Give Me a Chance

Give Me a Chance
Part 13



"Mami".lirih Sean menatap ke pada maminya berharap, semoga saja maminya itu tidak marah kepadanya seperti papi.


Mendengar namanya di sebut oleh Sean, wanita yang sudah tidak muda lagi itu walaupun masih terlihat cantik itu,hanya menatap putranya penuh dengan rasa kecewa.


Idah Permatasari wanita keturunan indonesia itu. cukup merasa penuh kecewa terhadap kelakuan putranya itu.,malahan dia langsung memalingkan wajahnya dari Sean.


iya benar, maminya Sean dan Jesslyn berasal dari indonesia sedangkan ayahnya bule makanya Perpaduan wajah Sean dan Jesslyn walaupun bule tetap ada perpaduan indo-indonya gitu.


"Mi"panggil Sean," apa mami marah juga kepada Sean"?tanyanya ke pada maminya.


"Mami tidak marah kepadamu hanya saja mami begitu kecewa kepadamu Sean, mami tidak menyangka kamu bisa setega itu, bagai mana kalau posisi itu adik mu yang merasakanya!apa kamu tidak berfikir bagaimana perasaanya? apa kamu tidak kasihan kepadanya? bagaimana dirinya terluka karena ulahmu"?ucap mami Indah yang tidak tau lagi harus berkata apa lagi kepada putranya ini.


"Mi, pi maaf kan Sean, tolong maafkan Sean mi".ucap Sean sambil berlutud dibawah telapak kaki kedua orang tuannya, dengan terus menagis dia meminta maaf kepada orang tuanya.dia menyesal telah membuat kedua orang yang begitu dia sayangi kecewa dan marah kepada dirinya.


"Bagun Sean".ucap mami Indah " tidak perlu kamu berlutut seperti itu meminta maaf kepada mami dan papi tidak perlu!. seharusnya kamu meminta maaf ke pada Keysha, perempuan yang telah kamu nodai, dia yang berhak menerima permintaan maaf mu ini. minta maaf lah kepadanya dan bertanggung jawablah, jika kamu tidak ingin membuat mami dan papi kecewa".ucap Indah yang segera melangkah meninggalkan putranya itu.


Alex yang melihat kepergian istrinya pun segera menyusulnya, dia tidak ingin masih berada di rungan ini yang ada dia tidak akan bisa mengotrol emosinya lagi.


Setelah kepergian orang tuangnya, Sean hanya bisa menagisi atas perbuatan yang telah dia lakuka, sungguh dia menyesal sekali, dia hanya bisa menundukan wajahnya menagis, merenungkan kesalahannya yang membuat orang tuanya begitu kecewa padanya, dia bahkan tidak bisa melupakan tatapan penuh kecewa dari papi dan maminya.


Jesslyn yang sedari tadi diam pun, mulai beranjak mendekati saudara kandungnya itu. "Kak"!panggil Jesslyn.


"Bertanggung jawablah".ucap Jessly. "benar kata mami tadi !. seharusnya kaka meminta maaf kepada Keysha, dan bertanggung jawab kepadanya atas perbuatan yang kakak lakukan".ujarnya "walaupun dia tidak hamil seharusnya kakak juga harus bertanggung jawab karena telah mengambi mahkota berharganya yang selama ini dia jaga baik-baik".


"Kak dia wanita baik-baik dia pantas bersanding dengan kaka".


Seketika itu Sean pun tertawa dan menjawab perkataan adiknya" wanita baik". ujar Sean dengan nada sinis "wanita baik-baik tidak akan melemparkan tubuhnya kepada laki-laki, apa dia pantas di sebut wanita baik-baik yang tubuhnya rela di jamah oleh lelaki"!?ujar Sean.


"Kak stop".ucap Jesslyn menghentikan perkataan yang Sean ucapkan dia tahu ujung -ujungnya kakak nya ini pasti akan menghina Keysha lagi, dia tidak ingin mendegar hinaan dari mulut kakaknya lagi kepada sahabat baiknya itu


"Kakak tau apa tentangnya hah"?tanya Jesslyn yang mulai tersulut emosi juga mendengar perkataan kakaknya.


"Apa kakak benar-benar tidak mengingat kelakuan kakak malam itu, tidak mungkin kan sedikitpun kakak tidak mengingatnya". Sindir Jesslyn


"Jangan membohongi ku! mungkin orang lain bisa kakak bohongi tapi aku tidak, aku tahu malam itu kakak tidak terlalu mabuk, lagian kakak begitu tahan akan alkohol tidak mungkin semudah itu kakak mabuk dan tidak sadar akan kelakuan kakak sendiri".ucap Jesslyn dengan tepat.


Deg.


Sean langsung terdian tanpa bisa membantah lagi perkataan dari adiknya, ya dia mengingat bagaimana dia memaksa perempuan itu untuk melayaninya.