HE IS MY LOVE

HE IS MY LOVE
BAB 5



*SUASANA PERSAWAHAN YANG SEJUK_


Vio berjalan menuju kamar nana, karena nana menyuruhnya untuk membangunkanku, vio sempat mengetuk pintu namun tak ada jawaban,


"Dek bangun, katanya mau ikut jalan", ucap vio


”apaan sih mbak yani, orang masih ngantuk lo", ucapku namun terbangun karena aku ingat sedang dirumah nana dan yang membangunkanku suara cowok aku kaget dan menanyakan jam


Aku mengambil handuk lalu dengan cepat mandi dan siap-siap nana membuat bekal mie telur khusus untukku,


”maaf ya dek, nana yang suruh bangunin tadi kamu kaget ya”, ucap vio kepadaku


”iya ngak apa-apa aku yang salah", ucap ku sambil memasang erphone dan berjalan keluar


Kami berjalan melewati jalan belakang rumah kiki, jalan yang langsung menuju kearea persawahaan, benar kata nana udara disini begitu sejuk, padahal sudah jam sepuluh tapi karena agin yang terus berhembus membuat udara menjadi dingin,


Entah kenapa aku yang mendengar lagu sedih merasa terbawa suasana air mataku menetes perlahan, namun cepat-cepat kuhapus karena takut jika ada yang melihat,


Aku salah vio ternyata memperhatikan diriku, dengan sigap vio jalan berdampingan denganku,


”berdua ngapa dek denger lagu nya", ucap vio


”iya sini",ucap ku


”sedih amat lagunya sampek nagis gitu",ucap vio


Aku hanya tertawa kecil, sedangkan nana dan kiki sudah jalan duluan menuju saung yang akan kami singgahi,


Aku berhenti disalah satu pematag sawah dan duduk didekatnya, aku memejamkan mata dan merasakan hembusan angin yang menerpa mukaku,


Vio penasaran dengan apa yang aku lakukan,dia mengikuti apa yang aku lakukan,


”seger ya dek, udahlah dek mantan itu inget yang baik nya aja kalo yang bikin sedih jangan diinget nanti susah lo dilupain", ucap vio pelan ditelingaku


”makasih ya kak udah mau nemenin aku, coba aja dia kayak kakak baik gini",ucapku sambil menghembusakan nafas panjang


”siapa mantanmu ya dek, udah kata kakak kan jadiin aja kenangan, inget yang manis nya aja, kalo pamit mah balikin kedia entar nyesel sendiri kok,manis gini kok ditinggalin",ucap vio menghiburku


”iya kak, kirain kakak tu tipe orang yang susah diajak ngobrol eh taunya tukang gombal",ucapku sambil tertawa lebar


Kami berdua tertawa hingga mendengar terikan nana yang bilang ”udah dulu pdktnya sini ngapa gabung seneng bener duduk berdua”, muka kami sama-sama memerah dan kami berdiri,


Aku tersenyum, perutku berbunyi sontak mukaku memerah, aku yang belum sarapan tadi pagi lantas merasa lapar karena sudah hampir jam sebelas siang,


Nana dan kiki menunggu kami dan sudah membuka semua makanan yang kami bawa, ada air mineral, soda kalengan, snak , pisang dan kroket goreng serta satu bekal mie untuk aku makan,


Kami ngobrol sepanjang hari banyak hal yang kami bicarakan aku dan vio pun sudah banyak bicara karena kami mulai akrab,


”terimakasih ya nana, kalo ngak ada kamu mungkin aku tidak akan seperti ini",gumamku dalam hati sambil menatap diri nana


Nana dan kiki bernyayi walaupun suara mereka pas-pasan namun membuat kami semua bersemangat untuk menjalani hari ini,


Aku yang masih fokus dengan mie yang kumkan, sedangkan yang lain sibuk dengan pisang dan kroket buatan nana,


Sudah pintar masak,rajin cantik lagi itulah nana, hari ini benar-benar menyenangkan, semoga akan terus seperti ini,


Aku yang baru selesai makan lalu duduk sebentar di tepi air waduk sawah, aku melihat banyak ikan air tawar disana, kata nana itu memang sengaja dipelihara oleh pemilik sawah,


Aku tak tau siapa pemilik sawah ini, namun aku berterimakasih karena sudah membuat sawah ini indah dan bersih,


Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore kami harus bersiap untuk pulang karena aku sudah janji dengan mbak yani jam empat sudah sampai dirumah lagi,


"Kamu pulang naik apa dek", tanya vio


”angkot kak",jawabku


”kakak anter aja ya, dari pada ribet", ucap vio


”ngak usah kak, naik angkot aja kapan-kapan aja ya kalo mau anternya", ucapku kepada vio


Kami berjalan melewati jalan yang tadi kami lalui, kiki dan vio berhenti dirumah kiki sedangkan aku dan nana lurus pulang,


Udara sore semakin dingin sedangkan aku tak memakai jaket, vio membuka jaket dan memasang di bahuku, aku hanya menagguk dan tersenyum ”manisnya" gumamku dalam hati


Aku siap-siap dan membantu nana merapikan nakas bekas bekal kami disawah, nana membawakan ku pisang goreng dan kroket karena dia tau ku hanya makan mie,


Selesai itu nana menemaniku menunggu angkot untungnya tak butuh waktu lama angkot yang menuju rumahku tiba,


Aku memeluk nana dan berterimakasih untuk semuanya, nana hanya tertawa kecil,


”makasih ya na, undah buat hari ini spesial,dan makasih makanannya, sampai ketemu disekolah ya besok",ucapku sambil menaiki angkot yang sudah berhenti


Sepanjang perjalanan pulang aku teringat akan kata-kata vio, seakan tak percaya aku mencubit tangaku sendiri karena terheran mengapa bisa mengingat apa yang vio ucapkan kepadaku tadi,