
“Hei, kau lama sekali hyung!” kesal Sehun dengan memukul bahu Baekhyun, namun ia masih terdiam memandang Noora.
Kyungsoo merasakan hal aneh yang telah terjadi pada mereka, ia melihat keduanya bergantian. Kyungsoo berdiri dan menampar wajah mulusnya Baekhyun, lalu yang ditampar meringis kesakitan. Sehun, Irene, dan Noora terkejut melihatnya. Baekhyun menatap Kyungsoo terkejut, Kyungsoo hanya menampilkan wajah datar sekaligus kesal.
“Aku dan yang lainnya menunggumu sangat lama, dan saat kau tiba disini hanya terdiam melihat yang bukan milikmu?!” kesal Kyungsoo yang membuat mereka membuang napas lega.
“Kyungsoo?!” kesal Baekhyun kepada Kyungsoo, “Aku bukan teman maupun adikmu sekarang aku adalah bos kalian, mengerti!!” jelas Kyungsoo tegas yang membuat semua terdiam, Baekhyun duduk di depan Noora.
Noora menundukkan kepalanya tak mau melihat pria yang ada didepannya saat ini, ia ragu dengan pria ini apakah ia benar pria itu atau bukan. Irene sedikit penasaran kenapa Baekhyun terus melihat Noora dengan wajah sedih, Kyungsoo terus melihat Baekhyun yang masih melihat Noora.
Baekhyun menghampiri Noora yang terduduk di pojok kolam renang, ia merasakan bahagia sekaligus nyeri pada dadanya. “Noora?” panggil Baekhyun pelan, Noora mendongkakkan kepalanya melihat Baekhyun.
Noora membesarkan kedua bola matanya, ia terkejut Baekhyun berdiri didepannya. Ia melihat Baekhyun tersenyum kepadanya, Baekhyun berjongkok untuk menyesuaikan tinggi mereka.
“Noora. Kau baik-baik sajakan?” tanya Baekhyun yang membuat Noora ingin menangis.
“Kau jahat Gyun Baekhyun, sangat sangat jahat. Apakah kau sengaja ingin meninggalkanku dengan cara berpura-pura sudah meninggal?! Apa kau tahu rasanya ditinggalkan hah?!” jelas Noora dengan amarah dan rasa sakit didadanya.
Baekhyun terdiam saat Noora memukuli dadanya, ia sangat menyesal telah meninggalkan Noora dengan cara bodoh ayahnya itu. Ia terpaksa, sudah ia jelaskan sejak awal, ia sangat menyesal telah meninggalkan perempuan seperti Noora yang sangat mencintainya. Baekhyun mendekap Noora pada dadanya dengan paksa, Noora mencoba membrontak untuk melepaskan pelukan pria ini namun selalu gagal dan melepaskan tangisnya didada Baekhyun. Ia mengelus surai coklat Noora yang halus dan lembut, ia membuang napasnya berat. Noora membalas pelukan Baekhyun dengan sangat erat, ia tak mau pria yang ia cintai pergi lagi.
“Maafkan aku Noora, aku sebenarnya tidak mau melakukan itu tapi,” Baekhyun menggantungkan kalimatnya. Noora melonggarkan pelukannya agar bisa melihat wajah Baekhyun.
“Ayahkulah yang melakukannya, beliau tidak merestui hubungan kita Noora, ayahku mengancamku jika aku meneruskan hubungan kita maka,” Baekhyun menggantungkan kalimatnya lagi yang membuat Noora menyerngitkan kedua alisnya.
Baekhyun tersenyum kecut, “Beliau akan menghancurkan hidupmu, Noora.” Baekhyun terlihat sangat sedih, Noora memeluk tubuh Baekhyun lagi. Ia mencoba membuat Baekhyun nyaman saat ini, ia juga sangat merindukan wangi, dan rasanya memeluk pria ini.
Baekhyun tersenyum sembari mengeratkan pelukannya, “Terima kasih Noora, karena kau dapat mengerti keadaanku. Aku sangat mencintaimu, tolong jangan jauh dariku.” Noora tersenyum, “Akupun sangat mencintaimu, kaulah yang jangan pergi dariku lagi.
Aku hampir saja kehilangan diriku beberapa tahun.” Jelas Noora yang membuat Baekhyun bahagia.
“Noora,” Noora menatap Baekhyun, “Kita tidak bisa bertemu secara terang-terangan,” Noora bingung, “Maksudnya kita bertemu secara diam-diam saja?” Baekhyun menganggukkan kepalanya. “Benar.”
Kyungsoo yang tak sengaja melihat Noora dan Baekhyun di pojok kolam renang tersenyum dan berdecih lalu pergi. Sehun sibuk mengajak Vivi bermain dengannya agar tak bosan, Irene duduk disebelah Sehun. “Sehun, apakah adikku benar sudah menikah?” tanya Irene tiba-tiba yang membuat Sehun menghentikan bermain dengan Vivi. “Ya Noora sudah menikah, katanya kini suaminya sedang ditugaskan ke luar negeri.” Jawab Sehun.
Irene menggigit bibir bawahnya, “Kau tahu nama suaminya?” tanyanya penasaran. Sehun terdiam sejenak, “Ah ya namanya Ong Jihoon, ya Jihoon. Kenapa Noona bertanya tentang adikku?” tanyanya heran. Irene tertawa pelan, “Hah tidak, aku hanya penasaran wujud suami adikmu. Aku hanya ingin tahu haha,” jawabnya.
Keesokkannya Kyungsoo sengaja mengkosongkan waktunya bersama Noora, ia tahu stok pakaian Noora sangatlah sedikit. “Pilihlah pakaianmu, dan jangan pilih yang murah mengerti. Aku tidak mau orang berpikir bahwa aku pelit kepada orang!” lalu Kyungsoo memberikan kartu ATM nya dan memilih duduk dan membaca majalah di toko yang mereka datangi. Noora bingung pakaian apa yang cocok dan nyaman untuk ia pakai, perkataan Kyungsoo sangat membebaninya. Pakaian yang ia beli harus mahal, ia sangat tidak suka uang dihambur-hamburkan hanya untuk membeli pakaiannya.
“Sudah?” tanya Kyungsoo kepada Noora yang sudah menenteng beberapa kantung belanjaan, “Iya pak.” Jawabnya.
Jieun mengajak Baekhyun makan bersamanya, tak sengaja pandangan Baekhyun teralih kepada Noora yang sedang berjalan dengan Kyungsoo.
Baekhyun sedikit kesal dengan itu, mau menghampiri mereka tetapi ada Jieun. Ia mengurungkan niatnya, tangan Jieun yang mengibas di depan mata Baekhyun mengalihkan pandanganya. “Ada apa sayang?” tanyanya, Baekhyun hanya menggeleng lalu berusaha menenangkan dirinya.
“Sayang, kau habis dari man-“ omongannya terhenti saat melihat Noora yang berjalan di belakang Kyungsoo dengan membawa kantung belanjaan. Kyungsoo menatap Irene biasa, “Membelikannya pakaian,” jawabnya singkat. “Ada apa kesini tanpa memberitahukanku?” tanyanya heran, “Aku hanya kangen dirimu, bisa kita makan?” Kyungsoo hanya mengangguk.
Sehun menelpon kakak angkatnya, “Hyung, dimana kau?”
Noora sedang mencuci piring bekas makan Kyungsoo dan Irene, Ibu Neun sedang cuti dikarenakan anaknya sakit parah. Ia sangat kesepian, ia selalu mendoakan keembuhan anaknya Ibu Neun.
Irene menghampiri Noora.
“Noora,” panggil Irene lalu Noora menolehkan wajahnya, “Eonnie?” Irene tersenyum.
Kyungsoo melihat bunga anggrek ungu yang ia tanam bermekaran sedikit demi sedikit, ia heran mengapa bunga itu mekar sekarang. “Bunga itu biasanya tak pernah berkembang, mengapa sekarang mereka berkembang? Sungguh membingungkan.” Ia pergi kedalam rumah.
“Jieun, bisakah kau tidak seperti cicak?” keluh Baekhyun karena Jieun yang menempel terus padanya. “Sayang kita kan akan segera menikah, kau harus terbiasa denganku.” Jelas Jieun yang membuat Baekhyun merinding. Aku tidak mau denganmu bodoh, batinnya.
Kyungsoo mendapatkan telepon tanpa nama, ia mengangkatnya dan diam sejenak sampai orang itu berbicara padanya.
“Uri Namja,” Kyungsoo membulatkan kedua matanya sempurna, ia tak percaya bahwa wanita yang ia sayang sekaligus ia benci menghubuginya lagi setelah lima tahun lamanya.
Terdengar wanita itu menahan tangisnya, “Kau bisa dengar aku, uri namja?” tanya wanita itu. “Mau apa kau menghubungiku?” tanyanya dengan amarah yang ditahan.
Irene pamit pulang kepada Noora, Irene tahu sekarang Kyungsoo mungkin sangat sibuk dengan urusan kantornya.
“Dengarkan aku dulu Kyungsoo!” Kyungsoo sangat dipenuhi amarah, tidak biasanya ia semarah ini bahkan Noora bisa mendengar teriakan Kyungsoo dikamarnya.
Noora berlari menuju kamar Kyungsoo, ia terkejut saat vas bunga dilempar kearahnya. “Bisakah kau pergi dengan mengucapkan beberapa kata untukku? Bisakah kau berpamitan denganku secara baik? Tidakkan, jadi tolong biarkan aku menjalani hidupku yang baik dan tenang tanpamu lagi!!!” ia menutup teleponnya lalu melemparkannya kesembarang arah. “Aish!!” ia memukul tempok putihnya, Noora takut melihat Kyungsoo seperti ini.
Mata Kyungsoo melihat Noora yang berdiri didepan pintu kamarnya, ia menghampiri Noora dan mencium bibir oranyenya.
Sehun menatap langit malam dan merasakan hembusan angina yang menerpa dirinya, ia merasa sangat cemas kepada adikknya. “Semoga kau baik-baik saja ya.” Lalu ia menatap layar ponselnya dan tersenyum.
Kyungsoo melepas tautan bibirnya dari bibir Noora, ia mengambil napas pelan-pelan. Ia sudah melakukan hal yang salah, ia bodoh sangat bodoh. Noora tak berani menatap Kyungsoo, ia malu sangat malu. “Maaf.” Noora memandang wajah Kyungsoo, “Aku tidak berniat melakukan ini padamu, aku hanya sedang kesal. Maaf.” Ia memundurkan tubuh Noora pelan untuk keluar dari kamarnya lalu menutup pintunya. Noora terdiam, ia juga tidak mau menerima ini. Ia sangat prihatin pada Kyungsoo, “Aku hanya, ingin kau tenang tidak marah-marah seperti tadi.” Noora pergi menuju kamarnya dengan raut wajah tak biasanya.
Wanita berkulit putih, bertubuh kecil, berambut pendek hitam kecoklatan serta menggunakan pakaian kasual itu menekan bel rumah Kyungsoo. Noora yang mendengar ada tamu langsung membukakan pintu rumah, ia tersenyum padanya.
“Apakah ada Kyungsoo?” tanyanya sopan, Noora mengangguk lalu menyuruhnya masuk dan menunggu diruang tamu.
“Pak, ada tamu yang ingin bertemu, dia seorang wanita.” Kyungsoo menjawabnya dengan deheman. Ia berjalan menghampiri sang tamu berada, saat ia melihat wajahnya ia membulatkan kedua matanya sempurna.
“Ryu Wendy?!” Wanita itu hanya menunjukkan senyuman lebarnya.
Noora mendapat pesan dari Baekhyun, ia ingin menemui dirinya di kafe yang agak jauh dari lingkungannya. Noora pergi tanpa meminta izin dari Kyungsoo, karena sedang mengobrol serius dengan tamu tadi.
Sesampainya ia di kafe tersebut nampaklah Baekhyun yang melambaikan tangannya dengan sebuah senyuman pada wajahnya, ia menghampiri Baekhyun dengan sedikit berlari.
“Hei, kenapa malah berlari? Jika terjatuh bagaimana hah?” khawatir Baekhyun kepada Noora yang tidak berubah jika bertemu dengannya yaitu seperti anak kecil. “Maaf, aku hanya ingin cepat-cepat bersama denganmu.” Jawabnya dengan senyuman manis yang membuat Baekhyun jatuh padanya.
Mereka sibuk bercanda, tertawa, mengobrol sampai mereka tak menyadari bahwa ada yang memantau mereka dari kejahuan.
“Halo bos, mereka ada disini.” Kata simata-mata yang menjawab telpon dari bosnya.
“Noora,” panggil Baekhyun dengan nada sedikit manja.
Noora hanya menatap Baekhyun sembari meminum kopi hangat yang dipesan Baekhyun.
“Bisakah kita menghabiskan waktu lebih lama lagi hari ini?” tanya Baekhyun tanpa ragu.
Noora tersenyum, “Itu sebenarnya yang ingin aku ucapkan juga kepadamu, tapi aku malu mengatakannya padamu.” Jawab Noora malu.
Baekhyun tersenyum lebar, ia sangat-sangat rindu dengan yeojachinggu nya ini. Ia mengelus kedua tangan Noora lembut, Noora tersenyum manis kepadanya yang membuat Baekhyun selalu jatuh pada wanita ini.
“Terkadang, aku mungkin melepaskan tanganmu karena segala hal yang sulit. Tapi aku tahu, kamu adalah segalanya dalam hatiku!” Wendy menyentuh lutut Kyungsoo.
Kyungsoo menatap dingin Wendy, ia sungguh membenci wanita ini.
“Apakah kau tahu Soo, bahwa aku mengalami waktu yang sangat sulit tanpa adanya dirimu disampingku?!” Wendy mulai meneteskan air matanya.
Kyungsoo menyergitkan kedua alisnya, ia berpikir bahwa wanita ini sedang mendrama di hadapannya. Ponselnya nyala, ada pesan dari Irene untuknya, tetapi ia abaikan. Kyungsoo membuang napasnya kasar, ia menatap Wendy kembali.
“Bisakah kau ngomong langsung pada intinya saja, aku orang yang sibuk. Aku tidak mau membuang waktuku yang berharga hanya untuk berbicara denganmu, Ryu Wendy!” Kyungsoo mengatakannya penuh dengan penekanan.
Wendy menarik napasnya dalam, ia menatap Kyungsoo serius.
“Anak, aku sudah mempunyai anak.” Katanya yang membuat Kyungsoo berdecih tertawa singkat.
“Lalu apa hubungannya denganku anak itu?” tanya Kyungsoo dengan tertawa singkatnya,
“Ah, apa kau datang kemari hanya untuk memberitahukan ini kepadaku, dan aku akan mengurus anakmu itu hah? Itu dulu, saat aku sangat mencintaimu. Tapi sekarang sangatlah berbeda, Ryu Wendy!” kesal Kyungsoo.
“Tapi anakku itu anakmu juga Kyungsoo! Dia putri mu, darah dagingmu!!!” teriak Wendy kepada Kyungsoo dan membuatnya terkejut.
“Apa?! Sekarang kau bilang anak itu anakku? Darah dagingku?! Kau sangat murahan Ryu Wendy! Aku tidak sebodoh yang kau pikirkan, aku bukanlah Yeon Kyungsoo yang dulu!” jelasnya dengan amarah.
Wendy menutup matanya, ia memedam amarahnya juga, “Yeon Kyungsoo, jika kau tidak percaya padaku. Kau bisa cek darahmu dengannya, kau boleh melepas tanggung jawabmu padaku tetapi kau tidak boleh melepas tanggung jawabmu terhadapnya!” jelasnya dengan menahan amarahnya selama ini.
Kyungsoo terdiam dengan matanya yang membulat, Wendy berdiri dari duduknya. Ia melangkahkan kakinya untuk keluar dari rumah ini, baru saja empat langkah, ia berhenti dan membalikkan tubuhnya.
“Datanglah ke apartemen Hongdong, lantai 4 nomor 204. Kami tinggal disana, aku pergi.” Pamitnya lalu melanjutkan langkahnya.
Kyungsoo lalu menatap tubuh kecil wanita itu dan perlahan menghilang, ia kali ini tidak bisa berbicara apapun. Dipikirannya hanya memikirkan penjelasan Wendy tadi, ia berencana akan datang ke apartemen Seungwan untuk mengecek apakah benar perkataan Wendy tadi.
From : Bae Irene
Sayang, apakah kamu baik-baik saja?
Mengapa teleponku tidak kau jawab?
Baiklah, jika kau ada waktu, tolong hubungi aku ok.
I love you❤
Read✔✔