Give Me a Chance

Give Me a Chance
Part 19



Sean yang baru saja merebahkan tubuhnya di atas kursi kerjanya pun segera menyenderkan tubuhnya, mengusap kasar wajahnya dengan telapak tanggannya.melihat tumpukan dokumen yang begitu banyak berada di atas mejanya membuat dia semakin sakit kepala saja apa lagi mengingat tentang permasalahan hidupnya yang begitu rumit , benar- benar menbuatnya malas untuk memeriksa dokumen yang perlu tanda tangannya tersebut.


Dia pun mulai memejamkan matanya menenangkan dirinya dari segala permasalahan dalam hidupnya yang begitu berkecamuk seperti akar yang merambat ke segala sisi.


Beberapa menit kemudian dia mulai membuka kedua kelopak matanya kembali " hufff" hembusan nafas kasar pun terdegar keluar dari mulutnya. Dia sama sekali tidak bisa menenangkan fikirannya, bahkan untuk memejamkan matanya sebentar saja dia tidak bisa, kesal sekali rasanya.


Dia pun mulai menekankan angka yang ada di telephon ruangannya, segera menyambungkan ke pada sese orang untuk segera menghadapnya. setelah mengatakan sesuatu kepada seseorang itu ia pun segera memutuskan sambungan telephonnya.


Beberapa menit setelah memutuskan sambungan telepon tersebut. seorang lelaki dengan postur tubuh tegapnya dan wajahnya yang tidak kalah tampan dari atasannya pun segera menghadapnya.


"Maaf Sir! apa ada yang anda perlukan"?tanyanya yang berdiri di hadapan atasannya.


"hmm, duduklah Ram". ucap Sea.


Setelah menyuruh Rama duduk dia pun mulai diam bingung ingin memulai dari mana pembicaraanya ke pada sekretaris nya ini.


Cukup lama Sean terdiam. membuat Rama bingung akan atasannya.


"Sir"tegur Rama yang melihat bossnya hanya diam saja tanpa berbicara sepatah katapun setelah menyuruhnya untuk menghadap.


"Ah. i-iya".ucap Sean gugub setelah sadar dari keterdiamannya.


"Apa ada yang di perlukan Sir"? tanyanya lagi.


"Ah iya. tolong panggilkan staf karyawan yang bernama Keysha Syailendra Bibi untuk segera keruangannku".ucapnya akhirnya setelah lama terdiam. Dia tidak perduli kalau Rama curinga dengan dirinya


"Baik Sir"!ucap nya " kalau begitu saya permisi sir"!


"Hmmm" jawab Sean yang mulai kembali menutup matanyanya lagi.


Rama pun segera keluar dari ruangan atasannya dan segera melangkah kan kakinya menuju divisi perencanaan.


Diana yang menyadari kedatangan sekretaris atasannya yang tiba saja datang ke ruangannya pun segera bagun dan menghampirinya.


"Maaf pak ada yang bisa saya bantu". tanyanya yang terkejut akan kedatangan sekretaris Sean. apa ada masalah batinya, tidak pernah sebelumnya sekretaris atasannya ini turun sendiri keruangannya.


" Hmm" jawabnya " bisa panggilkan nona Keysha"!ucap nya.


"Keysha"? gumamnya mengerutkan keningnya, ada apa dengan temannya itu sampai di datangin oleh sekretaris atasannya langsung apa ada masalah, sungguh dia merasa takut.


"Ma-maaf pak! keysha sudah berhenti bekerja di sini pak"! ucap Diana yang ragu- ragu mengatakannya.


"Berhenti"? tanya Rama yang terkejut dengan salah satu alisnya naik sebelah " kapan"?tanyanya lagi.


"Iya pak! baru saja pak". ucap Diana.


Mendengar itu Rama pun segera pergi dari hadapan Diana tanpa mengucap sepatah katamu. di pergi begitu saja.


"Wah sombong sekali dia, mentang-mentang tampan dan jabatannya sekretaris boss huu..." ucap Diana menggerakkan salah satu tangannya seperti ingin memukul Rama.