Give Me a Chance

Give Me a Chance
Part 12



"Plak".


Seketika sebuah tamparan yang begitu kuat mendarat di pipi Sean siapa lagi pelakunya kalau bukan Papi Alex. sungguh Alex sudah tidak tahan lagi rasanya menahan segala gejolak amarahnya yang ada. yang sedari tadi sudah dia tahan- tahan. mendengar segala tuduhan dan hinaan dari mulut putra sulunng nya.,bisa -bisanya Sean bekata sedemikian buru, padahal selama ini dia tidak pernah mengajarkan anak-anaknya berkata kasar apa lagi kepada seorang perempuan, tapi sekarang apa yang terjadi? putra kebanggaanya, putra yang selama ini dia bangga -banggakan kepada teman-temannya berani berkata kasar seperti itu, dia merasa apa kesalahan yang telah dia perbuat dulu,sehingga putranya ini bisa dengan berani berbicara seperti itu.


"Kurang ajar".ucap papi Alex penuh dengan emos, dia sama sekali tidak memperdulikan tamparannya itu akan menyakiti putra sulungnya.


"Pi".lirih Sean menerima tamparan di pipinnya, dia masih tidak percaya apa yang terjadi. dia sungguh tidak percaya kalau Alex berani memukulnya, dengan masih memengang pipinya yang begitu sakit Sean menatap takut ke pada papinya yang terlihat begitu mengerikan karena marah kepadanya, berbeda sekali dengan yang dia lihat tadi,papinya begitu tenang tidak ada raut kemarah di wajah nya,tapi sekarang?. Sean begitu takut melihat kemarahan papinya sungguh mengerikan.


"Kamu tau papi tidak pernah mengajarkan kamu untuk berkata kasar seperti itu, dan menuduh orang lain untuk kesalahan mu itu!.kamu kira papi bodoh bisa percaya begitu saja dengan apa yang kamu karang itu hah?. sungguh papi begitu kecewa padamu, padahal papi selalu mengajarkan kamu supaya bertanggung jawab atas setiap kesalahan yang kamu lakukan,. kau bukanlah putraku yang aku kenal, putraku tidak seperti mu"!.ucap Alex akhirnya yang mengejutkan Sean mendengar nya, Alex benar-benar kecewa ke pada putranya


"Kamu tau Sean? Aku Alex Brown tidak pernah mempunyai putra yang tidak bertanggung jawab atas perbuatannya"! ucap Alex menunjuk kepada dirinya, dengan nada suaranya yang begitu mengelengar di seluruh ruangan itu.


"Aku Alex Brown tidak pernah mengajarkan anak-anak ku untuk berkata kasar kepada orang lain, apa lagi untuk perempuan!. Aku Alex Brown tidak pernah mengajarkan Anak-anak ku untuk menutup mata atas kesalahan yang dia buat dan melimpahkan kesalahannya itu kepada orang lain"! jeda Alex dengan menghirup udara sebanyak -banyak mungkin untuk memenuhi rongga paru-parunya, rasanya begitu sesak mengetahui perilaku putranya.


"Dan aku Alex Brown tidak pernah mengajarkan anak-anak ku untuk menjadi pengecut atas semua tindakan dan perlakuannya!. papi sungguh begitu kecewa padamu, kamu fikir perempuan itu akan menyerahkan tubuhnya begutu saja dengan pasrah,? jika kau tidak memaksanya?,apa kau fikir tenaganya sama kuat dengan mu sehingga dia pasrah saja tanpa melakukan perlawanan?, mikir Sean gunakan otak mu!. walaupun perempuan itu begitu mencintaimu dia tidak bodoh mau menyerahkan tubuhnya dan kesuciannya yang telah dia jaga kepada lelaki sepertimu yang begitu pengecut, dan tidak mau bertanggung jawab atas kesalahan mu sendiri. kamu tau perempuan tidak akan menyerahkan mahkota berharganya kepada lelaki, walaupun lelaki itu begitu dia cintai, kecuali sudah di paksa terus menurus!. heh lucu sekali rasanya, kamu dengan begitu bangganya menghina perempuan itu, mencacinya dan bahkan menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi tanpa memikirkan bahwa itu juga kesalahanmu."?Ucap papi Alex begitu menggebu-gebu dengan perasaannya yang begitu kecewa ke pada putra kesayangannya.