HE IS MY LOVE

HE IS MY LOVE
BAB 34



*MEMBUATKU MENCINTAINYA 3_


Pagi yang selalu aku rindukan, suasana yang selalu aku bayangkan sudah lama aku tak kembali kesini,


Aku menyibak hordeng melihat kearah luar begitu indah kota ini,


Entah berapa lama aku menatap pemandangan yang ada diluar sana, seseorang mengetuk pintu kamar,


"Layanan kamar", teriak salah satu pegawai


Aku membuka pintu ternyata dia membawa sarapan pagiku, aku membiarkan dia masuk untuk menaruh sarapan dimeja depan tv,


Setelah dia keluar aku menutup pintu lalu pergi mandi,kusibak keatas rambut yang panjangnya sebahu ini,


Ketika keluar aku melihat vio sudah duduk sambil menonton tv,aku yang masih menggunakan handuk buru-buru mengambil pakaian dan kembali kekamar mandi,


"Mau kemana kita vio", ucapku sambil berjalan kedepan kaca rias


"Ikut aja nanti kamu tau, aku panggil dek aja ya", ucap vio


”terserah kamu", ucapku sambil memasang jilbab


"Kamu benar tak merindukan aku dek", ucap vio sambil mengecilkan volume tv


"Entahlah vio sudah enam tahun lebih tapi hatiku masih begitu sakit", ucapku


"Makan lajh dulu sarapan mu dek, kasian udah dianterin", ucap vio


"Iya kamu makan juga", ucap diriku


Kami berjalan keluar hotel ternyata nando masih ada, aku menyapanya dan banyak berbincang hingga vio menarik tanganku karena dia melihat senyuman hangat diwajahku ketika berbicara dengan nando,


"Ayo dek keburu siang", ucap vio dengan nada kesal


"Kita pergi dulu ya ndo", ucap vio sambil mengandeng tanganku


Mobil vio terus melaju entah kemana hingga aku ingat jalan ini menuju danau dimana kami pernah datang,


Danau yang sama bedanya sekarang sudah dipenuhi bunga-bunga dan permainan, namun hari ini tak banyak pengunjung yang datang,


Kami duduk di bangku dibawah pohon tempat kami duduk dulu, kenangan manis itu kembali muncul seperti ada film yang sedang berputar di otakku,


Hatiku perlahan mulai luluh mungkin karena terlalu banyak kenangan manis ketimbang kenangan buruk,


"Kak, apa kamu akan setia jika aku mau kamu menikahiku", ucapku sambil bersender dipohon dan menatapnya


"Tentu dek, apa lagi yang kucari", ucapnya dengan yakin


"Kenapa aku ragu kak", ucapku lagi


"Maksutnya kak", ucap diriku


"Ya bodoh jika kamu meragukan cintaku", ucap vio


Aku berbincang dengan vio, namun bukan berarti aku sudah sepenuhnya memaafkan dia, bagiku sekarang kebahagian lia dan lio adalah pioritasku namun aku harus yakin dengan hatiku,


Kami melanjutkan perjalanan kehotel entah megapa hatiku belum sepenuhnya kuserahkan kembali untuknya jadi aku mulai mengenang masa laluku dengannya,


Masa muda yang begitu manis sampai aku tak menemukan noda hitam dalam kenangan itu, waktu sungguh berjalan dengan cepat, andai aku bisa mengulang masa mudaku kembali,


Jam terus berputar namun mata ini tak juga mau terlelap, fikiranku dipenuhi dengan semua kenangan manis ketika bersama vio,


Malam terasa begitu panjang entah jam berapa aku tertidur ketika aku bangun vio sudah duduk disudut ranjang ini,


"Pagi dek", ucap vio sembari tersenyum


Aku hanya menatap tanpa espresi lalu berjalan menuju kamar mandi, selesai bersih-bersih aku mengajak vio mencari sarapan,


"Mau sarapan, emang ngak liat udah jam berapa", ucap vio


Kulihat jam diponselku ternyata menunjukkan angka dua belas, kuralat kata-kataku menjadi makan siang namun vio hanya tersenyum,


"Kak, aku mau cari baju dan lainnya", ucapku


"Iya kita makan dulu", ucap vio


Kami memilih makan nasi karena sudah siang hari, selesai itu vio mengajakku kepusat perbelanjaan aku membeli barang yang aku perlukan karena masih beberapa hari lagi aku disini,


"Kak hari ini ayo antar aku berkeliling kota, aku kangen dengan suasana disini”,ucapku sambil merapikan belanjaan ini


"Iya emang kamu mau kemana,mau aku antar bertemu yiya", ucap vio


"Besok aja, hari ini aku ingin berkeliling dan melihat kota ini, aku kangen sekolahku, rumah lamaku dan bangunan serta makanan yang sering aku makan dulu", ucapku sambil tersenyum


Sambil vio berkeliling mengajakku aku hanya memandang jalanan dan mengenang indahnya suasana dulu, aku banyak tersenyum dan cukup mengabaikan vio hari ini adalah hariku jadi aku ingin memiliki semua waktu untuku,


"Berhenti disini kak", ucapku karena melihat gerobak siomai langgananku waktu sma


"Kenapa",ucap vio


"Aku mau siomai itu", ucapku


Vio hanya tertawa, aku turun sendiri dan memesan siomai yang aku suka ini, mungkin hanya didepan vio aku mampu mengeluarkan sisi anak-anakku ini, jika dirumah aku harus dewasa karena ada lia dan lio,


Kami menghabiskan hari ini benar-benar hanya dijalan dan makan-makanan yang dulu sering aku makan bersama teman-teman dan vio,