
*WANITA LAIN_
Aku bangun pagi-pagi sekali, ku buka pintu kamar vio, dia masih terlelap dalam tidurnya, aku berjalan kearah dapur aku memasang celemek lalu mulai dengan memasak nasi,
Setelah itu aku mulai memasak lauk untuk sarapan kami, omlet dengan sayur dan tumis kangkung udang dengan irisan cabe dan bawang bombai,
Aku menaruh semua diatas meja, kulihat vio masih tertidur pulas, wajar aja ini hari terakhir dia mengambil cuti,
"Bangun vio,katanya mau nganter aku hari ini" ucapku sambil menarik hidungnya
vio bangun dan memelukku sambil mengulingkanku diranjangnya,
"Sebentar saja sipa" ujarnya
Aku tersenyum, sambil bangun dan melepas pelukkannya,
"Ayolah sayang nanti sarapan kita keburu basi loh"ucapku sembari melepas pelukannya
"Aduh udah kayak pengantin baru aja nih"ucap vio sambil duduk ditepi ranjangnya,
Mbak yani menelvon dia mengabari bahwa ayah telah membeli satu unit apartemen untuk aku tinggali,dan dia akan mengirim alamat lengkapnya melalui pesan singkat,
"Siapa sayang nelvon pagi-pagi, nando ya" ucap vio
"aduh pacarku cemburu,itu mbak yani loh" ucapku sambil tersenyum
"Kirain nando kemarenkan nempel terus sama nando,"ucapnya
”Ya itu karena kamu ngak ada kabar jadi mau gimana dari pada aku ilang", ujarku
"Makan dulu yuk baru nanti kita berangkat", ucap vio
setelah kami makan kami pergi mengantar lamaran kerja ditempat teman vio bekerja, perusahaan yang lumayan elit,Sekertarisnya memberi tahu jika lolos seleksi nanti dikabari lewat telvon agar bisa di interviu,
Lalu kami pulang, sebelum pulang kami mampir di supermarket untuk membeli banyak bahan makanan,
'Gimana kamu mau cari kontrakan apa gimana", ucap vio
"emang kamu ngak mau ya kalau aku tinggal di apartemenmu",ucapku
"Aku cuma nanya sipa,ya maulah",
Ucapnya
"tiga hari aja, nanti aku pindah" ucapku
aku tak memberi tahu vio soal apartemenku,karena aku masih kangen sama dia,
Kami jalan-jalan mengelilingi kota hingga sore lalu pulang,Aktivitas rumahpun dimulai aku berberes dan memasak vio hanya asik dengan handphone nya saja, setiap ku lirik selalu saja dia menghindar,
"siapa" ucapku dalam hati,
Selepas itu kami mandi dan makan malam lalu tidur,Sayup-sayup ku dengar vio sedang telvonan dengan seseorang dengan nada berbisik lalu aku mulai menguping,
"jangan keapartemenku besok,sedang ada orang tuaku,"ucap vio dengan nada berbisik
Batinku mulai tak karuan,dengan siapa dia berbicara, lalu tak lama vio masuk kekamarku dan memakaikan selimut yang terjatuh dikaki ku, aku tetap pura-pura tidur,
Vio duduk ditepi ranjangku sambil membelai rambutku, "manisnya" gumamku dalam hati,
lalu vio keluar kamar,Aku tertidur dengan lelap,Sampai alaramku berbunyi menunjukkan pukul setengah tujuh pagi, aku bangun dan menyiapkan sarapan untuk vio,
Hari ini vio masuk kerja pukul delapan, aku menyiapkan nasi goreng sosis dengan telur mata sapi ,dengan buah pisang,Aku membangunkan vio lalu vio mandi dan sarapan,
"Aku berangkat ya sayang jangan nakal",ucapnya
"Pasti dia suka", gumamku sendiri
Aku membereskan dapur dan membersihkan tubuh kemudian mandi,
Bel apartemen berbunyi,
Aku membuka pintu ada seorang wanita yang datang, Wanita dengan tinggi yang sama denganku,dengan badan langsing dan kulit putih,
Akupun tak kalah cantik dibanding dengan dia,
"hei Adiknya vio ya,"ucap wanita itu
"Siapa ya" ucapku
"oh saya pacarnya vio nama saya renata,vio bilang kalian sedang berkunjung,ada ibu dan ayahmu ya" ucapnya
Bayangkan saja bagai tersambar petir disiang bolong, badanku tiba-tiba seperti tersengat aliran listrik dengan tegangan tinggi,
"Vio ngak ada, nanti saja datangnya kami akan pergi sebentar lagi,ayah dan ibu sedang siap-siap" ucapku
Wanita itu mengangguk sambil memberikan bingkisan kue lalu pergi,
Kakiku lemas setelah menutup pintu aku menangis sejadi-jadinya,
Aku tak sudi lagi rasanya diam disini,aku mengingat semua kenangan manis bersama vio lalu semuanya berasa sirna setelah wajah wanita itu ada di ingatanku,
Aku membereskan semua pakaian dan barangku, lalu mengambil kertas
Lalu kutulis
"TERIMAKASIH VIO ATAS KENANGAN MANIS YANG KAU BERIKAN DIHIUPKU, TENTANG SEMUA JANJI YANG KAU BERIKAN DAN TERIMKASIH ATAS KEBAIKANMU,
JANGAN CARI AKU VIO, AKU TAK INGIN KAMU HADIR DIHIDUPKU LAGI, TADI RENATA DATANG DENGAN MEMBAWA KUE UNTUK ADIKMU INI DAN KEDUA ORANG TUAMU,KALAU KAMU TANYA APA AKU BENCI YA AKU SANGAT MEMBENCIMU, APA AKU MARAH YA AKU SANGAT MARAH VIO, AKU PERGI KARENA AKU FIKIR AKU HANYA SEBAGAI BENALU DIHIDUPMU,MUNGKIN KAMU TIDAK MENCINTAIKU LAGI VIO, KAMU HANYA KASIHAN ATAS APA YANG TERJADI DALAM DIRIKU, AKU SANGAT-SANGAT MEMBENCIMU VIO,TERIMAKASIH".
Kuletakkan diatas meja makan kertas itu dengan kalung dan cincin yang pernah vio berikan, tak lupa aku juga meletakkan atm yang tiap bulan dia isi untuk aku jajan tapi aku hanya pernah memakainya sekali,
kue yang dibawa renatapun kuletakkan,Hatiku hancur aku bingung harus kemana lalu kutelvon nando, aku menangis tanpa bertanya nando menjemputku,aku mengirim alamat kepada nando,selang setengah jam nando datang,
"Nando mau kamu antar aku kealamat ini" ucapku dengan terbata-bata karena suaraku serak,
"Iya" ucap nando
Aku masuk kemobil nando sambil tetap diam, air mataku tak berhenti menetes entah itu mengapa mungkin aku hanya ingin menumpahkan rasa sakitku saja,
"Aku jelek ya nando, apa aku jahat apa aku tidak menarik ya" ucapku
"Kamu sempurna sipa" ucap nando
Aku tambah menangis dengan tersedu-sedu ternyata dari apartemen vio tempat tinggalku cukup jauh harus menempuh dua jam perjalanan, tapi dari tempat penginapan nando hanya butuh satu jam,
Sesampainya aku menelvon orang yang membawa kunci apartemenku,Dilantai tiga,aku mengajak nando naik, lalu aku menelvom mbk yani kalau aku sudah keapartemenku tapi sayangnya masih kosong,
mbk yani mentransfer uang yang cukup besar kerekku,Untuk membeli barang-barang mungkin orang tuaku cukup berada dan royal,
Aku merepotkan nando hari ini, kami pergi beli semua perabotan kasur,karpet,keset, alat dapur alat mandi,meja tv lemari kulkas,oven listrik,kompor,sofa hingga asesoris rumah, Kami mengunakan jasa pindah rumah supaya tak repot,
Jam menunjukakan pukul tiga dan orang yang beres-beres apartemenku telah pulang, Aku megajak nando makan,setelah makan nando pamit pulang, karena dia tau aku ingin istirahat,
"Kalau perlu aku,telvon saja ya siap" ucap nando sambil berjalan keluar pintu
"Iya ndo, makasih ya,Ndo kalo vio tanya aku jangan beritahu alamatku ya", ucapku
lalu aku mengunci pintu kemudian duduk depan tv sambil menatap kosong tv yang kunyalakan,hari ini aku benar-benar merasa hancur sekaligus jijik terhadap diriku.