
“Terbukti?”, tanya Kyungsoo pada semua tamu.
Semua orang ramai membicarakan apa yang ditayangkan oleh Kyungsoo di layar monitor. Irene dan Noora membulatkan matanya terkejut melihat sebuah video yang isinya perbuatan keji seorang Na Gayoung dengan pria lain. Kyungsoo bukanlah pria yang ada dalam video itu, entah pria itu siapa, intinya bukan Kyungsoo yang menghamili Gayoung. Ini semua berkat bantuan Lay, ialah orang kepercayaannya Kyungsoo selama ini. Lay menemukan sebuah video yang sudah diedit oleh Gayoung agar dapat mendapatkan Kyungsoo, namun ia memberikan video itu kepada orang yang pintar akan bidang pereditan video agar dapat mengembalikan video aslinya dan kini Lay berhasil dan memberikan video aslinya kepada Kyungsoo untuk ditampilkan saat ini.
“Ayo beri applause kepada aktris Na Gayoung!”, Kyungsoo menepuk-nepukkan tangannya seraya bangga kepada Gayoung.
“Dasar perempuan murahan, mana mungkin aku tertipu oleh video yang kau kasih waktu itu.” Kyungsoo turun dari atas panggung sembari melihat Gayoung sinis.
“Kalian harus tahu, bahwa seorang Yeon Kyungsoo tidak akan pernah tertipu dengan mudah. Ah ya tentang bayi itu, dia buka darah dagingku. Aku tidak pernah mabuk sekalipun, aku masih bisa menjaga kesadaranku selama ini.” jelasnya sembari berjalan sampai di depan para media.
Para media dan paparazzi sudah sedari tadi memulai pekerjaannya, inilah yang terpenting bagi mereka. Wajah Gayoung terlihat pucat, ia sangat malu karena telah melakukan kesalahan yang fatal. Senyum Irene mulai terukir di wajahnya begitupun dengan Noora yang melihat Irene senang sekarang, Kyungsoo melirik jam di tangannya, ia tersenyum.
“Sehun, tolong tayangkan beberapa foto dan video lagi!” perintah Kyungsoo dan Sehunpun langsung menayangkan beberapa slide foto dan video.
“Lihat, betapa bangganya aku pada anakku itu.” tuan Yeon tertawa pelan.
“Ryu Jae Hwa, Ji Dong In, dan Hwa Yo Hyeon kalian dipecat. Saya tidak bisa membiarkan ular hidup dalam perusahaan saya. Seperti dalam pribahasa lempar batu sembunyi tangan, ya kalian seperti itu.” Kyungsoo menatap ketiga karyawannya itu tajam.
“Oppa tolong jangan pecat saya.” Mohon Hwa Yo Hyeon berlutut pada Kyungsoo begitupun dengan kedua rekannya itu.
Kyungsoo berdecih tak suka jika pakaiannya disentuh oleh pengkhianat seperti mereka bertiga. Foto dan video yang ditayangkan oleh Kyungsoo adalah foto dan video dimana ketiga karyawannya itu sedang menikmati minuman dan makanan dengan tawaan dari musuh perusahaan Kyungsoo yang selama ini mengincar perusahaan milik Kyungsoo.
“Oho, kalian menjadi celaka hanya sebab terlalu menuruti hawa nafsu kalian saja. Hanya uang dan promosi saja yang kalian inginkan, dan itu tidak akan saya ampuni!” jelas Kyungsoo dengan senyuman yang disunggingkan.
Ia melihat Gayoung yang berdiri dengan menundukkan kepalanya karena malu besar. Ia berhenti tepat disamping Gayoung berdiri.
“Aku sangat tidak merasa nyaman saat kau bersamaku terus, rasakan akibatnya bermain dengan seorang Yeon Kyungsoo.” ia menyunggingkan seyumannya lalu kembali keatas panggung.
“Baiklah para hadirin semuanya, saya ucapkan terima kasih atas waktunya dan selamat tahun baru, semoga di tahun 2019 yang baru ini menjadikan kita semua menjadi lebih berakal dan tidak menjadikan kita orang bodoh didunia ini.”, Kyungsoo membungkukkan tubuhnya lalu pergi kembali kerumahnya.
Irene tersenyum sangat lebar, ternyata ia hanya salah paham kepada Kyungsoo. Irene melihat Gayoung yang berdiri dengan menundukkan kepalanya, ia memilih pergi menyusul Kyungsoo. Noora sedih melihat perempuan itu yang menangis dengan sesegukkan, ia menghampiri Gayoung. Ia memegang bahu Gayoung, ia mengelus bahunya lembut. Gayoung menatap Noora dengan sedih, Noora memejamkan matanya lalu membukanya.
“Kau harus sabar.”, Noora tersenyum padanya.
Gayoung tidak bisa bahagia walaupun Noora menyuruhnya tabah menghadapi ini semua, ia lebih memilih pergi berlari dengan malu yang sangat besar. Sehun melihat adiknya yang sangat berhati lembut itu mencoba menenangkan Gayoung, namun perempuan itu malah menghempaskan tangan adiknya lalu pergi berlari melewati orang yang membicarakannya. Sehun membuang napasnya, ia tersenyum kepada adiknya lalu ia berjalan kearah Noora sembari menggendong Vivi.
“Hei, kenapa wajahmu sesedih itu ?”, tanya Sehun pura-pura tak tahu.
Noora memeluk sang kakak, “Oppa, kau tidak akan meninggalkanku kan ?”, Sehun membalas pelukan sang adik sembari mengelus surai panjangnya.
“Tidak akan.” Jawabnya dengan senyuman dan Vivi yang masih di gendongannya.
“Guk guk !”, suara Vivi terdengar marah.
Noora langsung melepas pelukannya pada Sehun, ia tertawa melihat Vivi yang sedang marah sekarang. Sehun kini senang melihat ukiran senyuman yang muncul di wajah cantik sang adik, ia tersenyum melihatnya.
“Kau cantik, sangat cantik. Kau mirip sekali dengan ibu, aku senang melihat wajah ibu ada padamu, Noora-ah.” Dalam hati Sehun berbicara dengan senyumannya yang tak hilang karena melihat Noora tertawa bahagia karena melihat tingkah Vivi.
“Kyungsoo oppa.” Panggil Irene dengan sedikit berteriak.
Kyungsoo berhenti didepan pintu rumahnya, ia membalikkan tubuhnya. Irene berlari lalu memeluk Kyungsoo yang membuat Kyungsoo membulatkan matanya lebar. Kyungsoo melepas pelukan Irene paksa, ia menatap Irene dengan mata yang membesar.
“Beraninya kau memelukku tanpa izinku!” marah Kyungsoo.
Irene sedikit menjauh dari Kyungsoo, “Maaf, tapi, aku butuh bicara denganmu.”
Kyungsoo mencoba menetralkan amarahnya, ia menatap Irene datar.
“Masuklah.” Suruhnya.
Baekhyun sangat kesal pada Jieun, seharusnya ia datang ke pesta Kyungsoo tadi malam namun karena orang tua Jieun menyuruhnya tetap bersama anaknya dan itu hanya ada mereka berdua. Jieun sangat dibebaskan oleh orang tuanya, untung saja Baekhyun masih bisa menahan dirinya. Jujur saja, Baekhyun tidak suka dengan pola pikir keluarganya dan keluarga Jieun. Baekhyun masih bisa menjaga dirinya dari Jieun yang sangar jika hanya berdua dengannya, Baekhyun selalu menghindar dari semua hal buruk yang berakibat fatal untuknya. Baekhyun saat ini sedang bersiap-siap datang ke rumah Kyungsoo, karena siang ini Kyungsoo mengajaknya untuk makan bersama di rumahnya.
Noora dan ibu Neun sedang berada di taman depan untuk menyiram bunga-bunga yang ditanam di taman. Ibu Neun menceritakan hal lucu dan Noora tertawa bahagia, Kyungsoo sedang memikirkan taktik baru untuk menjatuhkan perusahaan yang telah berani hanya memanfaatkannya. Saat Baekhyun tiba di rumah Kyungsoo, ia memakirkan mobilnya dan ketika ia berada didepan pintu rumah Kyungsoo, ia mendengar tawa seorang perempuan yang sepertinya ia kenal. Baekhyun ingin memutarkan kepalanya kearah tawa itu namun Sehun datang dengan membawa Vivi.
“Hyung, kenapa kau masih disini?” tanya Sehun heran.
Sehun menggelengkan kepalanya, “Aish, hyung, kau hanya akan menghalangi setiap para pekerja jika diam berdiri disini, ayo masuk kedalam.” Sehun mendorong tubuh Baekhyun.
Noora menolehkan kepalanya, ia seperti mendengar suara yang ia kenal. Ia menggelengkan kepalanya sembari tersenyum lalu melanjutkan menyiram bunganya. Sehun mengetuk pintu ruang berkumpul mereka di lantai dua.
“Masuk!” jawab suara didalam ruangan itu.
Sehun dan Baekhyun masuk lalu Sehun menutupnya kembali, Kyungsoo sedang memijat-mijat tangan kirinya. Baekhyun lebih memilih buku komik yang terdapat di rak buku sedangkan Sehun ia duduk sembari mengelus-ngelus bulu putih bersihnya Vivi.
Sehun memperhatikan Kyungsoo yang tampak berpikir keras, ia berdiri dari duduknya lalu duduk didepan Kyungsoo.
Kyungsoo melihat Sehun bingung, “Kenapa?”
Noora melihat kakaknya ada di lantai dua di jendela kaca besar itu, ia tampak senang pikir Noora karena kakaknya sedang bertepuk tangan dan tertawa bersama Kyungsoo dan satu pria lagi. Noora tidak dapat melihat wajah pria yang satu itu karena cahaya matahari yang terang disertai dengan hembusan angina dingin. Sehun keluar dari ruangan, ia tidak melihat Noora yang sedang melihatnya aneh. Saat Noora ingin mengejar kakaknya, tangannya dipegang oleh tangan seseorang.
“Pak Kyungsoo?” tanya Noora.
Jieun membaringkan tubuhnya di ranjang bulatnya yang berwarna peach itu, ia memainkan ponselnya sembari maskeran di wajahnya. Ia melihat unggahan Irene di akun Instagram nya, ia melihat Irene yang di foto itu menampilkan senyuman kepada Kyungsoo namun Kyungsoo hanya menampilkan wajah datarnya.
Ia tertawa pelan melihat unggahan foto itu, raut wajahnya berubah kesal saat melihat Baekhyun mengunggah foto juga di akun Instagram nya yang bergaya bahagia di pusat perbelanjaan.
“Gyun Baekhyun, kau. Hah, sangat menyebalkan!!” ia kesal pada Baekhyun sampai-sampai masker di wajahnya hancur.
Baekhyun sedang membayar pakaian yang ia beli tadi, ia mampir kesebuah restoran untuk makan. Saat ia sedang menunggu pesanannya datang, ia melihat sosok perempuan yang sangat ia rindukan duduk sendirian di pojok jendela yang menampilkan pemandangan dari lantai lima mall ini. Ia ingin menghampiri perempuan itu namun ia urungkan, ia tahu perempuan itu kini bukan miliknya lagi. Baekhyun tersenyum miris, betapa menyedihkan dirinya dan betapa bodohnya ia lebih memilih meninggalkan perempuan itu. Ia hanya melihat perempuan itu walaupun hanya terlihat setengah dari wajahnya sampai makanan pesanannya datang.
Kyungsoo melihat Noora yang duduk tak jauh darinya duduk direstoran, Irene meminta Noora agar tidak makan bersama mereka berdua. Egois? ya begitulah sifat Irene yang tidak mau membagi waktunya dengan Kyungsoo, hanya ada dirinya dan Kyungsoo. Miyeon memain-mainkan tangannya, ia menatap cincin putih polos yang masih terpasang di jari manis tangan kanannya itu. Ia tersenyum walaupun hatinya sangat sakit memutar kenangan manis bersama kekasihnya itu. Ia akan pindah kerumah Sehun agar tidak ada salah paham antara Irene dan Kyungsoo.
Noora berjalan menghampiri meja Kyungsoo dan Irene, ia izin untuk pulang duluan. Ia tidak mau Irene membencinya karena hal ini, ia sudah menelpon Sehun untuk menjemputnya di mall ini. Kyungsoo mengizinkan Noora pulang, Irene memegang tangan kanan Noora sembari tersenyum.
“Apa Sehun sudah sampai?” tanya Kyungsoo dengan nada dinginnya.
“Ia sebentar lagi sampai pak, tak usah khawatirkan saya.” Jawabnya dengan senyuman.
Tiba-tiba ponsel Noora bergetar, Sehun menelponnya, “Ya oppa, ada dimana?” tanyanya
“Aku didepan toko kosmetik dekat lift lantai empat, kau dimana?” tanyanya dengan dikelilingi suara ramai pengunjung.
“Oppa tunggu disitu, aku kesana.” Noora menutup sambungan teleponnya.
Noora pamit kepada Kyungsoo dan Irene, ia langsung pergi menuju Sehun.
Saat Sehun duduk dikursi samping lift, Baekhyun melihat Sehun. Ia hendak menghampiri Sehun namun ada seorang perempuan dengan pakaian kaos longgar berwana putih, memakai celana jeans hitam, menggunakan flat shoes serta rambut coklat panjang yang sengaja terurai itu menghampiri Sehun. Ia tidak melihat wajahnya, ia melihat Sehun mengacak-acak ponih perempuan itu dengan senyuman yang terlihat sangat bahagia. Mungkin pacar barunya Sehun pikir Baekhyun, ia lebih memilih tidak mengganggu hari liburnya Sehun dengan pacar barunya itu.
Ponsel Baekhyun terus berdering, sudah berapa kali ‘evil small’ nama yang tertera diponselnya itu menelponnya sejak ia mengunggah foto barunya di akun Instagram miliknya itu. Ponselnya berdering kembali, ia sudah sangat kesal dengan orang satu ini. Ia mengangkat teleponnya terpaksa.
“Hei, Hyun Jieun, apa kau tidak bisa membiarkan aku menikmati hari menyendiriku hah?!” kesalnya dengan agak berteriak.
“Hei, kau anak durhaka, kenapa kau selalu saja bersikap buruk kepada Jieun hah?!” kesal sang ayah, Gyun Myurim.
Baekhyun terkejut, ia bertambah kesal kepada Jieun dan juga ayahnya. Ingin sekali Baekhyun ingin keluarganya mengerti akan dirinya, ia tidak mau dipaksa-paksa seperti ini. Ia membuang napasnya dalam, ia menutup sambungan telepon secara sepihak. Ia mengacak-acak rambutnya kasar, ia merutuki dirinya yang memang bodoh karena lebih mementingkan kepopularitasan keluarganya.
Noora menatap Sehun khawatir, ia takut jika Sehun tahu yang sebenarnya. Ia tidak mau sang kakak menjadi sedih dan megasihinya. Sehun heran, Noora tak mengalihkan pandangan kepadanya. Ia menyenggol lengan Noora sembari menaiki sebelah alisnya.
“Kenapa kau terus memandangiku?” tanya Sehun.
Noora hanya menggelengkan kepalanya, ia kini melihat bunga-bunga yang ada ditaman.
“Oppa.” Panggil Noora, Sehun menolehkan wajahnya pada Noora, “Kenapa?”
Noora menatap wajah Sehun, “Oppa, jika aku tidak berbicara jujur kepadamu. Apa kau masih menganggapku sebagai adikmu?” tanyanya ragu.
Sehun berpikir, “Tergantung besar kecilnya, kenapa kau berbicara seperti ini?” tanyanya bingung, Noora hanya menggelengkan kepalanya lalu menaruh kepalanya pada bahu Sehun. “Aku hanya ingin oppa selalu menyayangiku dan memelukku.” Mendengar Noora berbicara seperti itu, Sehun sangat berat melepas Noora adik satu-satunya itu.
Baekhyun memakirkan mobilnya pada depan rumah Kyungsoo, ia berjalan terburu-buru menuju ruangan Kyungsoo. “Selamat pagi Ibu Neun.” Sapa Baekhyun manis, Ibu Neun tersenyum dan menyapa kembali Baekhyun. Setelah itu ia langsung masuk kedalam ruangan Kyungsoo, seketika ia terdiam saat pandangan matanya bertemu dengan mata Noora.
"Mengapa terjadi hari ini?!" batin Baekhyun dengan wajah yang tak bisa di mengerti.