
Sean masih saja duduk terdiam sendiri merenungi setiap perkataan adiknya , yang sedari tadi sudah pergi meninggalkan dirinya sendirian dengan segala fikiran yang begitu membuatnya begitu resah. dia tidak perduli adik kesayangannya itu ingin pergi kemana saja!, karna sekarang yang lebih penting adalah permasalahan dirinya.
"Berfikir Sean, berfikir"!ucap nya pada dirinya sendiri. "Pasti masalah ini ada jalan keluarnya. ya pasti ada! gunakan otak mu yang cemerlang ini Sean"! gumam Sean yang merutuki cara berpikir otaknya yang terasa terlalu lambat hari ini, bahkan dia sama sekali tidak mendapatkan solusi untuk permasalahannya kali ini.
"Hufff... Bisa gila aku kalau seperti ini terus"! ucap Sean menghembuskan nafasnya. sepertinya buntu!. sama sekali tidak ada jalan keluarnya setelah sekian lama dia memikirkannya.
"Ahhhh... mau di taro di mana muka ku ini, kalau saja teman-temanku tau kalau aku menikah dengan Keysha"!Ucap Sean lagi yang sedari tadi berbicara sendiri yang seperti orang gila saja kalau ada orang yang melihatnya. " pasti mereka bakalan mengejek ku, karena dulu aku sering kali mengatainya ketika mereka menggodaku karna aku begitu benci melihat dirinya!. Kenapa sedari tadi?, padahal aku telah berfikir begitu lama untuk mencari solusinya kenapa sama sekali tidak ada"! ucap Sean yang semakin kesal saja kepada dirinya sendiri, sungguh dia begitu merutuki otaknya yang begitu bodoh, memikirkan itu saja tidak bisa.
Sepertinya kekesalan Sean semakin menjadi saja, sampai dirinya harus menjambak rambutnya segala.
Dengan menyandarkan kepalanya di sofa sambil menagahkan kepalanya keatas menatap plafon rumahnya yang di buat begitu indahnya."Huff" dengan menghembuskan nafasnya dengan begitu kasar, dan setelah memikirkannya dengan begitu lama juga begitu matang. akhirnya Sean pun memutuskan untuk mau bertanggung jawab. dia pun mulai menurunkan sedikit egonya.
"Sepertinya tidak ada jalan lain kecuali aku memang harus menikahinya"! gumam nya yang seketika berdiri, dan melangkah menuju kamar adiknya karena sepertinya harus ada yang perlu di bicarakan terlebih dahulu dengan adiknya itu.
🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄
Tok tok tok.
Jesslyn yang sedang asik dengan benda canggih yang ada di tangannya pun segera menghentian kegiatannya itu. akibat ulah seseorang yang mengetok pintu kamarnya begitu kuat.
"Siapa sih". gerutunya "mengganggu saja". ucap nya kesal.
"Masuk aja pintunya ngak di kunci".ujarnya mempersilahkan orang yang berada di luar kamarnya untuk segera masuk.
Kakaknya ini baru juga dia persilahkan untuk masuk sudah langsung maen serang aja.
" Apaan sih kak!? duduk dulu baru ngomong"! gerutu Jesslyn "ini baru masuk udah maen ngegas aja"!.
"Mau ngomong apa emang nya"? tanya Jesslyn yang memperbaiki cara duduknya. "Kayak penting saja"? ujarnya lagi.
"Kakak sudah memutuskan akan bertanggung jawab sama Keysha"!ucap Sean.
"Benarkah"?tanya Jesslyn yang tidak menyangka akhirnya kakak laki-lakinya ini mau juga bertanggung jawab kepada temannya, sungguh rasanya dia benar- benar bahagian. bahkan matanya sampai berkaca-kaca mendengar ucapan kakaknya, walaupun terlihat sekali kalau kakaknya itu terlihat terpaksa. baginya itu semua tidak masalah! yang penting kakanya mau bertanggung jawab dulu, urusan terpaksa ngaknya itu urusan belakangan itu bisa di olah nanti fikirnya! ternyata usahanya tidak sia sia juga!
"Benarkan kak"? tanya nya lagi memastikan bahwa yang di dengarnya tidak salah. dia begitu bahagia. bahkan rasanya dia tidak percaya akan apa yang di dengar nya.
"Hmmm" angguk Sean rasanya kesal sekali
melihat adiknya begitu bahagia di atas penderitaannya.
"tapi.... ada syaratnya"! ucap Sean tiba tiba.
Yang seketika itu pun membuat senyum bahagia di bibir Jesslyn meredup. " Apa"?