HE IS MY LOVE

HE IS MY LOVE
BAB 11



*MALAM YANG TAK TERLUPAKAN_


Sudah dua minggu aku menjalani liburan sekolah, ini minggu terakhir aku liburan, malam ini aku sudah janjian dengan vio,dia akan datang menemuiku,


aku menonton tv namun rasanya mata ini berat sekali, jadi aku memutuskan untuk tidur dulu sejenak padahal jam sudah menunjukkan pukul tiga sore,


sewaktu bangun aku melihat sudah jam enam sore,aku terkejut karena lama sekali aku tertidur makan malam pun belum,aku yang bangun dan langsung mandi Lalu duduk didepan kaca sambil mengeringkan rambutku dengan handuk,


Aku memilih baju hitam dengan rok pendek putih dengan tet hitam lalu menggunakan kalung yang diberikan vio kepadaku. Aku memakai sedikit bedak bayi dan lipblam untuk mebuat bibirku lembab,


Hpku berbunyi ternyata sms dari mbak yani yang bilang kalo dia ada liputan disurabaya dan harus berangkat malam ini langsung dari kantor,aku hanya menjawab iya,


Aku berjalan menuju dapur untuk mengganjal perutku yang sedikit keroncongan dengan makan mie instan, sekitar jam delapan malam vio datang sambil membawa kantong plastik yang isinya martabak asin, sini vio masuk ucapku viopun masuk dan menanyakan mbak yani,


aku bilang tadi dia mengirim pesan singkat kalo dia kesurabaya malam ini, aku menyugukan martabak yang dia bawa dan segelas teh hangat,


”Aku rindu",ucap vio lalu memeluk dan mencium pipiku


"Akupun rindu kamu kak", ucapku


Kami saling bercerita dan aku bilang liburan kali ini agak lama ya mungin aku akan pulang kelampung minggu ini Vio yang seakan gak rela aku pergipun hanya diam,


entah kenpa malam itu terasa sangat dingin vio memelukku dengan erat tanpa protes atau melawan aku pasrah saat vio mencium bibirku,


aku membalas ciuman vio lalu vio menurunkan ciumannya keleher aku yang mendesah karena meras geli,vio *** payudaraku yang masih kencang dan ranum,


dia dengan cepat membuka baju kaos yang aku gunakan lalu mencium tubuhku dengan lembut, aku yang masih merasakan sensasi lain terus mendesah entah aku geli atau aku sudah mulai terangsang tidak memikirkan apapun


lalu vio membuka kancing bh yang aku gunakan dengan perahan dia *** payudara dengan tangan yang kuat itu terasa aneh kemudian dia terus mencium lembut dibagian payudaraku,


dimainkan olehnya ** kecilku aku menjenjangkan tubuhku karena merasa geli, sekitar satu jam lebih kami berciuman tangan vio memegang lembut paha putih dn mulus milikku,aku terkejut dan tersentak,


”Stop kak jangan", ucapku


"Maaf dek",ujar vio yang sedang terbwa nafsu bejatnya


Aku berlari sambil membawa baju dan bh milikku kekamar mandi,aku membersihkan diri lalu keluar,aku melihat vio yang duduk sambil menunduk,


"Maafkan aku dek",ucapnya


"Aku ngantuk kak bisakah kamu pulang hari sudah larut malam", ucapku


Vio mengangguk dan berdiri lalu menghampiriku lalu mencium keningku lalu bilang maaf lagi.Aku menunduk dan menggantar vio menuju motornya,


Aku masuk dan merapikan teh dan martabak yang dia berikan.Aku masuk kamar fikiranku pecah kemana-mana jika aku berbuat yang tidak senonoh tadi bagaimana,aku duduk dipinggir ranjang sambil terus melamun,


ternyata sudah tiga jam aku melamun ini sudah jam dua belas malam aku belum juga bisa tidur.Aku berjalan kedapur lalu membuat segelas susu hangat dan duduk dimeja makan yang berada diruang dapur,


aku meminum susu itu dan kembali kekamar, sambil merebakan badanku diatas ranjang, hampir enam kali aku berganti posisi tidur tapi aku tak juga bisa tidur,


Lalu kuputuskan untuk memejamkan mataku mau atau tidak aku harus tidur. Tak lama mungkin jam setengah dua aku tertidur pulas,


Pagi ini setelah aku bangun aku akan pulang kerumah orang tuaku, sejujurnya aku sangat rindu dengan mereka, aku pergi dengan memesan tiket travel biar cepat sampainya,


Aku mematikan handphoneku, aku tak ingin memberi kabar kepada siapa pun mungkin aku sedikit kecewa dengan sikap diriku sendiri malam tadi,


Aku bilang dengan mbak yani, jika aku tak ingin mengaktifkan nomer handphone jika ingin tau kabarku telvon saja ayah atau ibu,


Setelah perjalanan panjang akhirnya aku sampai dirumah, memang tak ada yang senyaman rumah sendiri, aku yang jarang pulang ketika sampai langsung meneteskan ribuan air mata ketika melihat ayah dan ibu,


”buk adek kangen sama ibuk", ucapku seraya memeluk erat tubuh ibuku,


"Sama ayah ngak kangen ya dek", ucap ayah sambil membuka lebar kedua tangannya,


”ya kangen lah yah, masa aku ngak kangen, kalo ngak kangen aku ngak pulang nih", ucapku sambil memeluk ayah


Kami masuk menuju ruang keuarga ibu mengambilkan aku makanan ringan serta mengambil minuman hangat, ibu memang orang yang sangat pengertian dan penyayang,


Kami banyak mengobrol tentang sekolahku, dan aku bilang jika mbak yani jarang pulang karena pekerjaan nya itu, aku membahas vio,


Ayah dan ibu tak marah kepadaku asal aku mampu menjaga diri selagi aku berpacaran mereka lebih menasehatiku ketimbang melarang,


Sepintas aku mengingat kejadian malam tadi, itu membuat sensasi aneh pada diriku, aku beranjak pergi dari ruangan itu untuk membersihkan tubuh dan beristirahat,