Give Me a Chance

Give Me a Chance
Part 21



Sebelumnya Rama terlebih dahulu memberitahukan kemana tujuan atasannya kepada pak Jamal yang bertanya kepada tuannya karena belum sempat dia beritahukan tujuan mereka.


Dan setelah menempuh perjalannan yang hampir setegah jam perjalanan dari kantornya, akhirnya mobil yang di naiki oleh Sean sampai juga di tempat tujuannya yaitu kosnya Keysha.


Sean pun menyuruh supirnya untuk segera menghentikan mobilnya.dan pak Jamal yang mendegar perintah dari atasannya pun segera menepikan mobilnya agak kesamping. memberi jalan kepada kendaraan lain yang lalu lalang, agar tidak terganggu oleh mobil mereka.


"Kamu yakin ini tempat tinggalnya"? tanya Sean ke pada Rama.


"Hm benar Sir, kalau mengikuti petunjuk yang ada sudah benar sir, ini tempatnya"!.ucap Rama yang taku, dia juga tidak yakin akan informasi yang ia dapatkan, iya hanya dapat berdoa saja di dalam hatinya semoga saja tidak salah, dia tidak akan tahu apa yang akan terjadi kepada dirinya kalau petunjuk yang dia berikan itu salah , yang jelas dia harus siap menerima segala konsekuwensi yang di berikan oleh Sean.


"Ck. kamu ini, memangnya tidak kamu pastikan terlebih dahulu"?tanya Sean


"Ma-maaf Sir saya tidak sempat, karena tadi Sir menyuruh saya untuk cepat-cepat".jawab Rama gugup takut melihat raut wajah Sean yang sedang menahan geram terhadapnya.


"Ck. alasan saja"! Sean menghela nafasnya untuk meredakan emosinya yang beberapa hari ini bawaanya marah-marah saja . apa lagi sekarang setelah mendegar jawaban yang di berikan oleh sekretarisnya membuat dia ingin memakinya saja . " lebih baik aku turun saja untuk memastikannya sendiri, percuma aku menggajimu banyak-banyak mengurus itu saja tidak becus". ucap Sean yang segera keluar dari dalam mobilnya dan segera melangkah ke kontrankan yang di tempati Keysha.


Rama yang mendegar omelan bossnya hanya dapat menelan salivanya saja, jatungnya sungguh berdegup begitu kencang, sungguh membuatnya begitu khawatir, setelah sekian lama dia bekerja dengan Sean baru kali ini dia melihat Sean marah, rasanya posisinya pun begitu terancam dia berharap permasalahan yang di hadapi oleh atasannya segera bisa teratasi dan bossnya kembali seperti semula, tidak galak seperti sekarang ini.


Tok


tok


tok


"Assalamualaikum. permisi". ucap Sean yang mengetok pintu rumah seseorang yang menurutnya, rumah pemilik kos kosan ini.


Beberapa menit menunggu, keluarlah seorang ibu-ibu dari dalam rumah tersebut.


"Hmmm sebelumnya perkenalkan nama Saya Sean, saya ke sini mencari teman saya, apa benar yang ngekos di sini ada yang berna Keysha"?tanya Sean datar . walapun begitu Sean begitu sopan ketika berbicara dengan ibu tersebut.


Dia memang lelaki yang begitu baik dan sopan terhada orang yang lebih tua darinya walaupun ada sisinya yang sedikit berbelok, tapi dia paham akan sopan santun.


" Oh ada"!jawab ibu tersebut.


"Apa saya boleh tau yang mana kamarnya"?tanya Sean .


yang membuat ibu tersebut mengerutkan keningnya mendegar apa yang di tanya oleh lelaki di depannya ini, ibu itu pun meperhatikan penampilan Sean dari atas kepala sampai ujung kakinya, tidak ada yang mencurigakan tetapi dirinya harus tetap waspada, karena jaman sekarang banyak yang berpenampilan bagus tapi ujung-ujung nya penjahat juga.


" Ibu tidak perlu khawatir saya tidak akan berbuat jahat kok". ucap Sean yang tau akan tatapan yang di berikan oleh perempuan di depannya ini,. " saya hanya ingin bertemu dengan teman saya saja bu, sebab saya sudah lama tidak bertemu dengannya, mendengar dia ada di sini saya langsung mencarinya". ucap Sean berbohong untuk menyakinkan ibu pemilik kos ini yakin.


Ibu tersebut tidak langsung menjawab pertanyaan Sean , setelah beberapa menit saling terdia akhirnya ibu kos tersebut pun mengijin kan Sean untuk menemui perempuan yang namanya di sebut tadi. "Iya saya akan mengizinkan kamu bertemu dengannya, tapi awas kalau kamu berbuat yang tidak-tidak atau keributan di sini dan menganggu ketrentraman penghuni kos saya, awaa saja".ucap ibu tersebut mengancam. "kamar No 6 , jangan lama-lama karena di sini bukan tempat laki-laki" . ucap ibu itu lagi.


"Iya terima kasih". ucap Sean yang berlalu dari hadapan pemilik kos kosan itu.


Sean pun segera melangkah ke arah kamar yang di beritahukan oleh ibu tadi, dan dia pun segera mengetok pintu tersebut terlebih dahulu.


"Iya tunggu". sahut seorang perempuan di dalam kamar tersebut.


Pintu pun terbuka,. "Siapa ". tanya perempuan tersebut yang tidak asing dengan postur tubuh seorang lelaki yang ada di depannya. dia tidak bisa memastikan apa benar lelaki yang ada di hadapanya ini adalah lelaki yang sangat iya kenal. karena dirinya sama sekali tidak bisa melihatnya, karena lelaki tersebut membelakanginya.


Sean yang cukup kenal dengan sura tersebut pun segera membalikkan badannya dan.


"Kamu".