HE IS MY LOVE

HE IS MY LOVE
BAB 7



*MULAI MEMBUKA HATI_


Aku melihat kearah jendela kamarku, sinar matahari begitu cerah hingga menyilaukan mataku aku melihat jam dinding yang kupasang dikamarku,


jam dinding yang berbentuk hati berwarna merah muda jam itu kini menunjukkan pukul setengah tujuh pagi,


Aku yang sedari pagi sudah bagun, masih saja malas-malasan diatas kasur aku bangun karena takut tertidur lagi,aku mandi dan sarapan, jam masih menunjukkan pukul tujuh aku bergegas menuju sekolah,


"Selamat pagi teman-teman",ucapku ketika baru sampai kelas Banyak mata yang melihatku heran akupun tersenyum


"Tumben kamu nyapa biasanya juga nyelonong aja", kata nita dan yang lain


"Apaan sih kalian aku tuh lagi seneng tau,tadi pagi mbakku kasih uang jajan lebih,katanya buat apa aja yang penting bikin seneng soalnya dia abis gajian”,jawabku sambil duduk


”biasanya juga dikasih lebihkan, emp kalian mau tau ngak kemarin si vio itu kesekolah loh, dia dateng sengaja buat jemput sipa, gila ngak", ucap yiya sengaja untuk menggodaku


"Oh pantesan beberapa hari ini senyum-senyum melulu kayak orang gila dia,taunya lagi jatuh bangun", ucap jeje


”Ayolah kita bahas yang lain,tidak kah kalian dengar suara bel itu, sudah kita duduk dibangku masing-masing saja", ucapku sengaja biar mereka tak banyak tanya


jam pelajaran pertamapun dimulai, aku yang sedari tadi sudah siap belajarpun siap untuk mengikuti pelajaran hari ini, empat jam telah berlangsung terdengar bunyi bel menandkan waktunya istirahat,


Hore semua sibuk dengan dirinya masing-masing,ada yang masih menyalin pelajaran ada yang kekantin,aku yang diajak kekantin oleh teman-teman memutuskan untuk tetap dikelas sambil memandangi hp ku, apa aku sms saja ya si vio itu gumamku


Akhirnya aku mengirim pesan singkat "hai",tak lama dia menjawab " kenapa kangen",Lama aku tak membalas pesannya, sengaja biar penasaran dia,aku menghabiskan istirahatku dengan senyuman yang tak jelas yang membuat jantungku memompa darah lebih cepat,


Jam pelajaran berikutnya dimuli aku mengikuti pelajaran dengan baik,


Sudah tiga mata pelajaran yang berlau terdengar suara bel panjang berbunyi menandakan waktunya pulang,


Aku siap-siap untuk pulang, teman-teman yang lain ingin pergi ke toko buku, tapi aku tidak mau ikut, aku ingin dikamar seharian lalu memandangi hp ku saja,


Aku berjalan sendirian keluar gerbang sekolah karena yang lain sudah duluan, mataku tertuju oleh satu sosok lelaki yang tak asing dimataku, aku tersenyum lalu duduk di bangku depan ruang bk[bimbingan konseling],aku mengambil hpku dan mengirim pesan,


"Ngapain disitu lagi rindu ya"


[Pesanku],


Aku melihat dia tersenyum sambil duduk diatas motor honda nya


"Iya lagi rindu, kamu dimana [pesan vio] "Dihatimu :), bercanda kok, mau cari aku atau cewek lain nih" [pesanku]"Iya kamu dihatiku :), kamulah" [pesn vio]…


"Ya udah aku kesitu" [pesanku]


Aku berjalan menghampiri vio yang tiba-tiba berdiri disamping motor hondanya itu,aku tersenyum karena aneh saja pacaran aja ngak tapi udah main dijemput aja,


"Dek Kamu sibuk ngak hari ini", tanya vio


"Ngak juga sih,emangnya kenapa kalo aku ngak sibuk", jawabku


”Mau ikut denganku melihat sesuatu ngak", kata vio


"boleh tapi jangan sampek sore bener ya",ucapku sambil tersenyum


”Senyum aja terus, senyummu itu manis lo dek", kata vio sambil menyuruhku duduk diatas motornya


”Apa ya mungkin mau kasih tau mantanmu itu kalo orang kayak dia itu udah buat kesalahan besar, udah ninggalin cewek manis dan baik kayak kamu", jawab vio sambil menghidupkan motornya


”Darimana coba kamu tau aku baik,


Ayolah jangan bahas dia lagi,


Mungkin aku memang kurang baik”, jawab ku


aku menaiki motor vio dan ikut kemana vio ajak, kami melewati gang-gang sempit dan melewati jalanan berbatu, aku melihat lurus kedepan sambil bertanya-tanya mau kemana, vio terus lurus mengendarai sepeda motornya,


"Awas jatuh dek,jalannya jelek loh,


Pegangan ya,mau peluk", ucap vio sambil tertawa


”Emang boleh ngak mau ah", jawabku akupun memegang pundak vio


mataku melihat sekeliling ada banyak pohon-pohon besar dan kecil, vio memarkirkan motornya dan mengajakku menaiki bukit kecil mungkin hanya dua puluh  kaki tingginya,


Aku terpesona,padahal hari ini terik matahari begitu menyengat menyentuh kulitku,tapi diatas sini sinar matahari tidak begitu panas karena tertutup pepohonan,


angin yang sedikit kencang malah membuat badanku begitu dingin,


Vio menatapku, dan memegang tanganku.


”Sipa walaupun kita belum kenal lama, walaupun kamu belum begitu mengenalku, maukah kamu menjadi pacarku", ucap vio dengan nada serius


"Jangan di jawab sekarang sipa


Tiga minggu lagi aku akan tanyakan kepadamu sipa, fokuslah dengan ujianmu,ini mp3 mu telah aku isi lagu-lagu baru, kemarun aku lupa mengembalikannya", ucapnya lagi


"Iya kak,baiklah jika kakak maunya sehabis kita ujian kenaikan", ucapku dengan pipi yang memerah


kami duduk diatas benatuan yang lebar, dari atas aku bisa melihat pemandangan yang indah,aku bersandar dipundak vio sambil memejamkan mataku,


aku merasakan angin yang bertiup melewati kulitku,Vio membuka jaket yang dia kenakan dan meletakkan di pundakku,


Aku diam dan terus memejamkan mataku, tangan vio yang lebih lebar dari tanganku terus menggenggam erat tanganku,seakan dia ingin berkata janagan pergi sipa tetaplah disisiku,


Kami menghabiskan siang dan sore hanya duduk diatas bukit itu, vio banyak bercerita tentang hobinya temannya dan hidupnya dia bercerita bahwa dia tidak suka main basket,


Dia lebih suka main bola kaki, dia tidak suka makanan manis, dan dia mempunyai seorang adik perempuan dan kakak perempuan danlain-lain aku hanya diam mendengarkan tanpa membalas apa yang dia bicarakan,


aku melihat jam yang aku kenakan, menunjukkan pukul empat sore,aku mengajak vio untuk pulang,sebaliknya waktu pulang aku sedikit memeluk pinggang vio,


aku tau vio tersenyum dan mempercepat laju sepeda motornya,


Kamipun hanya diam saja sampai dirumahku .


”kakak langsung pulang ya",ucap vio


"Iya terimakasih kak, itu tempat yang indah,lain kali ajak aku kesitu lagi ya", jawabku tersenyum


aku masuk rumah tanpa melihat vio pergi,aku mandi dan makan lalu kembali kekamarku, aku memikirkan pernyataan cinta vio semalaman, sampai aku tertidur,