Give Me a Chance

Give Me a Chance
Part 25



"Ya. ya karena aku ingin bertanggung jawab saja, tidak ada alasan lain". jawab Sean yang tidak tau harus mengatakan alasannya yang ingin bertanggung jawab.


"Sudah tuan! tidak perlu, anda tidak perlu bertanggung jawab yang membuat anda terbebani saja, lagian anda tidak perlu khawatir saya tidak bakalan hamil".


"Ck, jangan pura-pura menolak ajakan ku, seharusnya kamu bersyukur aku mau menikahimu, banyak perempuan di luar sana yang ingin aku nikahi, tapi kamu malah pura-pura berusaha menolak ku, apa kamu ingin aku bersujud dulu di kakimu dan memohon pada mu, itu yang kamu inginkan agar terlihat aku begitu menginginkamu iya"? ujar Sean yang mulai emosi. "kamu tidak bisa menipuku, aku tau perempuan licik sepertimu bagaimana, ini kan yang memang kamu ingin kan selama ini, dasar licik!, bahkan kau tidak layak bersanding dengan ku,sudah untung kamu mau aku nikahi,seharusnya berterima kasih kepada ku , karena aku masih mau bertanggung jawab. coba kau lihat penampilan mu ini, tidak ada satu pun laki-laki yang ingin menikahimu, jadi berhentilah berekting seakan kamu tidak ingin aku nikahi, bagaimana mungkin kamu tidak ingin aku nikahi, sedangkan dirimu bahkan dengan rela memberikan tubuhmu itu kepada ku, jangan munafik".


Keysha begitu geram mendengar tuduhan yang Sean layangkan buatnya, padahal yang seharusnya marah dirinya, karena di sini dirinyalah yang paling di rugikan.walaupun itu juga salahnya karena dia terbuai akan sentuhan yang di berikan oleh Sean, bahkan dengan rela dirinya mengizinka tubuhnya untuk di jamah dan di sentuh oleh nya. lelaki yang selama ini dia cintai dalam diam selama ini. tapi untuk kali ini dia juga tidak ingin di hina dan di rendahkan lagi oleh Sean, sudah cukup selama ini dirinya diam.


"Stop , kalau kedatangan anda ke sini hanya ingin menuduh saya dan menghina saya, silahkan anda keluar dari sini, anda bahkan tidak tahu saya seperti apa, berhentilah menuduh sesuatu yang tidak anda tahu.silahkan keluar".ujar Keysha yang sudah tidak tahan akan tuduhan yang sering di tuduh oleh Sean. " tidak perlu anda bertanggung jawab,sudah pernah saya katakan sebelumnya, tidak perlu bertanggung jawab".ucapnya menguatkan diri jangan sampai terlihat lemah di depan Sean. "karena aku tidak pernah memintanya, lagian kehidupan seperti apa yang akan aku jalani kalau aku menerima tawaran anda, mungkin kehidupan ku akan seperti di neraka kalau aku menerima ajakanmu untuk berumah tangga dengan mu".


Sebelum melangkah keluar Sean menghentikan langkahnya dan membalikan badannya menatap Keysha." besok jam 10:20 kamu harus siap-siap, aku tidak menerima alasan apapun, mau tidak mau kamu tetap harus menerima tawaranku". ucap Sean dan segera keluar dari kontrakan Keysha.


Mendengar itu semua, Keysha hanya terduduk lemas, air mata yang sedari tadi dia tahan akhirnya tumpah juga.kenapa dia harus merasakan kehidupan seperti ini, kapan kehidupannya berakhir, iya ingin juga merasa bahagia.dia terus menagis, menagisi akan jalan nasip hidupnya yang akan iya jalani kedepannya, bagaimana dia menjalani kehidupannya nanti bila sudah sah menjadi istrinya Sean. bagai mana perlakuan Sean terhadapnya, Sean panti akan memperlakukan dirinya seperti ancamanya barusan.


Dia tau Sean tidak akan main-main dengan ancamanya itu.