
Paginya di meja makan semua keluarga sudah pada berkumpul untuk menikmati sarapan pagi,termasuk Sean dan Keysha.
Tidak ada satupundi antara mereka yang berani berbicara jika sedang makan, itu memang sudah peraturan yang di tetapkan dalam keluarga Robert Brow yaitu oppanya.
"Aku sudah selesai".ucap Sean yang terlebih dahulu menyelesaikan sarapan paginya. buru-buru berdiri dan melangkah pergi.
Keysha yang sedari tadi duduk di sampingnya pun sama sekali tidak perduli apa yang di ucapkan oleh Sean, karena dia tahu Sean tidak butuh dirinya, dia pun terus memakan sisa nasi yang sedikit lagi masih ada di piringnya.
Mereka pun mengiyakan akan ucapan Sean dan kembali melanjutkan sarapan paginya setelah kepergian Sea.
"Aduh".Ucap Indah meringis kesakitan, dan menatap ke arah mertuanya yang menginjak kakinya tiba-tiba , sakit sekali rasanya kakinya ini.
Sontak semua yang ada di situ pun menatap ke arah Indah karena mendengar suara Indah yang kesakitan.
"Kenapa sayang"? tanya Alex khawatir yang berada di depannya mendengar istrinya meringis kesakitan.
"Emm tidak apa-apa pi, hanya kena meja makan saja".ucapnya.
"Hati-hati dong mi".
"Iya. ngak sengaja pi".ucap nya terseyum kepada suaminya.
mendengar ucapan Indah mereka pun melanjut kan sarapan mereka masing-masing.
"Kenapa mom? sakit tau"?bisiknya kepada mertuanya .
"Kamu ini, lihat itu menantumu dia masih saja makan, cepat kamu suruh agar dia menyusul suaminya,".bisik oma.
"Buat apa mom? momy kan tau bagaimana pernikahan mereka, biarkan saja".ucap indah.
"Ck".oma berdecak kesal mendengar jawaban yang di berikan oleh menantunya ini. " kamu ini kalau mereka seperti itu terus kapan mereka akan saling menerima satu sama lain, kamu sebagai ibunya bantu dong agar mereka dekat layaknya seperti suami istri beneran jangan seperti ini saling tidak perduli,memangnya kamu tidak ingin mengendong cucu, kalau momy ingin sekali mengendong seorang cicit".ujar oma.
"Ya mau lah mom"! ucap Indah segera
"Kalau begitu suruh menantumu itu untuk menyusul suaminya ke dalam kamar".ucap oma
" Hmm " angguk Indah.
"Apaan sih dari tadi saling bisik-bisik"?tanya Alex curiga kepada istri dan momynya yang saling berbisik satu sama lain. yang sedari tadi memperhatikan kelakuan mereka.
"Ngak ada apa-apa pi"! ucap indah yang tidak ingin memberitahukan suaminya.
"Key"panggil Indah dengan lembut
"Iya tan eh mi".sahutnya yang baru saja menyelesaikan sarapan paginya, dirinya belum terbiasa memanggil Indah dengan panggilan mami, dia pun segera mengambil air dan meminumnya untuk membasuh kerongkongannya yang kering belum sempat meminum air putih setelah menyelesaikan makannya.
"Iya ada apa mi"?tanyanya kemudian menatap mertuanya.
"Susul lah suami mu, mulai sekarang kamu harus mengurus apa saja keperluan Sean karena itu sekarang sudah menjadi tugasmu".
"Iya benar itu Key".ucap Jesslyn menimpali ucapan maminya." biar makin dekat".ucapnya lagi menaik turunkan alisnya.
Fisha hanya mengelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabanya.
Mendegar ucapan mertuanya ia hanya dapat menghela nafasnya saja, bagai mana bisa dirinya mengurus setiap keperluan Sean, sedangkan hubungannya dengan Sean saja masih tidak begitu baik. tapi dia tetap menganggukan kepalanya mengiyakan ucapan mertuanya, dia tidak ingin membuat mertuanya kecewa kalau dia menolaknya.
"Baik mi".ucap nya
"Kalau begitu pergilah susul suamimu"! ucap Indah tersenyum lembut.
Keysha pun segera bangun dari duduknya. " kalau begitu Keysha duluan".ucapnya dan segera pergi menyusul Sean.
Ceklek
Keysha pun segera masuk ke dalam kamarnya dan mengendarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan tersebut mencari keberadaan Sean.
Dia pun segera mendudukan tubuhnya di sofa menunggu kedatangan Sea.
Beberapa menit menunggu akhirnya pria yang di tunggunya pun keluar juga dari ruang walk in closet.
Ceklek
Bunyi pintu yang di bukakan oleh seseorang, dan menampilkan seorang laki-laki yang begitu menyebalkan di mata Keysha walaupun tidak dia pungkiri hatinya tetap mencintainya.Keysha pun terus menatap penampilan Sean dari atas sampai bawah. "Apa nya yang ingin di bantu sedangkan orang yang ingin di bantu sudah rapi".batinya.
"Ngapain kamu disini"?tanya Sean sinis.
"Aku hanya menuruti perintah ibumu saja".ucap Keysha. "untuk membantumu, karena aku tidak ingin melihatnya kecewa jadi aku menyusulmu kesini".ucapnya yang tidak ingin di salahkan.
"Ck, alasan saja".Ucap Sean.
"Terserah mau kamu tuduh aku gimana".ucap Keysha yang tidak perduli akan tuduhan yang di layangkan oleh Sean.
Sean yang hendak memakaikan dasinya pun terselip sebuah ide di kepalanya, melihat dasi di tangannya dia pun tersenyum menyeringai.
"Hey wanita jadi-jadian".panggil Sean begitu kejam,.
Sakit! itulah yang di rasakan Keysha, kejam sekali mulut Sean mengatainya wanita jadi-jadian, Keysha sama sekali tidak ingin memperdulikan panggiln Sean. dia pun menyibukan dirinya dengan terus memainkan hp nya.
"Hey perempuan jadi jadian, kamu budeg ya? dasar perempuan aneh, di panggilin malah mainin handphon" geramnya.
Dia pun segera melangkah mendekati Keysha dan segera menendang kakinya.
"Aduh" . ucap Keysha meringis kesakitan akan perbuatan Sean.
"Makanya kalau di panggil itu nyawut, kalau tidak ingin aku lakukan lebih dari ini".ucapnya menatap sinis.
"Keysha, panggil aku Keysha".ucapnya menata Sean.
"Kamu ngelawan"? tanya Sean.
"Aku hanya ingin kamu memanggil aku dengan namaku, aku punya nama"!ucap Keysha tegas.
"Aku tidak bisa mengucapkannya, karena nama itu terlalu bagus tidak cocok untu dirimu yang jadi-jadian ini".ucapnya.
Benar-benar pedas mulut Sea, ingin sekali Keysha tabok.
"Yasudah kalau tidak ingin memanggil ku dengan namaku, jangan pernah meminta bantuan apapun dariku".ucap Keysha yang kembali memainkan handphonya.
"Ck," kesal Sean. "cepat pakaikan".ucap Sean kemudian menyerahkan dasi ke pada Keysha.
Dengan menghela nafasnya Keysha pun segera berdiri dan memasangkan dasi di leher Sean, sabar Key batinya.
"jongkok sedikit aku tidak bisa memakainya".
"Ck, dasar pendek".ejek Sean lagi yang menundukan kepalanya,.
Kali ini Keysha tidak ingin meladeni perkataan Sean, dia pun mulai mencoba memasangkan dasi Sean.
Sean pun terseyum menyeringai melihat Keysha memasangkan dasinya, dia pun segera memainkan rambut Keysha yang kriting. bukan tapi kribo itu.
"Apa yang di lakukannya".batin Keysha begitu berdebar.
"Kamu tau"? tanya Sean, "kamu itu begitu jelek, kamu lihat rambutmu ini begitu menjijikan, bahkan tanganku begitu geli memeganya". ucap Sean segera mengusap tangannya seperti jijik setelah memengang rambut Keysha . "kamu sama sekali tidak menarik, bahkan tubuhmu begitu pendek sama sekali tidak ada yang menarik di dirimu, kamu itu bagai parasit di keluargaku, ingin sekali sebenarnya kamu pergi dari hidupku, tapi jangan dulu karena aku belum puas bermain-main dengan mu, mungkin sedikit permainan akan seru".ucap Sean terseyum menyeringan. Ah.. puas sekali rasanya dirinya sudah menghina Keysha.
Ingin sekali Fisha menagis menerima setiap hinaan dari Sean tapi dia harus kuat, jangan pernah sekalipun menampakan kelemahannya di hadapan Sean lelaki ini pasti akan terus menghinanya jika dirinya terlihat lemah di depannya.
"Sudah".ucapnya sekuat tenaga manahan air matanya.
"Oh ya" ucap Sean yang memperbaiki penamoilannya "jika kamu tidak ingin mengubah rambut mu ini, cukur saja sekalian, menganggu saja, aku harap pulang aku dari kantor tidak melihat lagi rambutmu ini, menjijikan".ucap Sean dan seger pergi.