
"Ya kalau begitu Jangan lupa kakak juga harus memberitahu papi sama mami, jangan suruh jesslyn, jesslyn ngak mau.untuk soal Keysha kakak juga harus menyampaiknnya sendiri Jesslyn juga ngak mau tau". ujarnya yang geram kepada kakaknya. bisa bisanya kakanya ini memberi syarat yang tidak masuk akal.
"Udah keluar sana ngenganggu aja".usir Jesslyn yang kesal terhadap kakaknya.
"Kamu ngusir kakak"? tanya Sean yang tidak terima kalau adiknya mengusirnya.
"Iya! kenapa memangnya ngak terima? udah keluar sana! pokoknya kalau kakak masih juga mempertahankan syarat yang ketiga kakak itu jagan pernah bicara dengan Jesslyn lagi"! ucap nya yang segera mendorong tubuh kakaknya untuk keluar dari kamarnya.
"Hey apa yang kamu lakukan"?tanya Sean yang masih mempertahankan posisinya. dia tidak terima atas perlakuan adiknya ini sebisa mungkin dia mempertahankan tubuhnya dari dorongan Jesslyn.
"Aku tidak perduli, yang jelas sekarang kakak keluar dari kamar ku".ucapnya dengan nafas gosgosan karena terus mendorong tubuh kekar kakak nya itu.
Dia pun terus berusaha mendorong Sean sekuat tenaganya ,mungkin sampai menggunakan tenaga dalam nya supaya bisa mengalahkan lelaki menyebalkan ini.
"Brakk". bunyi pintu yang tertutup begitu keras.
"Huff . lelas sekali rasanya "! ujar Jesslyn yang menghembuskan nafas kasar. dia begitu gosgosan menghadapi Sean,. "Kuat sekali dia, bikin lemas saja".gumam Jesslyn yang segera merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya.
Sedang kan Sean yang berada di luar kamar Jesslyn begitu murka terhadap adik kesanyangannya itu. Dia masih mengetuk pintu kamar adik nya begitu kuat dia tidak terima akan perlakuan adiknya ini. "Jess. jesslyn buka pintunya". panggilnya yang sama sekali tidak mendapat sautan dari dalam.
"Dasar adik kurang ajar".teriaknya begitu kuat agar dapat di dengar oleh adiknya. "awas kamu ya".ancamnya yang segera berlalu dari depan kamar Jesslyn.
Jessslyn yang berada di atas tempat tidurnya sama sekali tidak takut akan ancaman yang di layangkan oleh kakaknya itu .
"Ancam trossss..".ucapnya "Hufff dasar! berani nya gancam".gumamnya kemudian segera memejamkan matanya yang terasa mengantuk akibat kelelahan berurusan dengan Sean.
Sedangkan Sean yang masih marah terhadap adiknya. sedari tadi mulutnya tidak berhenti henti asik mengumpati adiknya dengan kata -kata kasarnya.
"Kurang ajar sekali anak itu, itu akiban dia bergaul dengan perempuan itu, sudah berani melawanku. Dasar perempuan si""ln".ucapnya. "Awas saja akan aku beri pelajaran perempua itu".
Dia yang sedang marahpun segeran mengambil kunci mobilnya, lebih baik sekarang dia ke kantor, agar pikiran nya lebih tenang sedikit.
Di tempat lain, Keysha baru saja siap membereskan mejanya, rupanya dirinya tidak perlu menunggu beberapa hari lagi, untuk bisa keluar dari perusahaan Sean. ternyata hari itu juga dia mendapatkan pengganti posisi dirinya di perusahaan ini jadi dia bisa resing dalam hari itu juga.
"Kamu beneran ingi resign dari sini Key"? tanya Diana yang merasa sedih . karena teman satu kantornya ini , dan begitu baik selama ini mendadak ingin resign tanpa mengatakan apapun.
"Iya".jawab Keysha dengan senyum seperti biasanya.
"Kenapa"?tanya Diana yang kecewa mendengar jawaban dari Keysha.
"Hanya ingin keluar saja, lagian aku ingin mencari pekerjaan baru dan tentunya pengalaman baru juga".
"Kenapa tiba-tiba? Apa ada masalah, cerita sama aku Key"!ujar Diana.
"Ngak ada memang ingi resing aja bosan juga kan bekerja di sini, jadi... aku hanya ingin merasakan pengalaman baru saja.
"Kamu pasti bohong, jujur sama aku Key aku janji ngak balalan bocorin rahasiamu" . ujar Diana sambil mengangkat dua jarinya berbentuk huruf v.
"Apaan sih, aku beneran memang ingin cari pekerjaan baru saja"! ujar Keysha menyakinkan Diana sebab dia keluar dari pekerjaan nya ini.
Padahal Diana tahu Keysha begitu semangat bekerja di sini tiap hari, tidak mungkin dia resing kalau tidak ada masalah yang membuatnya memang harus keluar dari perusahaan ini.