
*KENANGAN ITU KEMBALI_
Hari ini kami pergi ke kota tempat nando akan mengadakan meeting, kota dimana aku dan teman-teman pernah berlibur disini begitu banyak kenangan manis yang menempel diingatanku,
hanya dua jam meetingpun selesai, kami pergi kepenginapan tempat dimana aku dan yang lain pernah berlibur,
Memori yang tak ingin kuingat kini seakan berputar sendiri diotakku sehingga aku mampu membayangkannya seperti sebuah film
Film pendek yang indah, namun kini semua telah sirna, air mataku menetes namun cepat-cepatku hapus,
Aku tak ingin mengingat dia lagi,
"Nando aku ada janji dengan yiya, maukah kamu pergi denganku",ucapku
"emangnya kamu ngak kangen apa sama yiya", ucapku lagi
nando tersenyum seakan setuju dengan apa yang aku katakan,Nando mengambil mobil lalu kami pergi berdua, senangnya yiya punya kekasih seperti nando,Seakan iri dengan yiya aku merasa sedih,
Empat jam perjalanan membuat badanku seakan mau copot, aku melihat yiya telah duduk dikafe tempat kami janjian,
Setelah sekian lama aku tak melihat yiya hari ini aku bertemu, betapa bahagianya aku memeluknya,Lalu mataku tertuju pada seoarang laki-laki yang berdiri disamping yiya,
"Siapa" ucapku
yiya tersenyum dia mengenalkan aldo kepada kami, lalu aldo dan nando ngobrol berdua karena yiya menarik tanganku seakan dia ingin kami ngobrol berdua,
"Itu siapa yiya", tanyaku
"calon imamku", ucap yiya
"lah bukanya kamu pacaran ya sama nando", tanyaku lagi
"Hah..”, ucap yiy muka yiya seakan heran
"Ya ngak lah, kamu ngak tau ya terakhir dia berbicara kepadaku itu dia menanyakan kamu sipa,dia bilang dia suka kamu sipa", ucap yiya
Aku diam dan bengong,
"Oia minggu kemarin vio datang kerumahku dia menceritakan semua kepadaku”ucap yiya
Sudahlah yiya aku tak ingin membicarakan dia lagi,
"Dengarkan aku dulu sipa,dia memang brengsek, dia sungguh mencintaimu sipa, tapi dia selalu tergoda dengan nafsu duniawinya hingga dia khilaf dan mempacari wanita itu sekarang, dia hanya main-main sipa", ucap yiya
"Wanita itu bukan wanita baik-baik kinipun dia sudah meninggalkan wanita itu, dia selalu mecari keberadaanmu sipa", ucap yiya lagi
"Dia bilang kalau dia ingin melamar dan menikahimu", ucapnya
air mataku menetes tak berhenti,
"tapi itu terserah kamu sipa, kamu ingin memilih siapa",Ucap yiya
Aku hanya diam mendengar semua omongan dari mulut yiya,
"Saranku sebelum hubunganmu terlalu jauh dengan nando, jujurlah kepadanya tentang keadaanmu kini,
Kamu cantik dengan hijab ini",ucap yiya sambil tersenyum lalu menghapus air mataku,
Aku hanya mengangguk dan mencoba membenarkan riasan wajahku yang terhapus air mata,
Hari ini benar-benar kuhabiskan dengan melepas rindu kepada yiya,
Hingga sore kami pergi kembali dan yiya pun pergi juga,
"Gimana kamu mau pulang tau masih mau nemenin aku ingga lusa,
Bolehkah aku balik duluan ndo",ucapku
Nando seakan tau isi hatiku,
Dia menatap sedih,
"boleh dan kamu kuberi libur tiga hari,Tapi inget ya jangan lupa makan dan ngak boleh sedih”,ucap nando
Aku mengangguk memyetujui syarat dari nando, dia mengantarkan aku kebandara, sebelum aku berangkat nando memelukku, aku kaget dan dia bilang hati-hati ya,
Dua jam dipesawat dan satu jam dimobil membuat badanku sakit ,
Akhirnya aku sampai juga, aku membaringkan badan diatas kasur tak lama terdengar suara bel berbunyi,
"Siapa",gumamku,
tanpa mengecek aku membuka pintu betapa terkejutnya aku melihat vio berdiri,Dengan cepat mencoba menutup pintu namun terlambat, dia masuk begitu cepat
Hening yang entah berapa lama, dia tau dia salah, aku hanya duduk diruang tamu, dan tak menawarkan apa-apa kepadanya,
"Maafkan aku sipa", ucapnya perlahan dia duduk disebelahku,
tanpa rasa ragu aku berdiri,
"Untuk apa kamu datang vio, aku tak ingin melihatmu lagi", ucapku dengan nada tinggi
Namun vio kekeh dengan pendiriannya karena dia masih mencintai sipa,
"Aku rindu kamu sipa, aku tak ingin kamu pergi dari sisiku, maafkan aku karena aku menghianatimu",ucapnya
”Kamu tau vio aku merasa sangat sakit beberapa waktu, aku merasa bodoh dan membenci diriku sendiri",ucapku
Nando diam, lalu memelukku dengan erat, tanp aba-aba dia menarik baju tidurku yang tipis hingga sobek,
"Sudahlah vio apalagi yang mau kamu lakukan", ucapku sambil meronta
Entah apa yang sedang ada difikiran vio hingga merobek bajuku Kini hanya dalaman yang terlihat menutupi tubuhku,
Aku mengis dan memberontak seakan tak ingin ada hal yang terjadi malam ini, namun nyatanya aku salah,
Malam ini hingga pagi dia berulang kali melakukan hubungan itu terhadapku dan tanpa alat pengaman sama sekali,
"Aku akan bertangung jawab, kalau tidak begini kamu tidak akan mau menikah denganku sipa", ucap nando
Aku hanya menatap sinis kepadanya
Pergilah vio jangan ganggu aku lagi ku mohon vio,
"Aku akan mencarimu sipa tiga bulan lagi, aku janji aku pasti datang, aku akan mengumpulkan uang untuk kita menikah", ucapnya sebelum pergi dari sini
Mendengar itu bukannya senang aku malah sedih, hatiku teriris-iris rasanya sakit sekali,
"Janganlan lah kau cari aku lagi vio",ucapku sambil teriak
Vio pergi meninggalkan aku dengan keadaan yang masih telanjang lalu menutup tubuhku dengan selimut,
Dia meletkan kalung,cincin dan atm yang pernah dia berikan diatas meja makan,Terdengar suara pintu tertutup,
Aku berjalan menuju badtab lalu mengisi air sambil merendam seluruh tubuhku seakan jijik dengan apa yang sudah dilakukan paksa vio malam ini,
Hampir dua jam aku berendam, nando rupanya menelvonku semalaman hingga pagi namun tak ada jawaban dariku,
Aku yang hanya menangis dan terus membasuh badanku seakan kotoran yang menempel susah sekali dibersihkan,
Aku menangis sejadi-jadinya
Hinga aku pingsan entah berapa lama,
Sewaktu aku membuka mata, aku melihat nando telah berada disamping kanan kasurku, sambil terus menatap sedih,
Entah apa yang dia fikirkan seakan banyak pertanyaan yang dia ingin lontarkan kepadaku namun tertahan karena kondisiku lemah
Botol infus yang berada diatasku membuatku menangis,
"Maafkan aku nando, tak seharusnya aku membuatmu menghawatirkan aku selalu", ucapku pelan
”bodoh,andai saja aku tak mengizinkanmu pulang duluan”,ucap nando kali ini nando ikut menangis sambil menggenggam erat tanganku,
"Jika waktunya pas aku akan menceritakan semuanya kepadamu", ucapku pelan
nando menagguk dan menyuruhku untuk tetep berbaring hingga botol infus habis,