Give Me a Chance

Give Me a Chance
The New Year!!



Kyungsoo side :



Aku sekarang harus mengunjungi Lay hyung di Cina, dia adalah orang satu - satunya orang yang bisa menghiburku selama ini. Kini aku tiba di Bandar Udara Internasional Huanghua Changsha, Tiongkok untuk menemui Lay Hyung. Aku melihat Lay hyung yang duduk menungguku di starbucks bandara, aku menepuk bahu Lay hyung dan langsung menyuruhku duduk.




Author side :



Lay mengerti dengan keadaan Kyungsoo saat ini, ia hanya dapat menemani keseharian Kyungsoo di negaranya dan mencoba menghiburnya.




Saat Kyungsoo menuju rumah pribadinya di China, ia bertemu dengan Jieun tunangannya Baekhyun direstoran khas Korea.


“Baek tidak ikut denganmu ?” tanyanya Kyungsoo sembari meminum kopi hangat.


Jieun hanya tertawa renyah,



“Dia sedang sibuk mengurus perusahaanmu itu oppa.”


Kyungsoo tersenyum mendengar jawaban Jieun, memang benar ia yang menyibukkan semua orang yang bekerja diperusahaannya. Jieun sudah akrab dengan Kyungsoo sejak ia berpacaran dengan Baekhyun tiga tahun yang lalu, ia juga semitra dengan Irene dalam bidang fashion.



”Irene eonni, aku mendengar bahwa ia sedang dirawat dirumah sakit. Lalu kenapa oppa malah ke China?” tanyanya penasaran.


Kyungsoo mengacuhkan pertanyaan Jieun dan ia memilih menelpon seseorang yang membuat Jieun mencebikkan mulutnya.



“Noora?” kaget Sehun saat ia melihat adiknya berada dirumah Kyungsoo.



Noora menolehkan pandangannya ke arah sumber suara, “Oppa ?” kagetnya juga.


Sehun berjalan sedikit cepat agar berhadapan dengan adiknya itu, ia memperhatikan setiap tubuh adiknya.



Sehun membuang napasnya lega, ia tersenyum melihat Noora adiknya baik – baik saja.


“Hei, kau membuatku cemas !” memeluk Noora sangat erat.


Noora hanya menikmati hangatnya dipeluk oleh sang kakak kembali, ia sangat merindukannya. Ia tersenyum dalam pelukan sang kakak, ia membalas pelukannya dengan mengusap punggung Sehun.



“Oppa, aku sangat merindukanmu,” ucapnya dan Sehun tersenyum lebar.


“Kau kenapa bisa berada disini, dimana suamimu?” tanya Sehun bingung.


Noora terdiam, mana mungkin ia bilang pada kakaknya bahwa calon suaminya telah meninggal saat mereka akan menikah. Noora telah berbohong tentang ia sudah menikah, Sehun melihat raut wajah Noora yang tampak ragu.



“Apa suamimu itu adalah Yeon Kyungsoo?!” pikir Sehun yang membuat Noora terkejut.


“Tidak, bukan dia, hanya saja..” ia sedikit berpikir


Sehun menatap Noora curiga, Noora tersenyum dan memeluk Sehun kembali.


“Dia sedang bekerja diluar negeri, makanya dia menitipkanku pada sahabatnya yaitu pak Kyungsoo.” jelasnya bohong.



Sehun tertawa mendengarnya, Noora melepaskan pelukan mereka. Ia bingung kenapa kakaknya tertawa geli seperti itu.


“Kau memanggilnya pak Kyungsoo, apakah dia terlihat tua dimatamu? Haha,” Noora tertawa malu, apakah ia salah memanggilnya pak Kyungsoo pikirnya.



Tadinya Sehun ingin mengambil berkas yang berisikan data perusahaan Turki diruang kerjanya Kyungsoo namun ia dipertemukan oleh adiknya yang telah lama tidak ia temui dirumah bosnya itu. Dan Sehun lebih memilih bersama Noora dulu baru mengambil berkas suruhan Kyungsoo.



Dirumah sakit Irene masih belum siuman, keadannya sangat lemah sejak peristiwa Gayoung dan Kyungsoo. Sang ayah tuan Bae marah besar kepada Kyungsoo, nyonya Lee ibunda Irene setia memandangi wajah sang anak yang terbaring lemah. Dokter telah memeriksa keadaan Irene empat kali dalam dua hari, namun belum ada hasilnya yang baik.



Sedangkan Kyungsoo ia menikmati liburannya di China berama Zhang Lay dan beberapa orang mitra kerjanya di China. Ponsel Baekhyun bergetar dalam kantong celananya, saat ia melihat nama Jieun yang tertera dilayar ponselnya ia hanya membuang napasnya lalu mengangkatnya.



“Kenapa ?” tanyanya malas.


Jieun mengerutkan kedua alisnya, “Sayang, kamu lupa ya besok aku pulang ke Korea, Seoul?” tanyanya kembali.


“Mau aku jemput ?” tanya Baekhyun ke intinya.


Jieun merasa bahwa nada bicara Baekhyun kini sangat tidak mood, ia mencoba menetralkan nadanya agar Baekhyun kembali mood.


”Pastinya dong, kamu kan tunangan aku. Kita akan segera menikah.” Jieun memanis-maniskan nada suaranya yang membuat Baekhyun berdecih.


“Aku tutup teleponnya, ada urusan mendadak.” Baekhyun memutuskan sambungan telepon secara sepihak.


Jieun dibuat aneh oleh tingkah Baekhyun, apa ia sudah ingat masa lalunya kah, pikirnya yang membuat dirinya khawatir.



Sehun melihat Baekhyun yang masih bergelut dengan beberapa berkas di samping kanan dan kirinya yang masih menumpuk. Ia menghampiri Baekhyun dan memberikan kopi hangat yang tadi ia beli di starbuks.


“Ah, terima kasih.” Baekhyun menerima kopinya lalu meminumnya.


Sehun duduk di samping meja Baekhyun, ia menatapi berkas-berkas itu. Tunggu, sepertinya Sehun tahu salah satu berkas itu, ia mengambilnya lalu membacanya.


“Ini kan berkas perusahaan yang akan bangkrut, kenapa berkas perusahaan itu kau urus?” tanya Sehun sembari memandangi berkas itu.


Baekhyun melihat sekeliling ruangan lalu mendekatkan mulutnya pada telinga Sehun, “Perusahaan itu akan dibeli oleh Kyungsoo, tetapi sebelumnya dialah yang membuat perusahaan itu bangkrut.” jelasnya.


“Jadi maksudmu, Kyungsoo hyung ingin menguasai semua perusahaan di kota Seoul ini?” kejutnya dengan mata yang membulat besar.


Baekhyun menganggukkan kepalanya, ia ingin Sehun merahasiakannya dari semua pegawai dan orang-orang. Baekhyun dan Sehun adalah pegawai kepercayaannya Kyungsoo dan telah dianggap seperti kakak dan adiknya Kyungsoo. Sehun sungguh tidak percaya, padahal Kyungsoo sudah memiliki beberapa perusahaan di Negara-Negara lain lalu mengapa masih ia belum puas, itulah pikir Sehun.




Sudah seminggu Kyungsoo belum pulang ke korea, tapi sore ini media mendapatkan kabar bahwa Kyungsoo akan tiba di korea malam ini. Gayoung yang mendengar berita kepulangan Kyungsoo langsung menuju Bandar Udara Internasional Incheon untuk menyambutnya.


Benar saja, malam ini pukul 8 malam Kyungsoo tiba di korea dengan selamat. Para paparazzi dan media langsung menyerbu isi bandara, mereka tidak mau ketinggalan berita tentang tuan muda Yeon Kyungsoo pengusaha tersukses korea. Bahkan para penggemarnya dari yang termuda sampai dewasapun berdatangan, Kyungsoo sangat tampan makanya itu ia idolakan juga oleh para remaja dan banyak orang.




Gayoung sudah mengirimi pesan kepada Kyungsoo bahwa dirinya berada di bandara, tetapi belum ada balasan dari Kyungsoo. Irene yang masih lemahpun hanya bisa melihat Kyungsoo dalam layar Tv nya, Irene sudah mengirimkan pesan kepada Kyungsoo bahwa dirinya kini sudah baik-baik saja namun Kyungsoo hanya membalasnya dengan ‘Ya’ atau ‘jaga dirimu’, ya hanya itu saja.




Para paparazzi langsung memotret Kyungsoo dan para reporter langsung menanyainya hal-hal yang sedang panas terjadi diantara hubungan Kyungsoo, Gayoung, dan Irene namun Kyungsoo tidak banyak bicara, ia hanya tersenyum lalu masuk dalam mobilnya. Gayoung yang melihat Kyungsoo yang pergi begitu saja langsung pulang kerumahnya, percuma saja menemuinya karena banyak paparazzi dan media. Besok adalah malam terakhir di tahun 2018, rencananya Kyungsoo akan mengadakan acara malam tahun baru yang membuat semua orang tak akan melupakannya.




Noora yang sedang membereskan bekas makannya masih merasakan nyeri pada telapak tangannya walapun sudah seminggu tapi tetap saja luka yang dalam tidak akan cepat sembuhnya. Ibu Neun yang melihat tuan mudanya masuk kerumah langsung menyapanya, Kyungsoo hanya memberi salam sebentar lalu tak sengaja matanya mengarah kepada Noora yang rupanya sedang mengibaskan tangannya yang masih terluka akibat dirinya.


Noora yang melihat Kyungsoo langsung menyapanya, “Oh, selamat malam pak.” sembari membungkukkan badannya.


Kyungsoo melihat Ibu Neun, “Bi kenapa bukan kau saja yang mencuci piring?” tanyanya dengan wajah sedikit kesal dan wajah datarnya.




Ponsel Kyungsoo bergetar memunculkan satu notifikasi pesan dari seseorang kepercayaannya, iapun menggeserkan tombol kunci layar ponselnya.


“Right on target !”, ia langsung memutar sebuah instrument musik yang tenang lalu memejamkan matanya.




Noora yang terduduk disofa kamarnya menangis membayangka betapa hancurnya tubuh kekasihnya itu, hanya terlihat cincin jadian mereka yang masih terpasang di jari manis kekasihnya itu. Malang, ya Noora perempuan yang malang akan nasibnya. Kenapa Tuhan merenggut nyawa kekasihnya saat mereka akan menikah, kenapa harus terjadi padanya kemalangan ini. Noora menghapus air matanya saat pintu kamarnya ada yang membukanya, iapun menolehkan pandangannya kepada sosok pria yang kini memandangnya dengan tersenyum. Noora terkejut, ia berlari kecil dan langsung memeluk pria itu.


“Kemana saja kau hah, aku tidak bisa hidup tanpamu.” keluh Noora pada pria bertubuh kecil itu.


“Aku selalu ada disampingmu sayangku, Noora.” jawab pria itu sembari mengelus surai panjang Noora.


Noora memeluk tubuh pria itu dengan erat, ia tidak mau pria itu pergi lagi darinya. Namun, pria itu melepaskan pelukannya pelan lalu Noora melonggarkan pelukannya agar dapat melihat wajah kekasihnya itu.



“Maafkan aku Noora, aku janji akan kembali padamu, secepatnya.” lalu pria itu menghilang begitu saja.


Noora tampak sedih kembali, ia menengok ke samping kanan, kiri, dan belakangnya namun kekasihnya itu tidak menampakkan dirinya lagi. Noora terduduk dilantai, ia menangis sekencang-kencangnya, hatinya sungguh sakit. Ia terus menyebutkan nama kekasihnya, ia langsung membuka kedua matanya yang ia lihat hanya Kyungsoo di hadapannya. Ia langsung terbangun dari tidurnya. Kyungsoo tampak mengerutkan kedua alisnya, ia bingung harus mengatakan apa pada Kyungsoo.



“Ada apa denganmu?” tanya Kyungsoo khawatir.


Noora menangis di dada bidangnya Kyungsoo, ia menangis tersedu-sedu. Kyungsoo terdiam melihat Noora menangis padanya. Kyungsoo mengangkat satu tangannya untuk mengelus surai coklat Noora, hanya itu yang ia bisa untuk menenangkan seorang perempuan. Kyungsoo merasakan dadanya sakit saat mendegar tangisan Noora saat ini, ia juga merasakan bahwa Noora memeluknya semakin erat.




“Sudah siap?” tanya Baekhyun yang dijawab anggukkan oleh Sehun.


Sehun membawa salah satu keluarganya hari ini yang membuat Baekhyun dan Kyungsoo gemas lihatnya.


“Vivi, ayo duduk!” yang dijawab guk guk oleh vivi.


Vivi pun duduk manis, Baekhyun mengusap bulu putih bersih vivi.


“Good boy!!” ucap Sehun dan Vivi mengelel seperti sedang tertawa


“Wah Sehun, bagaimana kau merawat vivi menjadi segemuk ini hah?” tanya Baekhyun tak percaya.


Sehun tersenyum, “Dengan memberikannya makanan empat sehat lima sempurnalah hyung.” jawabnya sembari mengelus Vivi.


Baekhyun tertawa renyah, bukan Sehun jika jawabnya tepat cepat, Baekhyun sudah mengenalnya lama. Kyungsoo tertawa pelan melihat tingkah keduanya yang lucu, Kyungsoo mengundang keluarga Irene, keluarganya serta para media untuk datang ke perusahaannya sore ini tak lupa ia membawa Noora dan bibi Neun untuk ikut dalam acara malam tahun baru, oh ya dan Gayoung pun diundang. Karena malam tahun baru harus sangat spesial, apalagi kini ia akan mempunyai bayi dari rahimnya Gayoung yang kini berusia enam bulan. Kyungsoo bilang bahwa Gayoung sedang hamil kepada para media dan membuat mereka antusias datang untuk menerima konfirmasi yang akurat untuk mereka. Sangat baikkan Yeon Kyungsoo, ia bela mengorbankan waktunya yang sibuk hanya untuk acara malam tahun baru.


Sore haripun tiba, Kyungsoo mempersilahkan para pegawai datang dengan pakaian bebas kerena hari ini hari terakhir di tahun 2018.




Kyungsoo sendiri memakai motorcycle gang style, Noora dan ibu Neun berangkat menggunakan mobil cadangan Kyungsoo yang tak kalah mahal dari tiga mobil pribadinya. Kyungsoo memberikan pakaian yang ia beli dari perancang terkenal kepada Noora, Gayoung, dan Irene untuk mereka pakai di pesta malam tahun baru. Baekhyun sangat kesal dengan tingkah Jieun yang menyuruhnya menemani Jieun yang berbelanja berlebihan untuk mereka pakai, sedangkan Sehun sibuk memilih pakaiannya dan Vivi untuk dipakai di pesta malam tahun baru.



Dalam gedung perusahaannya Kyungsoo sudah didekor rapih dan menakjubkan, semua orang pasti akan sangat terkagum-kagum melihat dekorasi yang seperti ini.


Semua orang kini sudah berkumpul, para media dan paparazzi sama, mereka tengah menunggu kedatangan sang tuan muda, Yeon Kyungsoo datang. Tak lama Kyungsoo tiba dengan menggunakan motor besarnya yang antik dan mahal, semua orang yang berada diluar maupun didalam dibuat kagum olehnya. Jongsuk hanya menggelengkan kepalanya melihat gaya sang adik yang lebih keren darinya, Irene melihat geram Gayoung yang tersenyum lebar dan menghampiri Kyungsoo.


“Ah maaf, maafkan saya nona.” Noora tak sengaja menyenggol lengan Irene.


Irene tersenyum, “Tidak apa-apa.” ia mengalihkan pandangannya menuju Sehun dan menghampirinya.


“Sayang, kau sangat keren. Aku mencintaimu.” Gayoung berani mencium pipi Kyungsoo.


Para tamu langsung berbisik-bisik, Kyungsoo tidak peduli, ia langsung masuk kedalam gedung dan memulai pestanya dengan menggandeng lengan Gayoung.


“Baiklah para hadirin, saya ucapkan terima kasih telah datang kepesta malam tahun baru ini. Seperti yang kalian ketahui, bahwa saya jarang sekali mengadakan pesta seperti inikan?” tanya Kyungsoo dengan menyodorkan mikrofon kedepan.


“Ya!!” jawab para tamu keras.


Kyungsoo tersenyum, “Baiklah, saya akan mempersilahkan kalian makan makanan dan minum minuman yang sudah saya siapkan. Selamat menikmati hidangannya.” Kyungsoo menyimpan mikrofon di meja lalu turun menikmati suasana pesta.


Saat Irene berjalan kearah Kyungsoo, tiba-tiba Gayoung langsung berlari dan merangkul lengan Kyungsoo pada lengannya lalu Irene berhenti dan memandang mereka.


“Sudah kubilang jangan berlari, kau kan sedang hamil!” kesal Kyungsoo pada Gayoung, namun Gayoung hanya tersenyum.


“Maaf sayang, oh ya, apakah kau mempersiapkan hadiah untukku malam ini?” tanya Gayoung penasaran.


Kyungsoo mengelus surai coklatnya Gayoung, “Ada dong, tapi kejutan khusus untukmu.”


Gayoung tersenyum lebar, ia menyandarkan kepalanya dibahu Kyungsoo yang membuat Irene berdecih. Noora yang sedari tadi memperhatikan raut wajah Irene yang kesal, ia menghampiri Irene.


“Maaf nona, apakah anda sedang kesal?” tanyanya langsung yang membuat Irene bingung menjawabnya.


Irene mengibaskan lengannya seraya berkata tidak, “Hei, aku bukan kesal karenanya hanya-“


“Hanya kau cemburu melihat pak Kyungsoo dan calon istrinya?” lanjutnya yang membuat Irene kehabisan kata-kata untuk mejawabnya.


“Ada apa ini noona, eoh Noora?”, Sehun terkejut melihat Noora juga datang.


Irene kebingungan, “Eoh Sehun-ah, kau mengenal perempuan ini ?”, tanyanya dan dijawab anggukkan oleh Sehun.


“Noona, dia adikku yang pernah aku bicarakan denganmu dan Kyungsoo hyung.” jelas Sehun yang dijawab oleh senyuman oleh Irene.


“Halo eonni, saya Yoo Noora.”, ucapnya dengan sopan.


Irene tersenyum, “Halo Noora, saya Bae Irene, semoga kita bisa menjadi lebih akrab ya.”


Noora tersenyum kepada Irene, tiba-tiba Kyungsoo dan Gayoung menghampiri mereka bertiga.



Ia berdiri angkuh dan sangat keren yang membuat Irene menjadi terdiam seperti patung sedangkan Noora menatapnya sedih.


“Kau ternyata Yoo Noora adik dari Yoo Sehun. Kenapa kau tidak memberitahu saya sejak awal?” tanya Kyungsoo pada Noora dengan wajah datar namun terlihat tampan.


“Hyung, kau tidak berbuat macam pada adikku kan selama ia tinggal dirumahmu?” tanya Sehun khawatir.


Kyungsoo menatap Sehun kesal, “Aku masih memiliki adat yang baik. Tenang adikmu tidak aku sentuh, jadi masih tersegel.” jelasnya yang membuat Sehun lega.


Noora menyuruh Kyungsoo ikut dengannya sebentar, ia ingin berbiacar empat mata saja dengan Kyungsoo.



Noora mengajak Kyungsoo berbicara di bawah tangga yang agak kosong, Noora melihat kekanan dan kekiri hanya untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang dekat dengan mereka.


“Pak Kyungsoo, bisakah anda merahasiakan ini dari kakak saya dan orang terdekatnya?” tanya Noora serius dan Kyungsoo menjawab dengan deheman.




Kyungsoo dan Noora kembali berkumpul dengan ketiga orang tadi, Gayoung langsung menempel saja pada Kyungsoo yang membuat Irene panas akan tingkah Gayoung yang berlebihan. Kini di kota Seoul menunjukkan pukul 11:40 malam, semua orang telah menantikan kejutan apa yang akan tuan muda itu berikan kepada Gayoung. Kyungsoo berdiri diatas panggung, semua mata yang hadir melihat Kyungsoo dengan penasaran.


“Noona, duduklah.”, Sehun memberikan kursi kepada Gayoung dan iapun duduk.


Irene terdiam, Noora yang berdiri disamping kanannya Irene menyentuh bahu Irene, “Tenangkan dirimu eonni.”, Irene hanya tersenyum dan menyentuh tangan Noora yang dibahunya.



Kyungsoo tersenyum aneh kepada Sehun, Gayoung menatap Kyungsoo manis. Sehun berjalan menuju pintu yang berada di belakang para tamu, para media, paparazzi serta semua tamu dan keluarga besar memandang Kyungsoo penasaran.


“Ok, kalian siap?” tanya Kyungsoo dan dijawab antusias oleh para tamu.


“Eonni, Vivi dimana ?”, tanya Noora pada Irene.


Irene mengarahkan telunjuknya pada meja yang ada jaket tebal serta tas milik Irene dan Sehun, Noora lega karena Vivi aman. Ketika Sehun menyalakan layar monitornya semua orang langsung terkejut melihatnya, Gayoung terlihat pucat sedangkan Kyungsoo tersenyum.



“Terbukti?” tanya Kyungsoo pada semua tamu.