
Irene melihat tajam mantannya ini, ia sangat risih berada didekatnya.
“To the point saja, mau apa kau menemuiku lagi?” tanyanya sinis.
Lelaki ini tertawa, “Hei Bae Irene, aku Goo Yu Jin. Aku masih menjadi pacarmu!” jawabnya yang membuat Irene berdecih.
“Apa kau sudah gila Yu Jin?!”
“Ya! Aku sudah gila karena kau kini bersama Yeon Kyungsoo, aku tahu dia tidak mencintaimu bodoh!” jawabnya tegas.
Irene sangat muak dengan Yu Jin, “Kau bertemu denganku hanya ingin menjelekkan tunanganku?!” kesalnya dengan tatapan kesal.
“Hei, dengarkan aku dulu Irene bodoh, aku tahu kini kita hanya sekedar mantan kekasih. Aku hanya merindukanmu saja, masa kau lupa dengan sifatku yang seperti ini.” Jelasnya
“Iya, kau menyebalkan dan tidak tahu malu!” jawabnya.
“Hei, jangan begitulah. Oh ya, apa kau kemarin menonton video klip terbaruku?” tanyanya.
Irene berdecih, “Menontonnya sangat membuang waktuku yang sangat berharga, dan aku sama sekali tidak tertarik mendengarkan maupun melihat video music mu itu!” Irene mengambil ponselnya dan mengetikkan Sesuatu.
Yu Jin mencebikkan mulutnya sehingga menampilkan dimple nya, “Aku sekarang ini sedang direktut oleh Yeon Company Group untuk mensponsori sebuah iklan ternama.” Jelanya sehingga membuat kedua mata Irene membulat sempurna.
“Apa?!!” Irene menghentakkan tangannya dimeja
“Hei, kenapa kau sangat terkejut seperti itu? Mereka sangat tertarik dengan pesonaku sehingga aku di kontrak oleh mereka, ya aku sungguh bangga bisa bekerjasama dengan Yeon Company Group. Perusahaan no.1 diantara perusahaan lainnya, sungguh sebuah penghormatan bagiku.” Jelasnya panjang lebar.
“Kenapa Kyungsoo tertarik kepada pesona lelaki tak tahu malu ini sih?!” ocehnya sembari menelpon.
“Hei, kau! Aish sungguh keterlaluan kau sebagai mantan!” kesalnya dengan ocehan Irene.
“Halo, Sehun. Apa benar Kyungsoo membuat kontrak dengan Goo Yu Jin, si penyanyi solo itu?” tanya nya
“Ya benar noona, ada apa kau menanyakan ini?” jawab Sehun.
“Ah tidak, aku hanya terkejut saja haha. Baiklah aku tutup telponnya.” Irene menutup sambungan telponnya lalu menatap Yu Jin.
“Baiklah, semoga sukses dengan karirmu, aku pamit.” Irene bangun dari duduknya lalu kekasir untuk bayar tagihan makanan dan pergi.
“Dasar wanita arogan!” Kesal Yu Jin sembari melahap makanannya.
Noora segera membukakan pintu rumah, ia terkejut saat membukanya. “Irene eonnie?”
“Eonnie, kau sakit?” tanyanya khawatir.
Irene mengusap rambutnya, “Bisakah kamu tidak bertanya sekarang? Aku hanya ingin bertemu Kyungsoo.” jawabnya dengan nada lelah.
“Eoh? Baiklah eonnie.”
“Apakah kamar atas kosong?” tanyanya
“Iya depan kamar tuang Kyungsoo kosong.” Jawabnya
“Ok baiklah, terima kasih telah mengkhawatirkan aku Noora.” Irene tersenyum sembari menepuk bahu Noora lalu menuju kamar atas.
Drt..drt…(bunyi ponsel Noora)
Noora mengangkat telponnya, “Halo?”
“Noora, ini aku Kyungsoo.” jawabnya
Noora membulatkan kedua matanya, “Eoh tuan Kyungsoo!”
Kyungsoo duduk di sofa, “Aku malam ini tidak pulang, apakah ada yang menanyaiku seharian ini?” tanyanya.
“Ada, beberapa perwakilan setiap perusahaan mencarimu tuan, tapi aku sudah memberitahukannya lalu dua jam berikutnya mereka bertanya lagi kapan kau kembali tetapi aku bilang saja kau sedang ada urusan mendadak sehingga tidak bisa datang, Sehun oppa pun bekerjasama denganku. Jangan cemaskan hal ini tuan.” Jelasnya sehingga Kyungsoo tenang.
“Baiklah, terima kasih untuk kedua kalinya Noora.” Kyungsoo tersenyum.
“Itu sudah kewajibanku membantu tuan muda Kyungsoo.” Noora tersenyum.
“Baiklah, aku tutup telponnya.” Kyungsoo menjauhkan ponselnya dari telinga.
“Tuan muda jangan tutup telponnya!” teriak Noora dan Kyungsoo mendekatkan ponselnya pada telinganya.
“Ada apa?” tanyanya. “Hm, Irene eonnie ada di sini tuan.” Jawabnya
Kyungsoo terdiam, “Sejak kapan?”
“Tiga jam yang lalu, ia menunggu tuan muda pulang dari tadi.” Jawabnya
Kyungsoo memijat dahinya, “Apa dia baik-baik saja?” tanyanya
“Sepertinya ia kurang baik tuan, wajahnya lebih pucat.” Jawabnya khawatir.
Kyungsoo melihat putrinya dan Wendy yang sedang mewarnai gambar, ia ingin menemani Irene namun disisi lain kini ia sudah mempunyai keluarganya yang sebenarnya. Ia membuang napas dengan berat,
“Tolong bilang ke Irene bahwa aku malam ini tidak pulang, aku tidak bisa meninggalkan tanggung jawabku begitu saja. Aku akan pulang besok siang, bisakah kau menjaga Irene untukku?”
“Baiklah, aku tutup.” Kyungsoo menutup sambungan telponnya.
“Ayah, lihat gambar yang sudah kuwarnai ini. Apakah bagus ayah?” tanyanya sembari memperlihatkannya.
Kyungsoo tersenyum dan mengelus surai coklat putrinya itu., “Wow, sangat bagus!” jawabnya, Soo Hee tersenyum begitu juga dengan Wendy.
Noora mengetuk pintu kamar Irene, “Eonnie, maaf aku mengganggumu, apakah aku boleh masuk?” tanyanya
“Masuklah.” Jawabnya Noora masuk dengan membawa air minum hangat, “Minumlah eonnie.” Memberikan airnya.
Irene duduk di kasurnya, “Terima kasih Noora.” Meminum air hangatnya.
“Eonnie, malam ini tuan muda tidak pulang. Masih ada urusan yang tidak bisa ia tinggalkan, jika eonnie ada hal lain yang diperlukan panggil saja aku.” Jelanya yang membuat Irene sedih.
“Oh begitu ya, baiklah lebih baik aku pulang saja.” Jawabnya Noora terkejut dengan jawaban Irene yang tiba-tiba memutuskan untuk pulang, Irene membereskan isi tasnya lalu berdiri dari ranjangnya. Ia menepuk bahu Noora lalu pergi.
“Eonnie ini sudah larut malam.” Ucapnya
“Tak apa, aku bisa pulang sendiri, jangan cemaskan aku.” Jawabnya agak mengencangkan suaranya.
Noora tidak bisa apa-apa lagi jika Irene sudah seperti itu, ia hanya bisa berdoa hubugan Irene dan Kyungsoo baik-baik saja.
Sehun menjemput Noora untuk bermain ke taman rekreasi agar adiknya dekat kembali dengannya, ia sangat rapih dan tak lupa membawa Vivi yang imut itu.
Noora sangat menyukai Vivi, ia telah menganggapnya sebagai keluarga barunya. Tingkah imut Vivi sangat menggemaskan, Sehun sampai tersenyum bahkan tertawa melihat adiknya sangat senang bermain bersama anjingnya ini.
Jieun dan Baekhyun makan bersama hari ini, seperti biasa Jien sangat nempel pada Baekhyun sampai tidak bisa lepas darinya. Sebenarnya ini ia dipaksa oleh ayahnya untuk menghabiskan waktunya hari ini untuk Jien, Baekhyun tak bisa berbuat apa-apa sampai ponselnya disita oleh ayahnya itu. Baehyun sudah muak dengan keadaannya ini, ingin sekali Baekhyun memutar waktu jika ia bisa dan mungkin ia memutar kembali waktunya hanya bersama Noora sang pujaan hati.
“I will kill you Hyun Jieun!” batin Baekhyun sembari menahan hawa kesalnya kepada wanita yang ada di sampingnya ini.
“Sayang, tolong suapi aku itu!” pinta Jieun manja.
“Makan sendiri!” enggan Baekhyun,
Jieun berbisik kepada Baekhyun, “You wanna die Gyun Baekhyun?” tegas Jieun sembari tersenyum
Baekhyun ingin sekali memotong lidah manusia satu ini, ia mengambil makanan itu lalu menyuapi Jieun dengan pelan namun dengan tak ikhlas. Gila rasanya menjalani drama seperti ini terus menerus, seharusnya ia sudah menjadi aktor ternama dengan akting terbaiknya ini.
Drt…drt…(bunyi ponsel Jieun)
Ketika Jieun mengangkatnya seketika raut wajahnya menjadi kesal, ia menatap Baekhyun dengan tajam.
“Baiklah, urus saja seperti apa yang aku katakan semalam. Mengerti?!” Jieun menutup sambungan telponnya lalu bersandar di bahu lebarnya Baekhyun.
Baekhyun menghela napas berat, Jieun yang merasa kan ketidaknyamanan Baekhyun hanya mengacuhkannya.
Yu Jin menandatangani kontrak bersama Yeon Company Group untuk beberapa tahun, Kyungsoo berjabat tangan dengan Yu Jin dan agensi yang menaunginya.
“Selamat Goo Yu Jin.” Ucap Kyungsoo sembari tersenyum
“Iya tuan, sebuah penghormatan bagi saya bisa bekerja sama dengan anda.” Ucap Yu Jin sembari membungkukkan badannya.
“Mohon kerjasamanya untuk beberapa tahun kedepan.” Kyungsoo duduk kembali begitu pun dengan Yu Jin dan ketua agensi nya.
“Sehun, tolong suruh staff membawakan the hangat kemari!” Sehun langsung menelpon staff dapur.
Sehun keluar dari ruangan dan pergi ke toilet, saat ia berada di dalam toilet langsung menelpon seseorang. Ia sangat berharap orang itu mengangkat telponnya, hyung nya yang selama ini ia tunggu belum bisa menepati janjinya yang selama ini ia janjikan.
“Hyung, dimana kau? Apa kau lupa janjimu padaku?” ucap sehun dengan menatap layar ponselnya. Orang itu tetap tidak mengangkat telponnya,
Kyungsoo menelpon Noora dan ia mengangkat nya, “Halo?” suara Noora
“Noora, bisakah kau menjaga rahasiaku?” tanyanya serius.
Noora mengerutkan kedua alisnya, “Rahasia apa tuan? Apakah sangat rahasia?” tanyanya
Kyungsoo ragu-ragu mengatakan yang sebenarnya kepada Noora, namun apalah daya ia yang tidak bisa datang untuk Soo Hee dan Wendy.
“Ya, sangat rahasia. Apakah aku bisa mempercayakanmu tentang ini Noora?” tanyanya sekali lagi.
“Saya bisa merahasiakan rahasia semua orang, kau bisa mempercayakanku tuan!” jawabnya
“Baiklah, sekarang kamu harus ke alamat yang saya kirim lewat pesan. Jangan sampai ada yang tahu kau kesana ya!” Kyungsoo sedikit was-was kepada Noora.
“Baiklah tuan, saya bersiap-siap dulu, jika ada yang aku harus bawa kirim pesan saja, saya akan bawakan.” Kyungsoo hanya mengatakan ‘baik’ lalu menutup telponnya.
Kyungsoo kini sedikit lega, ia sangat khawatir dengan keadaan Soo Hee yang sedang terkena demam berat. Ketika ia sedang menelpon Wendy, Irene masuk tanpa mengatakan apapun karena ia ingin mengejutkan Kyungsoo namun saat ia ingin menepuk bahu Kyungsoo malah ia yang dikejutkan oleh perkataan Kyungsoo sehingga membuatnya terdiam.