
*BERTEMU DENGANMU LAGI_
Setelah pulang dari rumah nana kemarin aku mendapat pesan singkat dari vio ”selamat malam sipa, tidur nyenyak ya”, aku tak membalas pesannya namun membuat malamku menjadi menyenangkan dan membuat tidurku nyenyak,
Pagi ini disekolah aku bertemu yiya dan teman lainnya muka mereka seakan penasaran dengan apa yang terjadi kemarin,
”cerah bener neng, abis mimpi apa semalem",ucap yiya
”apaan sih ya, orang sedih dibilang mendung, orang seneng dibilang cerah", ucapku sambil tertawa
Temam-teman yang lain cukup penasaran hingga aku menceritakan jika kemarin kami pergi piknik disawah, itu sangat menyenagkan,
Diluar dugaan espresi mereka seakan kecewa sudah tidak ikut kerumah nana kemarin, sontak itu membuat aku tertawa geli nita yang kutu buku pun ingin ikut piknik disawah,
Seseorang berjalan masuk kekelas kami, dia adalah nana, semua seakan tak perduli dengan kehadirannya itu membuat dia jengkel,
”ngak ada yang mau nanya saya gitu, nyapa apa kek",ucap nana
Aku dan yang lain sontak tertawa dan memeluk nana, mukanya berubah dihiasi senyum yang begitu merekah,
"Coba aku ikut kemaren ya na, kalo aja aku tau kalian mau pinik gitu", ucap yiya
"Salah sendiri diajak ngak mau", ucap nana
Kami ngobrol sampai bel masuk berbunyi nana buru-buru lari keruang kelasnya sendiri,
Sedangkan aku dan yiya dihukum berdiri diluar kelas selama jam pelajaran pertama, karena kami sempat bolos dijam pelajaran ini,
Aku dan yiya hanya senyum-senyum dan mengasihini masing-masing, gimana ngak kasian abis upacara bendera pagi ini langsung dihukum,
Dua jam yang sangat melelahkan, kami hanya diberi hukuman ringan kata guru itu lain kali jika kami bolos lagi kami tak boleh ikut pelajaran itu lagi,
Aku yang sibuk mengurut betis kaki yang terasa begitu pegal, sedangkan yiya sibuk tiduran dikelas, hingga guru berikutnya masuk kami belajar hingga jam pelajaran usai,
Istirahat kali ini aku duduk dibangku taman yang tak jauh dari ruang kelasku, aku duduk sendiri karena lebih merasa lelah dari pada lapar,
Ada kakak kelas yang sudah lama memperhatikan diriku namun aku tak mau punya pacar satu sekolah jadi aku tak memperdulikannya,
Dia datang dan duduk disamping diriku, aku hanya menyapa layaknya adik kelas, dia membawakan kue untuk aku makan, aku menolak karena aku sudah menitip dengan teman ucapku kepadanya,
Tak lama aku pamit ingin menyusul yang lain, bukan karena dia tidak tampan malah menurutku dia lebih tampan dan lebih tinggi di bandingkan randi dan vio tapi aku tak menyukainya,
Mungkin karena perhatian yang estra lebih darinya membuat aku sedikit risih dengan tingkahnya,
Setelah seharian belajar aku dan yiya kebagian piket bersama jadi kami menunggu semua teman kelas pulang baru beres-beres, aku menyapu sedangkan yiya mengelap dan merapikan barang, usai piket kami pulang,
"Ya nebeng ya sampek jalan besar, males nih pulang sendiri", ucapku kepada yiya
"Okelah, aku keparkiran motor ya", ucap yiya
Aku terkejut karena ada vio yang sedang duduk dimotor honda depan sekolah, lantas aku mengirim pesan
"Ya aku balik bareng dia ya, kenalin vio temen nana", ucapku kepada yiya
"Yiya, oia titip ya dia suka galau kalo ditinggal sendiri", ucap yiya sambil tertawa dan membawa laju motornya,
Kami menyusuri jalan yang penuh bebatuan kecil dan daun-daun kering, disepanjang jalan aku melihat banyak pohon-pohon yang rindang menutupi langit-langit, ini sangat sejuk apalagi udaranya, dengan angin yang bertiup sepoi-sepoi membuat vio dengan santainya mengendarai sepeda motornya..
”Hei coba adek lihat dibawah pohon yang rindang itu, banyak dikelilingi bunga-bunga berwarna warni,tapi sayangnya bunga itu tidak indah ya", ucapnya kepadaku
"Siapa bilang tidak indah, bunga itu cantik kok, sok tau kakak", jawabku sambil tersenyum
”Tidak sipa,bunganya tidak seindah dirimu”,ucapnya lagi dengan senyuman lebar kali ini
Aku terdiam dan dalam hatiku berkata "ketahuan banget bohongnya"Kami masih menyusuri jalanan tapi kini nampak banyak rumah-rumah penduduk disekeliling jalanan ini
”Kok diem sih dek,Ayolah kamu tu diem aja manis Apalagi kalo lagi ngomong", ucap vio lagi sambil terus mengendari sepeda motornya
”Apaan sih kak kamu tu gombal mulu,
Emang gak capek ya mulutnya gombalin cewek mulu,Oiia, didepan belok kanan ya, kosanku dipingir jalan deket pertigaan itu yang warnanya biru” ucapku
"Siap buk,Segera meluncur", jawab vio
”Udah sampek nih,mau mampir dulu atau langsung mau pulang", tawarku karena dia sudah mengantarku
"Kalo minum dulu boleh,
Aus kakak dek", ucap vio sambil tertawa
”Iya air putih aja ya,Abis disini ngak ada Kopi atau jus" jawabku sambil masuk kedalam
"Iya, ohya kamu tinggal sama siapa disini,sepi banget", tanya vio penasaran
"Sama mbakku,namanya yani,Dia kerja jadi wartawan,Ngapa kamu naksir ya,
Mau gombalin mbakku juga ya,Iya sepi soalnya mbakku pulangnya malem terus jadi aku kalo siang sampek sore aku dirumah sendiri aja", jawabku
”idih siapa yang mau gombalin mbak-mbak sih,enakan gombalin kamu", ucapnya lagi
”apa sih kak, lama-lama geli tau dibilang gitu terus", jawabku lagi
”Udah ah mau pulang males disini lama-lama bukan muhrim soalnya,Dah dah dek manis,boleh lah kapan-kapan kasih manisnya dikit", ucapnya sambil membelokkan sepeda motor
"Dadah,Iya nanti dibagi manis nya
Mau dikasih langsung apa dibungkus", jawabku sambil tertawa
vio menyalakan motor dan pergi meninggalkan aku sendiri,aku tetap berdiri didepan rumah sampai aku tidak melihat vio lagi aku masuk kamar jantungku berdebar aku senyum sambil memikirkan candaan vio tadi,
Aku membaringkan badan diatas kasur karena benar-benar lelah hari ini, sambil memikirkan vio aku muali melupakan laki-laki brengsek itu,