HE IS MY LOVE

HE IS MY LOVE
BAB 19



*Akhir liburan kami_


Kami menjalani liburan selama empat hari dengan suasana pantai yang asri membuat hati merasa bahagia, hari ini hari terakhir kami liburan kami memutuskan untuk membeli oleh-oleh karena entah kapan kami bisa pergi bersama-sama,


Nando yang sedari tadi menatap lurus kearah yiya seakan enggan berpisah, ya aku bisa melihat jika nando sudah suka dengan yiya dari awal mereka bertemu, untuk jatuh cinta memang butuh waktu tiga detik memang,


Nando mengantar kami membeli oleh-oleh khas dari kota ini,Aku yang sedari tadi memegang erat tangan vio seakan enggan melepasnya karena ditoko ini ramai sekali pengunjungnya,


"Pulang jam berapa kita"ucapku dengan nada sedikit pelan


"Sorean aja lah",sahut iwan


Akupun mengangguk,kode setuju


Nando banyak bercerita tentang kotanya yang banyak sekali didatangi turis dalam negri atau luar negri,


Setelah dia lulus dari salah satu universitas dia memutuskan untuk mengelola bisnis keluarganya yang dia fikir akan lebih pesat nantinya


Kami yang mendengar ceritanya mengangguk seakan faham dengan apa yang dia katakan,


Seteah dari toko oleh-oleh kami pulang ke villa lalu beristirahat sejenak, aku melihat nando yang duduk diruang depan seakan gelisah seperti ingin mengucapkan sesuatu,


Aku menghampirinya lalu menepuk pundaknya yang tinggi itu,


Udah bilang aja yiya itu jomblo kok mungkin ada kesempatan buatmu, kataku kepada nando.


Nando mengangguk seakan setuju dengan ucappanku dia memanggil yiya entah apa yang mereka bicarakan hingga akhirnya kami memutuskan untuk pulang kekota kami,


Kami berpamitan dengan nando,


Dengan berat hati aku menaiki mobil karena aku masih ingin disini sebenarnya, yiya membicarakan entah apa itu kenando lalu dia pamit pulang,


Hari semakin gelap bedanya waktu pulang kami tak berhenti sekalipun mumgkin karena gelap atau takut ada apa-apa dijalan.


Enam jam berlalu kami sampai didepan kosanku, kiki mengambil motornya lalu pulang bersama nana sedangkan yang lain pulang diantar iwan, rita dan kiara masuk kekamar mereka aku menunggu kepergian vio dengan senyuman manis milikku,


Aku berjalan menuju kamar kubuka tas dimana aku menyimpan kameraku, kulihat lagi fhoto-fhoto kami aku tersenyum bahagia,


aku berjalan kearah kamar mandi dengan membawa handuk badanku lengket mungkin seharian ini banyak beraktifitas


Kubiarkan sower membasahi tubuhku kuatur dengan tempratur hangat, aku menyandarkan tubuhku kedinding lalu menyabuni seluruh bagian tubuhku ini,


Aku teringat akan kejadian divila waktu itu, tubuhku bergetar seakan mengingatnya lagi, "seperti pelacur ujarku dalam hati"


Seketika aku teringat dengan kedua orang tuaku, air mataku menetes mengikuti aliran air yang jatuh dari sower ini,


Aku harus menjaga sikapku setelah ini, aku tak ingin terbawa suasana seketika hanya berdua dengan vio, ujarku lantang,Setidaknya hingga dia sudah resmi menjadi suamiku,Aku tersenyum manis


Aku berjalan keluar kamar mandi dan mengunakan pakaianku lalu aku tidur,


Semalaman aku tidur hingga suara kokok ayam terdengar, ayam milik tetangga sebelah memang selalu berkokok, aku mandi dan siap-siap untuk kuliah,


Aku yang siap dengan kuliahku hari ini seakan mampu menyimpan semua materi yang diberi dosen dalam otakku, aku melihat yiya yang sedang membaca pesan dengan senyuman yang secerah matahari pagi ini ,


Aku tau itu dari nando.


aku memutar kepalaku dari kiri kekanan namun orang yang kucari tak kunjung tiba, mungkin dia sedang sibuk ujarku,


Yiya yang sibuk dengan hpnya pun tak menghiraukan kedatanganku, kali ini sepertinya terbalik biasanya aku yang begitu terhadap yiya.


Mataku melihat sudah jam delapan waktunya dosen masuk gumamku, aku yang hanya fokus mencatat poin-poin penting yang diberikan dosen hari ini.


Setelah mata kuliahku yang pertama selesai, aku menelvon vio ternyata dia sedang mengurus urusan akhir kuliahnya, aku tidak ingin mengganggu ujarku.


Seharian dikampus membuat otak dan badanku lelah, setelah selesai aku pulang dan istirahat, walau hanya sebentar setelah itu ku membuat tugas-tugas yang dosen berikan.


Begitulah hampir setiap hari aku menghabiskan waktu-waktu dikampus dan dirumah selama vio mengurus tugas kkn nya lalu menggurus skripsinya hingga dia menjadi sarjana,