Give Me a Chance

Give Me a Chance
Part 20



"Maaf Sir"! ucap Rama membukakan pintu ruangan atasannya setelah mendegar sautan dari dalam.


Mengetahui sekretarisnya yang datang Sean pun segera menatap sekretarisnya.


"Ada apa"?tanya nya "Di mana perempuan itu"?tanya nya lagi yang tidak melihat kedatagan perempuan yang dia suruh panggil.


"Maaf Sir! ternyata nona Keysha sudah berhenti bekerja di sini Sir"! ucap Rama.


"Apa"?. Sean begitu terkejut mendengarnya, bisa-bisanya perempuan itu resign di perusahaannya ketika sedang ada masalah di antara keduanya buat Sean tambah geram saja. "Apa dia ingin menghindar dari permasalahan ini"!?batin nya. "tapi baguslah kalau begitu"!. batinya terseyum menyeringai.


Rama yang melihat atasannya terseyum aneh membuat dirinya merinding, apa sebenarnya yang terjadi dengan atasannya ini! banyak sekali pertanyaan yang ada di benaknya tentang sikap atasannya selama beberapa hari ini.


Tapi sedetik kemudian raut wajah Sean pun berubah murung kembali. " tapi kalau aku membiarkannya seperti itu yang ada papi sama mami makin marah kepada ku". batinya kembali lesu. " makin ribet aja, pakek acara berhenti kerja segala,yang ada sekarang malah aku yang harus mencarinya, bikin susah saja". gerutu Sean.


Rama yang belum keluar dari ruangan atasannya ,jadi semakin heran saja akan kelakuan atasannya, tadi semula seyum seyum sendiri lalu kembali murung, lalu sekarang malah kembali bicara sendiri. dia hanya bisa menggelengkan kepalanya merasa heran . apa bossnya ini lagi kumat sakitnya begitulah isi fikirannya.


"Apa anda ingin pergi tuan"?tanya Rama yang melihat atasannya mulai beranjak dari duduknya.


"Hmmm ayo "! ajak Sean kepada sekretaris pribadinya ini.


Rama pun segera manganggukan kepalanya mengiyakan ajakan bossnya ini.


"Tolong kamu cari tau di mana tempat tinggak perempuan itu". ucap Sean yang enggan sekali menyebut nama Keysha.


"Nona Keysha maksudnya tuan"?


"Glek" rama hanya bisa menelan salivanya saja takut akan tatapan Sean yang seperti ingin memakannya hidup-hidup, padahal dia kan hanya ingin memastikannya saja takut salah, kalau salah kan dia juga yang kena getah nantinya! padahal tujuannya kan baik, tapi yang terjadi sekarang kena juga diakan? .lebih baik sekarang dia diam saja, cari aman.dari pada nanti malah membuat Bossnya marah marah ngak jelas.


Tiba di lantai bawah, Rama dan Sean segera saja menuju ke mobil yang sudah terparkir di depan loby, seorang supir pun sudah berdiri di samping mobil tersebut menyambut kedatangannya. selagi dia ada di kantor Sean pasti akan memakai seorang sopir untuk pergi kemana saja.!. tapi kalau untuk urusan di luar kantor biasanya Sean tidak pernah memakai jasa sopir , kecuali untuk hari ini rasanya dia malas untuk menyetir sendiri karena moodnya begitu buruk hari ini.


Sedangkan Rama walaupun menjabat sebagai sekretaris pribadinya . dia sama sekali tidak pernah menyuruhnya untuk menjadi supirnya, bagi Sean pekerjaan Rama hanya sebagai seorang sekretaris jadi bukan tugas nya untuk menjadi supirnya walaupun hanya sesekali.


"Berangkat sekarang Sir"? tanya pak Jamal membukakan pintu mobil untuk atasannya.


"Hmm"! jawab Sean yang hari ini hemat bicara.


Sean pun segera masuk tanpa ingin berlama -lama berbicara dengan pak Jama.tidak seperti biasanya yang mau menanggapi ucapan pak Jamal.


Pak Jamal pun segera menutup kembali pintu mobil setelah merasa atasannya sudah aman.


sebelum masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudinnya, pak Jamal terlebih dahulu menatap sekretaris Sean sambil bertanya Kenapa dengan atasanya hari ini dengan bahasa isyaratnya.


Rama yang pahampun hanya mengangkat kedua bahunya tanda dia juga tidak tau..


Akhirnya Pak Jamal pun segera masuk takut membuat Sean lama menunggu, dan di susul oleh Rama yang duduk di kursi depan bersebelahan dengan pak Jama.


"Kemana kita Sir"? tanya pak Jamal yang sudah berada di kursi kemudinya. karena sebelumnya beliau belum di beri tahukan kemana tujuan mereka hari ini., baik Sean maupun Rama belum memberi tau kepadanya kemana mereka akan pergi. hanya saja tadi Rama menyuruhnya untuk stay terlebih dahulu di depan loby.