
*PENGALAMAN PERTAMAKU_
Yang aku dengar Orang-orang bilang masa yang paling indah itu sewaktu sma, tapi bagiku masa-masa indah dan paling bahagia itu sewaktu aku berada di universitas,
Aku yang baru bangun jam setengah depalan karena kelas pagiku baru dimulai jam sembilan nanti aku menatap kaca rias yang ada dikamar kecil berukuran 3x4 kaca yang dipenuhi alat makeupku,
aku menyisir rambut lalu pergi kekamar mandi untuk mencuci muka, dikosanku kamar mandi berada dikamar masing-masing jadi tidak saling mengganggu,
karena kamarku berada dilantai dua,aku duduk depan jendela memandang sibuknya orang-orang berlalu lalang sambil menggambil roti yang sudahku beli dari sore memang ku siapkan untuk sarapan,
Setelah itu aku mandi dan siap-siap untuk pergi kekampus,vio menelvon mengatakan bahwa dia sudah berada didepan,
aku keluar sambil tersenyum kepada teman-teman kosanku, sambil aku menyapa dan berpamitan,
"ayo kak,emang kakak ngak ada kelas apa pagi ini", ucapku
"Udah tadi jam setengah tujuh sampek jam delapan nih, makanya bisa jemput”, ucap vio
Kami mengendarai motor menyusuri jalan raya jalan utama dikotaku ini, kampus ku tidak begitu jauh jika naik motor hanya membutuhkan sepuluh menit perjalanan,
Vio mengajakku sarapan karena dia tidak sempat sarapan pagi tadi, aku yang hanya memakan roti kecil saja akhirnya mengiyakan ajakannya,
setelah sampai kami memparkirkan motor lalu berjalan menuju kantin, kami mengobrol sepanjang jalan, "Sipa" dari kejauhan ada yang memanggil namaku,
aku melihat sekeliling namun tidak melihat siapapun yang kukenal, "sipa" panggilnya lagi ternyata yiya yang memanggilku dari belakang,
"Mau kemana nih”, tanya yiya
"pacaran", jawab vio
"ngapa mau ganggu",jawabku sambil tertawa
”kalau boleh aku ganggu belum sarapan nih”, ucap yiya
"boleh asal mau jadi obat nyamuk saja",jawab vio sambil tertawa kecil
”pinjem ya jadi kamu yang jadi obat nyamuknya", ucap yiya sambil menggandeng tanganku lalu kami bertiga tertawa
"Oia sipa besok bagian kelompokmu kan presentasi", tanya yiya
"Iya, tapi udah dikerjain kok kami membuat laporan dan menghapalkan persentasi kami kok", ucapku
"Emp aku sangka kamu hanya mikirin viomu saja selama semester satu ini aku lihat kalian lengket sekali bikin sakit mata para jomblo tau”, ucap yiya
"Makanya jatuh dari mata dong", ucap vio Sambil tertawa
”Kok mata ,bukanya cinta”, ucap yiya bingung
"Cinta kan dari mata jatuhnya kehati", ucap vio dengan menahan tawa
Sipa dan aku tertawa sambil bilang bodoh,Kami memesan nasi goreng dengan es teh lalu makan dengan santai karena masih ada tiga puluh menit lagi sebelum aku dan yiya ada kelas,
Setelah sarapan aku beranjak kekelas vio mengatakan kalau nanti pulang telvon aja dia mau ajak main kerumahnya, aku mengangguk.
Hari ini hanya ada dua kelas saja pagi dan siang ,sewaktu kelas berakhir aku menelvon vio,Kami bertemu diparkiran lalu pergi kerumah vio,
"kenapa kakak ajak adek kerumah,kak tumben”,kataku
"ngapa ngak mau ikut ya”, jawab vio,
"mau sih,Adek mau melihat rena bukankah dia sudah tambah besar sekarang", ucapku
"Ayo mang jalan, aku kangen melewati jalan-jalan menuju rumahmu", ucapku
"makanya sering-sering lah kerumahku",ucap vio
tak lupa kami membeli oleh-oleh kali ini aku membeli kue bronis,tak lama kami sampai dirumah vio
"Aku pulang,buk Ada yang mau aku kenalin ulang nih", ucap vio sambil masuk rumah
"Sini dek masuk dulu", ucap vio
"Iya", ucapku
Aku masuk dan disambut hangat oleh ibu vio kami sedikit berbincang lalu aku memberi kue bronisku aku melihat ibu vio menggunakan stelan rapi,
Ibu vio menggunakan sar'i indah berwara merah maron dengan jilbab senada sangat cocok dengan kulit putih ibu vio,renapu sudah rapi dengan warna baju senada
"Wah cantik sekali rena ya, udah besar saja”,ucapku rena tersipu malu,
"terimakasih” ucap rena
"imutnya" aku berkata dalam hati,dari belakang ada seorang yang berjalan ibu vio tersenyum sambil bilang kenalin dulu lah calon mantumu yah,
aku menengok dan melihat laki-laki yang berumur lima puluh tahun lebih tapi masih memiliki postur tubuh yang gagah,
"Salam kenal om nama saya sipa", ucapku sambil berdiri
"Ayo bu, kita udah ditungguin loh sama mas angga", ucap ayah kepada ibu
"Iya yah,maaf ya kami mau pergi keluar kota sore ini,soalnya ada acara mungkin pulangnya tengah malam,itu sebelum mbok dar pulang tadi udah masak kok,ajak sipa makan dirumah aja ya”, ucap ibu kevio
"Maaf ya kami buru-buru lain kali ibu akan temani kamu", ucap ibu ke aku
lalu aku mengganguk sambil menggantar mereka menaiki mobil,
"Mandi yuk", kata vio
"Viooo" teriakku
"Maksudnya kamu mandi sendiri aku juga mandi sendiri, lepas mandi kita makan", jelas vio
"Mandi dikosan ajalah", jawabku
"Terserah deh", kata vio
Vio mandi sambil mandi aku duduk nonton tv diruang tengah,Halaman rumah vio cukup luas dan didepan ada pagar besi tinggi, jadi suasana dirumah vio cukup hening,
hp vio terus berdering aku meihat kak vika call tulis dilayar hp vio, aku panggil vio yang sedang mandi dan dia keluar hanya menggunakan handuk saja,
"Kak pakai bajumu",ucapku
"iya aku angkat dulu mana tau penting", ucapnya
ternyata kakak vika mengabarkan kalo dia dan suami tidak jadi datang hari ini karena suami kak vika masih ada kerjaan,lalu kak vika mematikan telvon,
"Dek kalo mau baca novel banyak loh dikamarku", ucap vio sambil berjalan menuju kamar mandi,
aku mengangguk vio melanjudkan mandi karena masih belum selesai, aku masuk kamar vio kamar yang rapi dengan banyak rak buku, kamar yang berwarna biru muda dengan barang-barang yang terbuat dari kayu jati
Aku duduk ditepi tempat tidur sambil membuka salah satu novel romantis, aku tertawa sambil bilang sendiri" masa kakak membaca ini", aku yang asik membaca tak memperhatikan jika vio masuk, vio yang menggunakan boxser hitam pendek duduk disebelahku,
"Ngapa senyum-seyum sayang", ucapnya
”kok kamu baca ginian", ucapku sambil nyengir
"Kamu ngak suka", ucap vio
Aku hanya senyum,vio mendorongku sampai aku tertidur diatas kasurnya,
"kenapa kak adek takut kak",ucapku
vio mencium lembut mulutku sampai aku merasakan rasa nyaman, lalu vio mencium leherku yang putih mulus sambil membuka kancing baju yang aku gunakan lalu membukanya hanya bh berwarna biru saja yang terlihat lalu vio mencium tiap sudut bagian tubuhku tak ada satupun yang terlewat,
aku yang terangsangpun tak meronta sama sekali malah menikmati dan mendesah nakal padahal ini pengalaman pertamaku,
mulut vio turun mencium perutku dan membuka celana dasar yang aku gunakan nampaklah celana dalam biru milikku,aku tersentak kaget vio masih menciumiku dan menarik celanaku hingga terlepas ,
”kak aku takut menyesal", ucapku
"aku akan bertanggung jawab apapun yang terjadi dek aku mencintaimu",
ujar vio lembut ditelingaku
Mataku panas entah apa yang aku fikirkan akupun pasrah dengan apa yang akan vio lakukan, vio membuka bh dan celana dalam milikku kini aku tak menggunkan sehelai benangpun vio melihat setiap inci tubuh indah dan mulusku ini dia mencium bagian kewanitaanku hingga basah sampai aku terangsang lalu dia pindah menciumi paha putih dan mulus ku,
Aku mengeliat seakan merasa sangat kegelian namun nikmat, vio membuka celana boxsernya aku kaget melihat "xxxxxx" miliknya telah bangun dengan perlahan dia memasukkan miliknya ke daerah kewanitaanku cukup lama prosesnya hingga aku menjerit karena merasa sakit,
setelah itu terdapat bercak darah disprai milik vio,kemudian vio seperti orang kesetanan dengan kasar terus menggenjotkan miliknya aku yang merasa sakit sesekali merasa nikmat hanya pasrah,
"sudah kak sakit", ucapku
seakan tidak perduli vio terus dengan cepat melakukanya hingga beberapa saat,
"bentar lagi sayang",ucap vio
ini sudah hampir dua jam vio ucapku aku meneteskan air mata vio melihat iba lalu dia sampai dipuncaknya dan dia lepaskan miliknya dan mengeluakan diatas perutku,
Aku duduk dan menangis entah karena rasa sakit atau menyesal,
"Kak aku ingin mandi", ucapku
Aku berjalan kearah kamar mandi dan vio mngikuti sambil membawa handuk vio mencium pipiku sambil bilang tenang saja sipa setelah kita wisuda dan aku bekerja aku akan menikahimu,
aku mengganguk dan memeluknya sower dihidupkan vio sambil membasuh badanku dia memandikanku dengan sangat bersih lalu aku keluar dan berpakaian vio menggambil pengering rambut dan mengeringkan rambutku yang basah aku yang merasa sakit di bagian milikku dan merasa lemas akhirnya tertidur disofa sambil vio mengeringkan rambutku,
"Ayo bangun dek,makan dulu" ucap vio
aku mengangguk, kami makan setelah itu aku ingin pulang aku berdiri namun serasa tidak kuat karena lemas, vio menangkapku mau tidur disini aku menggeleng ayo pulang vio ucapku,
Vio menghidupkan motor dan dia mengantarku pulang selama perjalanan aku diam vio mengenggam erat tanganku diatas motor,
tak lama kemudin kami sampai dikosanku,aku masuk dulu ya ucapku iya sayang istirahat ya ucapnya lalu vio pergi meninggalkan kosanku, aku masuk dan berganti palaian lalu tertidur.