HE IS MY LOVE

HE IS MY LOVE
BAB 16



*Rindu kamu_


Entah sudah berapa lama aku tertidur rita teman satu kosanku mengetok pintu karena cemas sedari pagi aku yang diam dikamar tidak juga kunjung keluar untuk mencari makan atau kuliah


ini berlangsung selama seminggu aku terus berdiam diri dikamar lalu aku membuka pintunya,


”sipa ayo kita makan",sapa rita


”iya rita makanlah duluan aku tidak lapar"sahutku


rita yang pergi meninggalkan pintu kamarku lalu kututup kembali aku tidak boleh begini gumamku,aku yang mematikan handphone sudah semingu ini akhirnya menyalakannya kulihat ada 100 sms lebih dari yiya dan vio,


karena kalo ada yang mencariku aku bilang katakan saja aku pulang kerumah orang tuaku,kecuali kalau yang datang mbk yani yang sebulan sekali datang dan kemarin tepat sebulan dia datang untuk membayar kosan dan lain-lain


Banyak pesan vio yang menanyakan kenapa aku mendadak pulang, atau aku marah atau aku sedih sakit dan lainnya karena terlalu banyak,


Yiyapun menanyakan hal yang sama tak lama kemudian hpku berdering vio menelvon,aku mengangkatnya lalu dia menanyakan aku dimana,kubilang baru sampai kosan lalu kenapa hpku mati, tidak ada sinyal vio, aku ketempatmu sekarang kata vio ia sahutku aku sambil mematikan hp yang buru-buru mandi dan berdandan


Hari ini aku menggunakan gaun santai yang panjangnya tanggung lalu menggunakan lejing senada dengan bajuku yaitu abu-abu dan jaket yang terbuat dari bahan lepis, tak lupa tas kecil dan jam yang ku gunakan,


"sipa ada pacarmu", panggil rita


lalu aku mengambil sepatuku dan berlari keluar,


"mau kemana" kata vio


"aku lapar kak", ucapku dengan nada manja,


Sambil menarik nafas panjang vio menyuruhku naik motornya,


"kamu mau makan apa", ucap vio


”bagaimana kalo bakso", kataku


vio menganguk kami pergi makan bakso yang biasa kami makan, setelah selesai makan vio mengajakku pergi kesebuah tempat yang tidak asing bagiku jalan yang berkelok kelok


Dan sampailah kami di bawah bukit tempat vio menyatakan cintanya kami mendaki bukit yang tidak terlalu tinggi itu lalu duduk tepat diatas batu yang masih sama dengan yang dulu,


"Sayang kamu kenapa, aku tau kamu tidak pulang, teman kosanmu memberitahuku diam-diam", ucap vio


"Kak apasetelah kamu bosan denganku kamu akan meninggalkan aku selamanya, aku terus dihantui rasa cemas itu kak", ucapku sambil bersandar dibahu vio


"bodoh,Jangan takut sipa aku mencintaimu lebih dari apapun jika suatu saat nanti akan ada perpisahan itu berarti kamu yang meninggakan aku,jikalau akupun mungkin karena aku telah tiada", ucap vio Sambil memukul pelan keningku dengan dua jari lalu memeluk erat diriku


Mata sipa yang menahan tangispun dak dapat membendung lagi tangisnya pecah dan membuat vio meras bersalah,


"Mungkin nasi sudah menjadi bubur kak, bukan hanya kamu akupun tak luput dari salah aku yang tak bisa menahan nafsu duniawi", ucapku sambil menarik nafas panjang


"Jujur saja akupun menikmati saat melakukannya denganmu kak,jadi kita sama-sama salah", ucapku lagi


Hampir setengah hari kami menghabiskan duduk dan ngobrol diatas bukit ini, pemandangan yang asri udara yang dingin mampu membuat suasana menjadi nyaman,


"Ayo kita pulang”,ucapku


vio menggangguk, sepanjang jalan aku hanya diam dan memeluk vio setelah sampai aku turun dan mengucapkan sampai jumpa,aku masuk dan mulai meyiapkan bahan kuliahku yang telah aku abaikan


✴✴✴


Satu tahun telah berlalu vio yang sedang mengerjakan sekripsinyapun tak pernah ku ganggu hari itu aku pergi berbelanja di mall luar kota bersama yiya,


mall yang menempuh waktu dua jam lebih untuk sampai aku melihat baju dan sepasang sepatu yang aku inginkan ku lihat harganya dua barang itu mencapai 15 juta mana ada uang,


barang dengan merek luar negri yang terkenal aku pergi kesalah satu mesin atm dan melihat saldo atm yang diberikan vio ternyata enampuluh lima juta isinya entah kapan vio mulai menabung,


aku berfikir panjang lalu aku tak jadi membeli baju hanya sepasang sepatu dengan dua tas gendong kecil dengan harga delapan setengah juta,


yiya terkejut karena dia tau uang jajanku tidak sebanyak itu untuk satu bulannya,dia bertanya dari mana uangnya ku jawab vio yang memberiku uang,


Lalu aku menelvon vio dan memberitahunya jika aku memakai uangnya,dia bilang belilah apapun itu jika aku suka,


aku melihat jam tangan pria yang kurasa cocok untuk vio aku membelinya,


"sipa makan yuk",ucap yiya


"kamu mau langsung pulang atau masih ingin jalan-jalan", tanya yiya


lalu aku memutuskan untuk pulang,


Sepanjang jalan aku hanya tidur kulihat yiyapun tertidur sesampainya dikotaku yiya yang ikut denganku kekosan karena kami naik travel maka motor yiya pun ditinggalkan dikosanku,


setelah kami sampai yiya langsung pamit sembari menggambil motornya aku mengangguk, kuselipkan satu kantong plastik yang berisi tas yang sama seperti yang kubeli dimotornya itu


"untuk sahabat baikku",ucapku


lalu yiya tersenyum sambil mengucapkan terimakasih lalu dia pergi aku yang lelah dan merasa terhibur seharian ini,


Aku masuk kamar tanpa mandi dan hanya membuka sepatu aku tiduran sambil memikirkan vio yang sudah hampir berbulan-bulan kami tak bertemu, aku rindu kamu gumamku, lalu aku aku terlelap.