aku", ucap nando sambil memberi nomer handponenya
"Ini jam sengaja aku pilih untukmu ndo semoga suka ya, aku sudah yakin ndo apapun resikonya aku akan menerimanya", ucapku dengan senyuman tulus kepada nando
Aku memeluk nando untuk salam perpisahan ini, lalu duduk kembali dari jauh vio memanggilku lalu menghampiri kami,
"Kita pamit ya ndo, makasih lo udah izinin sipa tinggal dihotelmu", ucap nando
"Makasih lo ndo", ucap vio dengan senyum yang lebar
Kami berdua berjalan keluar hotel menuju parkiran aku yang masih tidak pecaya dengan ucapanku pagi ini berjalan dengan sedikit melamun,
”ayo dek masuk mobil,nunggu apa lagi kamu dek", ucap vio sambil membuka pintu mobil
”iya kak, aku cuma gugup aja kok mungkin sudah lama ngak kerumahmu", ucapku sambil duduk dan memasang sabuk pengaman
Diperjalanan aku hanya diam saja sambil memikirkan apa saja yang harus aku katakan,aku melihat toko kue lalu turun membeli beberapa jenis kue untuk dibawa nanti,
Kami melanjutkan perjalanan tak terasa kami hampir sampai ditempat tujuan kami,hingga aku melihat rumah tak asing dimataku rumah yang belum berubah diingatanku hanya saja kini warna catnya berubah,
Sebelumnya vio telah menelvon orang tuanya jadi mereka sedikit mempersiapakan untuk kedatanganku,
"Buk vio pulang",ucap vio sambil masuk dan menariktanganku
Aku berjalan menuju ibu vio, entah mengapa aku sontak memeluknya dan menangis lalu aku bersalaman dengan ayah vio, orang tuanya menyambut hangat kedatanganku,
Hingga vio dipanggil oleh ayahnya entah apa yang mereka bicarakan, aku hanya mengobrol dengan ibu vio aku banyak bercerita tentang kehidupanku selama membesarkan cucu mereka,
Aku melihat mata ibu berkaca-kaca ketika aku menceritakan bagaimana aku melahirkan dan mengurus bayi kembarku, namun masa itu sudah lewat aku tetap tegar walau ujian hidupku begitu berat,
"Dek besok pulang yuk kerumah mu, lusa ayah dan ibu nyusul, hari ini kita siapkan semua dokumen pernikahan kita", ucap vio
Aku hanya mengangguk karena aku hanya ingin menikah tanpa ada resepsi mungkin hanya keluarga yang akan datang dipernikahan kami,
"Ya sudah jika itu keputusan kalian berdua, kalian bersih-bersih lalu makan baru mengurus semuanya", ucap ibu vio
Rasanya bahagia sekali setelah sekian lama merasakan penat tinggal di kota orang lain, pulang kerumah atau kerumah vio rasanya sama saja karena aku sudah dianggap anak sendiri,
Terkadang hal-hal kecil seperti ini yang membuat aku ingin melanjutkan hidup kembali, akhirnya besok pulang bisa melihat sikembar kembali beberapa hari rasanya seperti beberapa tahun,
Jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang kami berdua pergi kekantor kua untuk melihat apa saja yang harus kami persiapkan, setelah selesai aku dan vio pergi sejenak untuk mengingat kenangan kami berdua,
Hari ini niat kami ingin mengunjungi rumah nana namun setelah nana menikah dengan kiki mereka pindah keluar kota ketempat kiki bekerja,
Jadi kami hanya berkeliling sambil nostalgia dan menghirup udara segar, karena disini daerah yang dikelilingi pengunungan makanya udaranya begitu sejuk,
Taklama kami pulang kerumah dan aku menelvon orang tuaku perihal keputusanku mereka selalu mendukung aku, itu yang membuatku selalu bersyukur kepada allah karena aku selalu dikelilingi orang-orang baik,
Aku menelvon lama sekali hingga langit diluar berubah menjadi gelap,
Aku membantu ibu mempersiapakan makan malam bersama biktum dan rena, adik kecil vio yang kini sudah beranjak dewasa,