Give Me a Chance

Give Me a Chance
Part 18



"Kita bakalan ngak jumpa lagi"! ucap Diana begitu sedih.


Keysha juga merasakan apa yang di rasa oleh Diana, dia juga akan merasa kehilangan teman baiknya ini, walaupun mereka masih bisa bertemu, dan masih bisa untuk saling komunikasi , tapi itu pasti akan berbeda,karena kesibukan masing-masing.


"Hey jagan sedih begitu! kita kan masih bisa saling bertukar kabar, lagian aku tidak menggantikan no ponselku, jadi jangan sedih begitu"! ujar Keysha.


"Bagai mana aku ngak sedih coba, kamu tiba tiba Resign, malahan ngak bilang apa pun sama aku, bahkan kita tidak merayakan perpisahan kita ini, apa kamu tidak menganggap ku temanmu, sama sekali tidak memberitahuku"! ucap Diana cemberut.


Sungguh lucu sekali raut wajah Diana yang cemberut. "Udah ngak perlu sesedih itu, mulutnya jangan di gituin jelek tau"!.


"Biarin ini juga gara gara kamu". ucap Diana yang begitu sedih.


"Cup cup cup" . ucap Keysha segera memeluk Diana teman nya yang paling baik selama dia bekerja disini, hanya Diana yang tulus mau berteman dengannya, bahkan perempuan yang sedang di peluknya rela membelanya ketika temannya yang lain sering membulinya , memperlakukan dirinya dengan begitu buruk. Diana yang selalu mau berteman dengannya membantunya dan melindunginya tanpa memandang Fisik, dia adalah sahabat terbaik yang Keysha temukan selain Jesslyn dan Angel.


"Sudah jangan nagis lagi, kita masih bisa bertemu, lagian kamu masih bisa ke kosan ku, kamu masih tau kan jalannya"? ucap Keysha terseyum menyebalkan.


"Iya aku tau! menyebalkan"! ucap Diana cemberut.


"Ya sudah aku pergi ya"!?


"Hmm" angguk Diana " Hati -hati"!


"iya! aku hannya pulang bukan ingin berperang"!jawab Keysha menggoda Diana.


Keysha pun segera pergi dari gedung kator mengah ini.


Dia berdiri di depan gedung kantor Sean dengan tangannnya memengang dus barang-barang bawaanya. memandangi setiap sudut kantor mengah ini." huff". dia menghela nafas kasarnya. sebenarnya begitu berat dia meninggalkan pekerjaannya ini, dia begitu menyukai bekerja di sini walaupun banyak yang selalu menolak kehadirannya tapi dia sama sekali tidak mau memperdilikan itu semua. Dia terus saja memandangi gedung kokoh didepannya ini, dari dulu dia memang selalu membayangkan bisa bekerja di kantor besar seperti ini walaupun hanya menjadi pegawai biasa, itu sama sekali tidak masalah baginya, dia hanya ingin merasakan bagai mana jadi seorang wanita karir yang bekerja di gedung-gedung besar seperti ini, seperti yang selama ini dia nonton di flm -flm kesukaannya.


"Huhhh" helanya " selamat tinggal".ucapnya dan segera meninggalkan area kantor tersebut.


Jika Keysha yang baru saja meninggalkan gedung mengah tersebut . maka Sean baru saja sampai di perusahaan miliknya.


Sean pun segera turun dari mobil mewahnya itu, iya segera berjalan menuju lif tanpa membalas setiap sapaan karyawannya yang sedang melewatinya. hari ini moodnya begitu buruk dia sama sekali tidak ingin memperdulikan sapaan karyawanya, wajahnya begitu muram hari ini.


Walaupun biasanya dia tidak pernah terseyum ketikan karyawan menyapanya setidaknya dia masih mau menanggapi setiap karyawan yang berjumpa dengannya , walaupun hanya dengan anggukan kepalanya saja.


"Sepertinya mood boss hari ini sedang buruk" ucap salah satu karyawan yang berpapasan dengan atasannya tadi.


"Huss , jagan ngomong sembarangan, nanti kalau ketahuan bisa di potong gajimu".ucap seorang perempuan di bagian resepsionis, menanggapi perkataan lelaki tersebut. yang bernama Nia Auliya tertulis besar namanya di name tag nya.


"Kamu ngak perhatiin tadi wajah boss gimana"? tanya lelaki itu lagi . " walaupun dia tidak pernah mau memberikan seyumnya ke pada kita tapi setidaknya dia mau menanggapi sapaan kita, tapi untuk hari ini jangankan memandang kita menoleh saja tidak"! ucap lelaki tersebut.


"Sudah sudah jagan di teruskan yang ada nanti ketahuan kalau kamu sedang menggosip boss, aku ngak mau nanti kena getahnya, kamu yang berbuat aku pula yang harus bertanggung jawab! sudah kerja sana". usir Nia yang membuat lelaki tersebut berdecak kesal menerima perlakuan perempuan tersebu.