Give Me a Chance

Give Me a Chance
Part 24



Sean terus saja menatap perempuan yang sedang menatapnya ini, dia memperhatikan Keysha sekali lagi dari atas sampai bawah.penampilannya sudah berubah seperti sebelumnya, bahkan dia tidak yakin, perempuan yang di lihatnya tadi benar-benar Keysha apa bukan!? begitu berbeda sekali!, yang tadi terlihat begitu sexy dan cantik, kalau sekarang begitu jelek, culun dan kampungan.


Mengingat penampilan Keysha barusan begitu membuatnya deg deg ser, begitu sempurna bentuk tubuhnya, benar-benar ciptaan tuhan yang paling sempurna, bahkan membayangnya saja membuat dirinya bergairah. sontak saja dirinya mengupat akan fikirannya yang begitu kotor.


"Hey... apa yang kau fikirkan Sean, sadarlah tidak sepantasnya kamu memikirkan dia. wanita ini sama sekali tidak layak ada di dalam fikiranmu, lihat lah dirinya terlihat begitu kacau, jauhkan fikiran kotormu itu, sama sekali tidak pantas untuk kamu hayalkan.tadi itu hanya kebetulan saja! mungkin matamu sedang bermasalah melihat kalau dia seperti bidadari, berhentilah memikirnya, yang harus kamu fikirkan itu Angel dia yang paling sempurna bahkan tidak ada yang mampu mengalahkan kesempurnaanya di matamu, tidak ada yang bisa menggantikan dirinya di hatimu,bahkan perempuan di depan mu ini sama sekali tidak tidak layak bahkan tidak mampu untuk bisa menggantikan posisinya dari hatimu ".batinya menyadarkan dirinya.


"Apa kamu tidak berniat memberiku minuman".ucap Sean kemudian.


"Hmmm" Keysha hanya bisa menarik nafasnya saja , kenapa sekarang Sean begitu menyebalkan di matanya ,tidak seperti hari biasanya yang begitu wibawa, apa karena dirinya belum begitu mengenalnya, makanya tidak tau bagai mana sifat Sean begitu menyebalkan?.Ah dia lupa pria ini memang selalu menyebalkan.


"Tidak ada".jawabnya


Sean menaikan satu alisnya mendegar jawaban yang di berika Keysha.


" Berani sekali dia, apa karena sudah tidak bekerja di tempat ku lagi makanya dia sudah berani berbicara begitu"?batinya.


"Katakanlah apa yang ingin anda bicarakan"! ucap Keyha yang sebenarnya ingin sekali Sean pengi dari tempatnya, rasanya begitu tidak nyaman.


Sean pun akhirnya memutuskan untuk segera mengatakan tujuannya kemari, melihat gelagat Keysha yang seperti ulat bulu, mungkin dirinya tidak nyaman akan kedatangannya.


Sebelum memulainya Sean mengambil nafasnya terlebih dahulu lalu mengeluarkannya kembali.


"Aku akan bertanggung jawab terhadap mu".ucapnya dengan menghela nafasnya.


"A-apa"? ucap Keysha yang tidak yakin akan pendegarannya. benarkah itu Sean? atasanya yang begitu sombong dan angkuh sekarang ingin bertanggung jawab, apa tidak salah apa yang di degarnya?.


"Kamu tidak budeg kan"? ucap Sean dengan ucapanya yang begitu pedas.


Rasanya ingin sekali keysha berikan cabe di mulut Sean yang pedas itu, agar tidak bisa bicara lagi, apa dia tidak bisa berbicara baik-baik tidak perlu berkata sesadis itu.


Padahal diakan hanya shok saja, kerasukan apa mantan atasanya ini sampai mau untuk bertanggung jawab atas perbuatanya, padahal sebelumnya dirinya mati -matian menolaknya!.


"Bukan begitu,! Kenapa"?tanya Keysha.


"Kenapa apanya"?tanya Sean balik


"haays... ini bos kenapa malah jadi bodoh, bukanya menjawab malah nanyk balik"!.batinya


"Maksud aku, kenapa? dan mengapa anda ingin bertangggung jawab, sebelumnya kan anda begitu keras menolaknya, dan sekarang tiba-tiba saja anda datang dan mengatakan ingin bertanggung jawab, why? apa anda salah minum obat"?


Sean mengerutkan keningnya mendengar penuturan Keysha. Ini perempun makin kurang ajar saja le padanya, berani sekali mengatai dirinya salah minum obat segala.batinya yang begitu kesal terhadap Keysha.