
Noora telah sampai di tempat yang Kyungsoo telah kirimkan, ia masuk kedalam rumah itu lalu mengetuk pintu rumah.
“Ya sebentar.” Wendy berlari kecil untuk cepat membuka pintunya.
Noora terkejut melihat sosok wanita yang membuka pintunya begitu juga dengan Wendy, ia dengan kaku menyuruh Noora masuk lalu ia tutup kembali pintunya. Noora melihat sekeliling ruangan dengan cermat, ia menatap Wendy penasaran lalu ia memberanikan dirinya bertanya kepada Wendy.
“Hm...maaf,” Wendy menolehkan wajahnya kepada Noora. “Ya?” tanyanya.
“Kalau boleh saya tau, anda siapa nya tuan muda Kyungsoo ya?” tanyanya hati-hati lalu Wendy tersenyum kaku.
“Lebih baik kamu duduk dulu, baru kita bicarakan ini.” Wendy berjalan ke kamar Soo Hee sedangkan Noora duduk.
Wendy menutup pintu kamar Soo Hee lalu menatap anaknya yang tertidur pulas, ia membuka kembali pintunya dan keluar menghampiri Noora.
Wendy duduk di kursi lain depan Noora, “Maaf jika Kyungsoo telah merepotkan mu begitu juga dengan ku.” Ucapnya canggung.
Noora menggeleng, “Ah tidak, aku sangat suka jika bisa menolong orang lain. Apa ada masalah sampai tuan muda meneleponku?” tanya Noora
Wendy mengusap wajahnya, “Bisakah kau menemaniku kerumah sakit sekarang?” tanya nya
“Kau sakit?” tanya Noora
“Bukan aku tapi anakku yang sakit, dia demam tinggi semalam.” Wendy mengusap wajahnya lagi.
Noora mengerutkan kedua alisnya, ingin ia bertanya lebih tetapi kondisi anak wanita ini yang lebih penting sekarang, “Baiklah, aku menunggu kalian di mobil.” Noora langsung menuju mobilnya dan Wendy menggendong Soo Hee.
Irene terkejut saat ia ingin mengejutkan Kyungsoo atas kedatangannya malah Kyungsoo lebih peka dan langsung menatap wajah Irene dengan dekat. Irene membeku, wajahnya kini sangat dekat dengan wajah Kyungsoo.
“Ada apa?” tanya Kyungsoo masih dengan kondisinya.
Irene menelan salivanya, “A..ak..aku,” ucap Irene terbata-bata.
“Ibu menyuruhku kesini untuk membawakan sweater yang ku buat khusus untukmu.” Memberikan kantung yang berisikan sweater.
Kyungsoo menerima nya lalu menaruhnya di meja, “Nanti ku buka, duduklah aku akan menyuruh staf untuk membawakan jus kesukaan mu.” Kyungsoo menelpon staf.
Wendy sangat lega mendengar putrinya kini baik-baik saja, ia ingin menelpon Kyungsoo namun Noora melarangnya karena tadi Kyungsoo mengirimkan pesan kepada Noora bahwa ia sedang bersama Irene. Wendy merasa sedih namun ia harus bagaimana lagi, ia hanya wanita masa lalunya Kyungsoo yang datang kembali kedalam kehidupan Kyungsoo dengan membawa putrinya.
"Bagaimana dengan Soo Hee?" tanya Noora
"Dia baik-baik saja Noora, terima kasih telah mengkhawatirkan putriku." Wendy tersenyum.
Tuan Hyun menelpon anaknya yang selama ini ia rindukan, entah kali ini ia angkat atau tidak tetapi ia sangat berharap anaknya itu mengangkat telponny kali ini saja. Ketika sambungan telponnya terangkat tuan Hyun sangat terkejut.
"Ha..lo." Ucap tuan Hyun terbata,
Orang yang di sebrang telpon sana tidak mengatakan apapun, diam tanpa berbicara apapun.
"Anakku.." Ucap tuan Hyun dengan nada pilu.
"Kau!" jawab orang di sebrang telponnya.
"Anakku maafkan ayah nak, karena ayah yang egois kau menjadi seperti in-" sambungan telpon terputus sepihak.
"Halo, nak?" tanya tuan Hyun yang langsung mengalirkan air matanya.
"Anakku maafkan ayah, sungguh aku menyesal." tuan Hyun menutup wajahnya.
Noora berjalan-jalan dijalan pinggir kota Seoul, ia membeli makanan pinggiran kota yang sangat lezat dan harganyapun terjangkau. Ia sangat menikmati makanannya, sehun sebenarnya ada tadi bersama Noora namun ia ada keperluan kantor yang sangat penting dan tidak bisa ia tinggalkan begitu saja.
"Oh wanita itu sedang duduk sendirian di sana." Jieun tersenyum lalu menghampiri Noora yang sedang makan.