
Dia hanya dapat mengelus dadanya mendegar kata Sean. dia pun memastikan sekali lagi di sekitarnya apa benar aman tidak ada yang mendengar keributan yang di lakukan Sean.
"Ah" dia pun menepuk kening nya baru sadar kenapa sepi sekali hari ini, maklum biasanya jam segini dirinya masih berada di kantor, mengerjakan pekerjaannya, tapi sekarang malah berada di kontrakannya.jadi dia melupakan kegiatan para penghuni kos lainnya pasti mereka masih banyak yang masih di kantor juga, dan kemungkinan hanya beberapa orang saja yang sudah berada di dalam kosnya , itu pun pasti mereka sudah tidur siang mengingat kebiasaan anak kos di tempatnya, yang lebih memilih untuk mengistirahat tubuhnya di bandingkan keluyuran jika tidak ada kegiatan sama sekali.
"Apa kamu tidak ingin menyuruhku untuk masuk"?tanya Sean yang memperhatikan Keysha asik melirik kesana , kemari tanpa memperdulikan dirinya yang sudah sangat lama berdiri di depan kamarnya ini.
"Ah.. yaa!", ucap Keysha yang sadar ternyata masih ada manusia di depannya. "Maaf , sebenarnya anda ingin bicara apa sampai harus datang ketempat ku"?
"Ck". Sean berdecak kesal. bukannya menyuruhnya masuk malah memberi pertanyaan dasar perempuan tidak sopan batin Sean.
"Apa kamu ingin aku mengatakannya di sini, ok kalau itu mau mu"!jawab Sean yang sudah geram melihat kelakuan karyawannya ini. Ah salah mantan karyawan maksudnya.
"Aku akan.......". belum selesai Sean menyelesaikan kaliamatnya sudah di potong oleh Keysha, yang akhirnya paham kenapa matan atasannya datang kemari.
"Ba-baiklah silahkan masuk "!ucap nya yang mempersilahkan Sean masuk ke dalam kamar kosnya walaupun sebenarnya dia merasa risih karena ada lelaki yang masuk ke kamar kosnya, karena selama ini tidak ada lelaki manapun yang pernah berada di kamarnya.
Sean pun segera masuk ke dalam kamar Keysha, dia memperhatikan seluruh ruangan yang ada, ternyata tidak terlalu buruk juga tempat tinggalnya, batin Sean. "ternyata nyaman juga berada di sini, tidak buruk".gumamnya.
"Ekhem".
Mendegar deheman dari Keysha, Sean mengalihkan tatapannya .
"Silahkan Duduk "! ucap Keysha yang tidak ingin Sean semakin jauh melihat isi kos kosanya.
"Hmm". ucap Sean yang segera mendudukan dirinya di sofa yang ada di ruwang tamu itu agar tidak terlihat terlalu penasaran dengan isi ruangan kontrakannya Keysha.padahal di dalam hatinya, dirinya masih begitu penasaran ingin melihat apa saja yang ada di dalamnya.
"Apa yang anda ingin bicarakan"?.ucap Keysha Formal yang ingin segera mungkin Sean mengatakan apa yang ingin dia bicarakan ,sampai harus repot-repot datang menemuinya. apa ada hal yang begitu penting? sampai harus membuat seorang Sean Brown rela menemuinya. tapi sepertinya tidak ,palingan Sean datang kemari ingin mengatainya lagi atau mungkin ingin memakinya.mengingat perkataan Sean sebelumnya yang begitu menyakitinya.
Dengan menghela nafas nya Keysha menguat kan hatinya untuk menerima segala kemungkinan yang terjadi nantinya.
"Katakanlah anda ingin berbicara apa sampai harus datang kemari". tanyanya lagi yang mulai mengubah panggilannya terhadap Sean, sudah sepatutnya kan dirinya berbicara seperti itu karena Sean bukan lagi atasannya. jadi dia tidak perlu memanggilnya dengan panggilan seperti biasakan, dia tidak patut untuk menghormatinya lagi, apa lagi kalau mengigat dirinya pernah di katai oleh lelaki yang sekarang berada di depanya ini.