HE IS MY LOVE

HE IS MY LOVE
BAB 21



*BERTEMU TEMAN LAMA_


Sebulan penuh aku berada dirumah orang tuaku, siang malam waktu yang ku habiskan hanya dirumah sesekali pergipun kerumah saudara atau minimarket, bosan rasanya


"ayah,ibuk Sipa pamit ya besok sipa ingin pergi ke kota besar sipa ingin cari kerja disana" ujarku


Mereka hanya diam tanpa merespon lalu aku menyakinkan mereka jika dalam tiga bulan aku tak mendapat kerja aku akan pulang dan mengikuti tes sebagai pNs,


Akhirnya orang tuaku setuju,


Hari ini aku menelvon vio untuk mengabari aku ingin ke kota tempat dia bekerja,namun vio tak juga menjawab telvon dariku,


Sudahlah fikirku yang penting aku berangkat dulu toh disana aku akan bertemu dia,Keesokan harinya aku pamit, kedua orang tuaku mengantarku kebandara,


Karena dikota itu aku tak punya saudara, sesampainya disana aku terus menelvon vio tapi tak juga diangkatnya, entah mengapa fikiranku tak karuan, aku duduk disalah satu bangku yang ada di bandara,


Aku terdiam cukup lama, sambil berfikir mau kemana aku ya,


Dari belakang ada yang menepuk pundakku,


”heii", sapa nando


Aku kaget dan kemudian aku tersenyum


Nando ujarku, alhamdulilah akhirnya ada yang kukenal.


"Kamu mau kemana”,ucap nando


Laki-laki yang kukenal dia tinggi putih dengan badan yang ideal mungkin sekarang dia sudah menjadi pacar yiya,


Aku diam sesaat lalu aku bercerita tujuanku kemari dan aku tak tau mau kemana,Nando menyentil kecil keningku sambil bilang bodoh,


"Bodoh,Kamu ya kalo ngak tau arah dan tujuan kenapa ngak telvon aja tu sih pacarmu itu katanya dia kerja di kota ini", ucap nando


"sudah dari kemarin ku telvon dia tapi tak juga dijawab olehnya", ucapku sambil menunduk


"Ayolah kebetulan ya aku ketemu kamu duluan mungkin kita jodoh",ujar nando


"padahal aku ngak niat loh hari ini kekota ini soalnya aku betah sih dikota kecil deket pantai itu,eh taunya tuhan ngasih tau kalo lagi ada bidadari yang nungguin disini", ucapnya lagi


Aku tersenyum tanpa mengartikan isyarat kata yang dia ucapkan,


"Ayo kepenginapan milikku dulu pasti kamu capekkan", ucap nando


Aku mengangguk dan kami menaiki taksi perjalanan yang cukup melelahkan, sekitar setengah jam kami ditaksi akhirnya sampai di penginapan milik keluarga nando,


"Wah,wah Ternyata temanku ini orang kaya ya, penginapannya dimana-mana", ucapku sambil senyum menggoda


Nando yang tersenyum lalu menyuruhku duduk dulu, lalu dia pergi ke meja resepsionis meminta satu kunci kamar,


"Ayo sipa mau istirahat",ucap nando


Aku diam dan binggung lalu nando tertawa


"udahlah sipa jangan berfikir yang ngak-ngak kamu masuk kamar dan istirahat dulu malam ini kalo habis itu besok kamu mau cari kosan atau vio nanti aku temani",ucapnya lagi


Aku tetsenyum sambil menutup pintu,


Banyak hal yang aku fikirkan malam ini, mau kemana aku besok, mau melamar kerja dimana, dan mengapa vio mengabaikan semua telvon dariku,


Aku berusaha memejakan mataku supaya cepat tertidur,


Handphone ku bergetar kulihat vio menelvon, aku bangun dan duduk di tepi kasur, kamu diamana ucap vio


Aku cerita panjang lebar dari bingung di bandara lalu bertemu nando sampai menginap disini,


Vio terus minta maaf, tapi aku masih sedikit kesal dia bilang dia pergi ke gunung bersama teman-teman kantornya karena dia mendapat cuti, di pegunungan tak ada sinyal  dan sayagnya dia lupa mengabariku ucapnya


Keesokan harinya aku bertanya ke nando alamat penginapan ini,


"Ndo apa nama alamat penginapan ini",ucapku


”emangnya kenapa", ucap nando


"itu vio sudahmenghubungiku",ucapku


”oh jadi aku ditinggal nih, kalah deh sama pacarmu",ucapnya lagi


aku diam dan bingung kenapa juga di berkata begitu,Aku menelvon vio agar dia menjemputku,


tak lama kemudian vio datang dia sedikit aneh hari ini dia nampak kesal melihatku dengan nando,


"Heii apa kamu lagi haid",ucapku vio menatapku sambil mencubit tanganku,


"kenapa",ucapnya


"itu mukamu kayak kedondong asem bener", ucapku


"mana nando tadi", kata vio


aku menunjuk kearah lift,


"itu dia katanya ada rapat jadi dia duluan, aku udah pamit kok", ucapku


Vio tersenyum sambil membawakan koper milikku,


"kita kemana"vio ujarku


"cari makan dulu yuk aku lapar nih", ucap vio


Aku menganguk setelah kami makan kami pergi keapartemen milik vio , disitu ada dua kamar katanya yang satu untuk orang tuanya jika berkunjung,


Aku meletakkan koper lalu berbaring


Vio berbaring disampingku dan memelukku, vio menepati janjinya jika belum sah dia tidak akan berbuat yang aneh-aneh terhadapku,


Dia banyak bercerita tentang atasannya kantornya dn teman kantornya aku hanya menyimak tanpa memberi respon,


"Oia diperusahaan tempat temanku bekerja katanya sedang mencari karyawan tuh, mau coba masukin lamarannya besok gak", ucap vio


Aku mengangguk vio membatuku hari ini untuk membuat surat lamaran,


"Vio kesupermrket yuk",ucapku


"mau ngapain",katanya


"beli bahan masakan", ucapku,


"emang bisa masak ya", ucap vio


Aku menggangguk,Lalu kami pergi untuk membeli beras, ayam, dan lainnya,


Aku memasak nasi , dengan lauk ayam pedas manis dan sayur brokoli tumis bakso, vio makan dengan lahap


Aku ikut makan tapi porsi makan ku tak bisa seperti vio,


Setelah makan vio mengajakku tidur dia bilang supaya besok bisa bangun pagi untuk mengantar surat lamaranku dan jika aku diterima dia bisa cepat-cepat melamarku ,


aku tersenyum dan masuk kamar, vio memberikan kecupan di keningku


"selamat tidur calon istri", ucapnya


aku tersipu malu lalu berbaring dikasur,Aku berdoa supaya hari indah seperti ini tidak akan hilang dalam hidupku,