HE IS MY LOVE

HE IS MY LOVE
BAB 20



*AKHIR KULIAH_


Tiga tahun berlalu seakan waktu mengisyaratkan bahwa setiap detik waktu itu terus berjalan dengan cepat,


Vio yang sudah mendapatkan sebuah pekerjaan disalah satu perusahaan dikota besar dengan gaji yang lumayan tinggi dimasa magangnya membuatnya bangga,


Sedangkan aku yang sedang dalam dilema dengan sekripsi yang kubuat membuat vio selalu menyemangatiku,


Setelah divila itu kami tak pernah lagi melampiaskan nafsu setan kami,


Vio berjanji jika dia sah menjadi suamiku baru kami akan melakukan hubugan itu lagi,


Setelah sekripsiku lulus uji dari dosen pembimbingku, seminggu lagi masa sidangku dimulai,


Aku gugup tapi aku selalu bertekad ingin cepat lulus supaya bisa cepat bekerja dan menikah,


Aku gugup selama berhari-hari, vio sering menelvonku karena dia sekarang tinggal di kota besar yang jaraknya cukup jauh dari daerahku Tapi aku percaya dengannya,


Semangat sayang ujar vio melalui telvon Setiap hari kami selalu mengabari satu sama lain walaupun hanya via telvon,


Hari ini aku bangun lebih pagi aku mencari baju yang akan aku gunakan,


Selesai mandi aku memakai baju yang telah aku siapkan lalu berdandan sedikit,


aku berangkat kekampus lebih pagi hari ini, tepat seminggu setelah skipsiku diluluskan, aku deg degkan karena akan melalui sidang skipsi ku, aku yang menghafal materi yang akan aku sampaikan semalaman,


Aku berjalan menuju ruangan dengan percaya diri,entah berapa lama aku bedara diruangan itu,rasanya lama sekali aku berada diruang sidang itu hingga aku membuka pintu untuk keluar,


senyumku merekah ketika keluar ruangan aku jadi sarjana juga teriakku orang-orang menatapku aku berlari kearah yiya karena kami akhirnya jadi sarjana juga,


Aku menelvon vio dengan riangnya aku bercerita, vio mengatakan jika dia akan pulang sewaktu aku diwisuda nanti, itu masih satu bulan lagi,


Aku mulai berfikir untuk mencari kerja dikota besar juga walaupun susah aku harus bisa gumamku,


Orang tuaku datang mengunjungiku mereka ikut bahagia dengan apa yang telah aku capai, mereka ingin aku pulang kerumah dan mencari pekerjaan dikota tempat tinggal kami,


Aku hanya diam tanpa mengtakan apa-apa, sebulan kemudian hari ini wisuda angkatan kami, aku yang bangun pagi-pagi untuk kesalon bersama mbk yani dan ibuku dan ponan kecilku yang baru berumur empatĀ  tahun nadia namanya gadis kecil tembem nan imut aku berdandan natural dengan sentuhan kebaya warna mocca dan rok batik sangat cocok ditubuhku,


"Bu hari ini vio akan datang kewisudaku",ucapku dengan nada ma


"iya sayang, anak ibu sudah besar ya sekarang", ucap ibu sambil tersenyum dan memelukku


Aku tersenyum begitu juga dengan mbk yani Ayah dan suami mbk yani datang menjemput kami,


"Ayah vio datang hari ini,aku ingin mengenalkan dia dengan ayah", ucapku kepada ayah


Ayah diam sesaat seperti sedang berfikir lalu batuk,


"masa anak gadis ayah pada lari dengan laki-laki lain sih", ucap ayah sambil tersenyum


Aku memeluk ayah sambil bermanja ria,Kami pergi menuju kampus lalu aku menggunakan baju khas untuk wisuda dengan toga, aku duduk dibarisan bersama dengan teman yang lain,


Setelah pidato panjang akhirnya kami keluar dan berfhoto dengan keluarga dan teman,


"om tante udah lama", sapa yiya sambio datang menghampiri kami,


Sambil mencium tangan kedua orang tuaku,


"fhoto yuk sipa mbak yani juga ya, tapi kali ini mbak yani yang pakai toganya ya", ucap yiya lalu dia terseyum,


Dari kejauhan nampak seoarang laki-laki yang aku rindukan, Aku menatap kearahnya sambil melambaikan tangan,


Dengan nafas tersengal-senggal


"Engak kok",kataku


"Buk,yah kenalin ini vio yang tadi aku omongin", ucap diriku


Vio mencium tangan ayah dan ibu


Mbk yani dan suaminya,Kami berbincang cukup lama setelah itu vio menawarkan kami main kerumahnya,


karena tadi dia sudah bilang dengan ibunya,Ayahpun mengangguk karena tak banyak kerabat kami dikota ini,


Ayahku dulu kerja dikota ini, makanya aku sama mbak yani betah disini sampai tamat kuliah, mbak yani pun sempat kerja dikota ini,


Vio membawa mobil sendiri aku yang tak melepas riasanku dan baju kebaya mampir kerumah vio,


"Wah menantu ibu udah dateng ya",ucap ibu vio


pipiku merah merona seakan ada suhu panas yang naik kepermukaan wajahku ini,Ibu dan ayah vio mempersiakan kami masuk, diruang tamu sudah banyak disugukan makanan kecil, lalu bik dar membawa nampan air untuk kami,


Ayah dan ibu asik ngobrol dengan orang tua vio,sedangkan mbk yani dan suaminya ngobrol dengan kak vika dan suaminya,Kami seperti sedang kumpul keluarga,


Aku asik main sama rena, nadia dan kevin anak kk vika lalu vio juga duduk dekat kami,


"Udah cocok tu",celetuk kak vika


Vio dan aku salah tingkah pipi kami merah seperti udang yang baru direbus,Mereka melihat kami lalu tertawa,Aku tersenyum manis,


"Makan dulu yuk", ucap ibu vio


Kami keruang makan, seperti layaknya keluarga yang sedang berkumpul menimbulkan suasana hangat diruang makan itu,


Selepas makan aku membantu merapikan ruang makan dan mencuci piring kali ini vio membantuku sedangkan bik dar merapikan sisa-sisa makanan tadi,


Mata kami saling memandang seakan mengatakan seberapa bahagianya kami hari ini, aku dan vio duduk di taman belakang vio mengambil fhoto dengan ku seakan melengkapi kebahagiaan kami, vio memeluk erat tubuhku walaupun hanya dua menit dan mencium pipiku,


"Aku pamit ya vio mungkin sebulan nanti aku pulang kerumah orang tuaku", ucapku kepadanya


"tunggu aku ya nanti aku kerumahmu lalu melamarmu,jika tabunganku sudah cukup", ucap vio


Aku yang mendengar kata-kata vio seakan ingin terbang rasanya


Aku mengangguk lalu mencium pipinya dengan mesra,


Hari mulai sore lalu kami berpamitan dengan keluarga vio,Vio yang menatapku seakan bilang jangan pergi aku tersenyum,


Kucium tangan ayah vio,


Lalu beralih ke ibunya dengan tambahan cium pipi kanan dan kiri begitu juga dengan kak vika dan rena, dan ku angkat kevin lalu ku cium,


kemudian aku berjalan menuju kak brian yang berdiri dipojok pagar


Kak pamit ya ucapku kepada suami kak vika, lalu aku pamit dengan vio sambil mencium tangannya yang hangat itu, seakan tak ingin kulepaskan,


Kami naik mobil dan pergi kekosanku lalu membereskan barang-barang milikku kulihat rita dan kiarapun akan meninggalkan kosan itu kami bertiga berpelukan dan saling menangis


Malam ini terakhirya kita disini,


Kami menghabikan malam dengan begadang diruang tamu sambil berfhoto,