HE IS MY LOVE

HE IS MY LOVE
BAB 26



*GARIS DUA_


Setelah malam itu aku tak pernah bertemu vio lagi, aku menjalani aktivitas seperti biasanya setiap harinya,


Semakin hari aku semakin dekat dengan nando, sebagai asistennya hanya aku yang tau jadwal harian milik nando,


"Makan yuk,"ajak nando kepadaku


Aku yang masih mengoprasikan komputer yang ada didepanku hanya mengangguk,


Kami berjalan menuju luar kantor, karena jika makan dikantin kantor kami merasa tidak leluasa untuk mengobrol sebagai teman,


"mau makan apa", ucap nando sambil masuk kedalam mobil


Aku menujuk satu restoran yang tak jauh dari kantor,restoran yang biasa aku datangi jika dengannya,


"Ndo emang gak bosen apa makan sama aku terus,cari cewek kek sana," ucapku kepadanya


"Ngak,kalo kamu mau ngak jadi pacarku eh salah istriku" ucap nando sambil tersenyuk


Aku terdiam sesaat tanpa berkata apa-apa, mungkin banyak yang akan aku pertimbangkan jika menerima cinta nando,


"Bercanda aja kamu ndo,udah ah buruan udah laper nih", ucapku mengalihkan perhatian


Nando mempercepat laju mobilnya, padahal hanya butuh waktu lima menit saja,Kami turun dan memesan makanan,


Restoran dengan nuansa modern makananya pun sangat enak-enak,


Entah mengapa sebulan ini tubuhku rentan sekali terkena deman,Aku yang merasa tak enak badan,Hanya memesan nasi dengan sup sebagai lauknya,


"Tumben dikit makanya," ucapnya sambil tertawa menatapku


Setelah kami menghabiskan makanan, lalu kami pergi kekantor kembali,


Dengan sedikit berbincang-bincang  hampir setiap hari aku menghabiskan waktuku bersama nando apalagi banyak jadwal lemburnya,


Hari ini kebetulan aku pulang cepat dari kantor, langit sore ini begitu indah langit orange dengan awan putih yang menyelimutinya,


Aku berjalan menuju pusat perbeanjaan yang jaraknya lumayan dekat dengan kantor tempatku bekerja,


Aku ingin membeli beberapa pakaian dan jilbab untuk dikenakan sehari-hari, seperti layaknya wanita aku tak mampu mengontrol mata dan tangan ini, semua yang aku lihat lucu dan menarik pasti aku ambil,


Aku mencoba beberapa pakaian yang tadi aku pilih dan benar semuanya nampak indah ketika aku kenakan aku memilih ukuran lebih besar sedikit supaya lekukan tubuhku tidak nampak lagi,


Tak terasa ketika aku keluar dari toko busana hari sudah gelap,


Adzan magrib berkumandang aku bergegas pulang, walaupun ibadah shoatku masih sering bolong tak pernah cukup lima waktu, tapi aku selalu mengusahakan minimal tiga waktu,


Aku selalu mencoba berubah menjadi pribadi yang lebih baik,


✳✳✳


Dua bulan berlalu, aku merasa sedikit aneh dengan perubahan yang aku rasakan,tubuhku menjadi mudah sakit,dan capek lalu lekukan tubuh terasa sedikit tertutup lemak,payudaraku sedikit mulai membesar


Dan benar setelah malam vio datang aku tak kunjung memdapatkan tamu bulanan yang selalu datang tiba-tiba


Pagi ini aku bangun dan mulai mencoba alat ini, betapa terkejutnya aku garisnya dua aku panik dan tak tau harus berbuat apa,


Aku menangis sejadi-jadinya, tapi aku tak boleh kalah oleh keadaan, aku yang mencoba tegar seorang diri,


Aku berjalan menuju ruang tv, aku duduk dan memikirkan tentang anak yang ada dalam rahimku,


"Aku tak boleh serakah, aku tak boleh kejam anakku tak salah, aku tak boleh membuang darah dagingku sendiri, walaupun aku harus menanggung malu sendiri, tapi aku harus mencoba ikhas untuk anakku kelak” ucapku sendiri


Air mataku menetes tak henti-hentinya sampai suara handphone ku berbunyi, nando menelvon dengan suara serak aku menjawab,


"Halo sipa kenapa kamu belum sampai juga", ucap nando dengan suara sedikit panik,


”iya ndo aku demam boleh gak aku ambil cuti seminggu aja" rengekku kepada nando


"Kalo kamu sakit aku anter kedokter ya, biar kamunya enakkan", ucap nando


"Ngak usah ini aku udah mau berangkat kedokter kok,makasih ya ndo," ucapku lalu menutup telvon


Aku berjalan untuk menyiapkan segala sesuatunya karena hari ini aku akan pergi kedokter kandungan, aku harus tau kapan waktunya aku harus pergi,


Suasana hatiku pagi ini begitu gundah gulana karena mulai minggu depan aku harus berhenti kerja dan aku harus pergi keluar kota, karena aku tau jika aku masih dikota ini pasti aku akan ditemukan dengan mudah oleh ayah bayi ini, aku benar-benar sakit jika mengingat dia,


Aku melihat buku tabunganku, aku menghitung semua kebutuhan dan pengeluaranku disana,


"Uangku cukup jika hanya untuk lima tahun kedepan", ucapku lagi


"Setelah dua tahun mungkin aku bisa mencari pekerjaan baru, aku tak boleh putus asa, karena aku yang memilih untuk pergi dari dia, jadi aku harus siap mulai sekarang", cuma ku sendiri


Aku akan pergi kesebuah kota yang letaknya sangat jauh dari kota ini jadi setelah aku menjual apartemen dan isinya aku berencana membeli satu unit yang baru dikota baru itu,


Beberapa hari ini aku sibuk meyiapkan segala sesuatunya aku menelvon orang tua ku jika jangan khwatir jika aku pindah karena aku mendapatkan pekerjaan yang lebih bagus dari sekarang,


Orang yang akan membeli unit apartemen ku hari ini tiba, aku berusaha secepat mungkin pergi karena aku tau vio pasti lambat laun akan mulai mencariku, dan aku selalu menghindar jika bertemu nando,


Lusa aku akan menyerahkan surat pengunduran diriku pagi-pagi sekali, sambil ku selipkan surat pengakuan kepada nando,


aku akan membeli handphone dan nomer baru, aku harus membuka lembaran baru dengan baik mulai sekarang,


Aku yang sibuk merapikan baju-bajuku sambil sedikit membayangkan bagaimana jadinya aku nanti,ini didunia nyata bukan novel atau drama tv yang endingnya bisa kita tentukan sendiri,


Dengan berat hati aku mempersiapakan mental dan fisik untuk tinggal sendiri,


"Bagaimana orang tuaku bila tau aku menyembunyikan semua ini,padahal mereka sangat baik," gumamku dalam hati


Aku yang lelah akhirnya tertidur hingga pagi, ketika aku bangun aku melihat begitu banyak pesan dari nando,


Aku menyipkan sarpan pagiku sebelum sarapan aku mandi,setelah itu aku mulai mengetik surat pengunduran diri,selesai mengetik aku mengambil sebuah kertas hvs aku menulis semua dilema yang harusnya nando tau, aku meminta maaf kepadanya karena harus pergi, aku berterimakasih kepadanya atas apa yang telah dia lakuakan terhadap diriku,


Tak lupa aku mengatakan tentang vio dan anak yang aku kandung, dalam surat ini aku begitu meminta maaf dan mendoakan kebahagiaan untuk nando,diujung kalimat aku menulis


"Lelaki baik pasti mendapatkan wanita baik"


Aku menelvon kontak apartemen yang aku beli melalui situs online, aku memberi tahukan bahwa besok aku akan berangkat kekota tersebut, aku meminta supaya dibereskan sebelum aku sampai,