Give Me a Chance

Give Me a Chance
Dilemma



Keesokan harinya, Baekhyun meminta Noora untuk menemuinya di pinggir taman dekat sungai Han. Entah apa yang dirasakan Baekhyun selama semalaman ini, yang ia rasakan hanyalah ingin memeluk tubuh noora.



Baekhyun terduduk sembari memegang sebuah batu lalu melemparkannya ke sungai Han itu. Ia mendengar suara sepatu Noora yang sepertinya ingin membuatnya terkejut, ia sengaja membiarkan wanita itu melakukannya. Ia melihat kedua lengan mungil mengalung di lehernya dan ia merasakan tubuhnya menghangat ketika Noora menunjukkan senyumannya yang manis kepada dirinya, ia pun membalas senyuman itu.



“Hm? Wajah mu, kenapa wajahmu seperti sedang sedih?” tanya Noora khawatir.



Baekhyun hanya menggeleng kepalanya sembari mengelus pipi lembutnya Noora, ia langsung menyuruh Noora untuk duduk disampingnya.



“Noora?” panggilnya sembari menatap Noora.



“Baekhyunnie, kalau kau ada masalah yang dipendam ceritakan padaku.” Khawatir Noora dan memegang tangan Baekhyun.



“Maaf.” Noora mengerutkan kedua alisnya, “Ya?” tanyanya.



“Aku minta maaf. Maaf.” Hanya kata itulah yang bisa ia katakana kepada Noora walaupun Noora tahu, tapi ia sengaja berpura-pura tidak tahu maksudnya itu.



“Baekhyunnie,” panggil Noora namun, Baekhyun lebih memilih memeluk tubuh rampingnya Noora.



“Aku tahu kau mengetahuinya, Noora. Tolong maafkan aku yang telah menyembunyikan hubunganku dengan wanita lain. Tapi aku bersumpah, aku tidak pernah mencintai wanita lai selain dirimu Noora.” Jelas Baekhyun dengan memeluk erat tubuh ramping wanitanya itu.



Noora mengelus punggung kekasihnya itu dengan lembut, ia terima jika dia hanya menjadi wanita simpanan prianya ini sekarang. Ia sangat mencintai pria ini sampai ia akan terima konsekuensi yang akan datang nanti. Noora melepaskan pelukannya, ia mendekatkan wajahnya pada Baekhyun dan mengecup singkat bibir tipis kekasihnya itu.



“Aku tidak akan mau jika kau menyuruhku untuk menjauh darimu Bacon!” Baekhyun terkejut mendengar kata terakhir dari ucapan Noora tadi.



“Kau?!” Baekhyun menatap Noora



“Ya, kau Bacon.” Noora tersenyum,


“Kau tidak usah terkejut seperti itu, aku tahu kau merindukan aku memanggilmu dengan panggilan Bacon kan?!” jelas Noora yang membuat Baekhyun mencubit pipi mulusnya Noora.



“Sangat, makanya aku terkejut sayang.” Jawab Baekhyun



Mereka sangat menikmati pertemuannya di pinggir sungai Han yang dilengkapi dengan suasana langit yang sangat cerah.



Mobil keluaran baru nanmahal itu terparkir di pinggir taman yang tidak terlalu ramai. Pintu mobil itu terbuka, menampilkan kaki wanita dengan memakai sepatu hak tinggi yang mahal. Irene, wanita itu adalah Irene, tunangan pengusaha termuda di korea Yeon Kyungsoo. Irene menerima undangan dari panti asuhan di Pyongyang. Ia masuk dan duduk di kursi yang sudah disiapkan, ia melihat semua anak kecil yang sangat manis semua.



Irene berjalan-jalan setelah acara amal tersebut, ia melihat-lihat pemandangan yang sangat bagus hari ini. Ia mengecek ponselnya, ia sedih karena Kyungsoo tidak memberikan kabar sejak beberapa hari ini. Baekhyun mengajak Noora makan malam bersama, ia sengaja menyuruh beberapa pekerja salon ternama untuk medandani Noora agar penampilannya lebih memukau dan elegan.



“Baekhyunnie,” panggil Noora pelan.



Baekhyun yang sedang duduk sembari memainkan ponsel dengan jari lentiknya itu kini berpaling melihat penampilan Noora yang sangat-sangat cantik. Noora terlihat seperti ratu tercantik di korea, ia bangun dari duduknya dengan matanya yang masih menatap Noora. Noora memakai Long Dress berwarna peach yang sesuai dengan kulitnya yang putih disertai dengan perhiasan yang simple dengan rambut diikat kebelakang, meke up yang sederhana namun menapilkan kecantikannya yang luar biasa serta elegan dengan memakai strapy shoes.



Noora berjalan menghampiri Baekhyun. ia sangat malu ditatap oleh Baekhyun seperti ini, Noora menepuk wajah mulusnya Baekhyun pelan. Tak seperti dirinya yang biasanya, kini kekasihnya itu tersenyum sangat manis kepadanya.



“Kenapa? Apa kau tidak nyaman dengan dress ini?” tanya Baekhyun sedikit khawatir.



Noora hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum, “Aku nyaman kok Baekhyunnie.” Jawabnya lalu Baekhyun menuntun Noora duduk dan mereka makan malam bersama.



“Aish. Brengsek kau Gyun Baekhyun!!!” Jiuen menepas semua barang-barang yang ada di depannya.



Jieun sangat marah dengan kelakuan Baekhyun yang menambahkan postingan di akun Instagramnya dengan kalimat ‘Thank you for this time babe’. Ia melemparkan ponselnya dengan keras, Ibu Ong pun masuk kedalam kamar Jieun dengan mimik wajah yang sangat khawatir.



“Jieun….ada apa nak??” tanya Ibunya.


Jieun tidak mau menatap ibunya,



“Keluar dari kamarku bu, tolong.”



“Tapi nak-“



“Ibu tolong keluarlah dari kamarku!!!” Jieun menarik lengan ibunya keluar dari kamarnya lalu ia langsung mengunci pintu kamarnya.



“Jieun, buka pintunya nak! Yak, Hyun Jieun! Apa kau tidak mendengarkan ibu?! Jangan berbuat hal aneh yang membuat keluargamu malu nanti Hyun Jieun!! Kau dengar ibu kan nak?” teriak ibunya sembari menggedor-gedor pintu kamar Jieun dengan keras, namun Jieun tidak mendengarkan perkataan ibunya tadi.




Noora berjalan sendiri dipinggiran kota Seoul yang luas dan ramai, tadinya saat bersama Baekhyun ia tertawa dan tersenyum seperti tidak ada masalah. Tetapi, saat ini ia hanya membuang napas dan memandang lurus dengan mata sedih.



Jieun berjalan di malamnya kota Seoul yang dingin, ia keluar dengan memakai rok pendek berwarna hitam serta memakai kemeja lengan panjang. Ia berjalan sembari mengoceh yang membuat orang-orang yang berjalan disekitar jalan itu melihatnya aneh, mereka saling berbisik-bisik. Jieun menghentikan langkahnya, ia mengedip-ngedipkan matanya agar pandangannya jelas.



“Ah, disana rupanya!” ia langsung berjalan dengan cepat menghampiri seseorang.



“Ah!!” teriak Noora saat surai coklatnya ditarik seseorang. “Jieun?!” Jieun tersenyum saat Noora menatapnya dengan terkejut.



“Hai, Noora. Apa kabar?” tanyanya santai dengan tangannya yang masih menarik rambut Noora.



Noora mencoba melepaskan jenggutan tangan Jieun pada rambutnya namun gagal, tangan Jieun terlalu kuat untuk dilepaskan. Ia menahan rasa sakit pada tarikan dirambutnya, orang-orang sekitar hanya bisa melihat sembari berjalan terus dan mengasihani Noora.




Mataharipun muncul dari tempat persembunyiannya, kini ia menyinari kota Seoul dengan terang namun dengan suasana yang dingin. Kyungsoo berjalan kearah dapur untuk memasak sarapannya sendiri, semenjak Ibu Neun pulang ke kampong halamannya, ia memasak makanannya sendiri tanpa dibantu pembantu lain. Sesudah sarapan, Kyungsoo tidak sengaja melihat Noora dari pintu kamar Noora yang terbuka.



“Apa, ia masih berselimut dijam segini?” tanyanya sendiri tak percaya lalu ia langsung berjalan menuju taman untuk menghirup udara pagi.



Noora menutup semua tubuhnya dengan selimut tebal berwarna biru langit, seluruh kamarnya gelap tidak ada cahaya yang masuk ke dalam kamarnya. Ponselnya pun berdering, ada 12 panggilan tak terjawab dalam layar poselnya itu. Sehun masuk ke dalam kamar Noora, ia duduk di pinggir ranjang Noora. Mengusap pelan kepala sang adik, ia sangat khawatir melihat keadaan adiknya yang saat ini sedang terpuruk.




“Hei!!!” teriak Sehun pada Jieun yang membuat Jieun tersentak namun masih menatap mata Noora tajam.



“Kau tidak apa-apa Noora?” tanya Sehun sembari mengelus kepala Noora serta merapihkan surai coklat Noora yang berantakan akibat ulah Jieun.



Noora langsung memeluk tubuh Sehun kuat, Sehun menatap Jieun tajam.


“Lihat saja nanti, kau akan menanggung akibatnya Nona Hyun Jieun!” lalu Sehun dan Noora pun pergi meninggalkan Jieun dan keramaian jalan itu. Jieun menjerit sekeras mungkin, ia sangat kesal namun sedikit puas karena telah melampiaskannya langsung kepada orang yang telah merebut tunangannya itu yaitu Yoo Noora.



Noora duduk diam menunggu Sehun kembali dari mini market,


“Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku sangat takut, oppa kapan kembali? Lama sekali.” Ia menengok ke kanan dan kiri.



“Maaf, oppa lama ya? Tadi agak panjang antriannya, maafkan oppa ya.” Tersenyum sembari memberi Noora minuman.


“Minumlah, itu dapat mengembalikan staminamu.” Noora pun meminumnya.



Sehun tersenyum melihat adiknya sangat patuh padanya, “Ayo pulang, oppa yang akan mengantarkanmu kerumah Kyungsoo.” Sehun pun berdiri dan merangkul Noora.



Kyungsoo menatap wajah Irene lama, ia tidak tahu harus menceritakannya atau tidak. Ia sangat dilema, ia menyesal karena telah menjerat Irene ke dalam kehidupannya. Ia tahu, ia yang sangat egois selama ini, tidak membalas rasa cinta Irene. Di lain pikirannya, kini wanita yang ia cintai sekaligus wanita yang ia benci datang kembali ke dalam hidupnya dengan membawa anugrah dari tuhan untuknya. Irene yang merasa dilihat oleh Kyungsoo ia langsung berhenti melahap makanannya dan melihat Kyungsoo.



“Mengapa kamu menatapku?” Tanya Irene dengan senyuman di wajahnya.



Kyungsoo mengalihkan pandangannya dan menyuapkan makanannya ke dalam mulutnya.


“Cih, aku tahu seorang Yeon Kyungsoo tidak akan menjawabnya.” Irene melahap makanannya lagi dengan senyuman di wajahnya.



Kyungsoo melihat Irene kembali, “Maafkan aku Irene, aku akan menyembunyikannya saja darimu. Akupun tidak mau kamu bersedih lagi karena ku.” Ia melahap makannya kembali dan fokus.



Pagi hari yang cerah, Baekhyun mengunjungi makam seorang wanita yang sangat ia hormati dan ia cintai.


“Halo bu, apa kabar? Hah, aku baru sekarang ini mengunjungimu lagi setelah sekian lamanya.” Ia menaruh bingkisan bunga Marigold di makam itu.



“Ibu, aku sungguh meminta maaf kepadamu karena aku, aku telah membuat putri tersayangmu menderita. Aku sungguh mencintainya bu, sangat-sangat mencintainya dengan tulus akan kuberikan semuanya untuknya bu. Aku tahu kau pasti sangat marah kepadaku yakan? Tolong maafkan aku bu, sungguh maafkan aku bu.” Jelasnya dengan meneteskan air mata.



Noora yang melihat Baekhyun dari kejauhan ikut meneteskan air matanya, ia tidak mengira Baekhyun mengunjingi makam Ibunya. Ia menghapus air matanya dan berjalan menghampiri Baekhyun, ia memegang bahu Baekhyun.



Baekhyun menoleh lalu menghapus air matanya dan tersenyum, “Kamu, ada disini juga.” Baekhyun berdiri langsung memeluk tubuh mungilnya Noora.



“Aku sangat merindukanmu, Noora.” Ungkapnya sembari mengelus surai Noora. Noora tersenyum lalu mengeratkan pelukannya.


Baekhyun mengajak Noora makan di restoran yang baru saja ia buka,



“Wah, sungguh kau yang buka restoran ini?” tanyanya, ia kagum dengan dekorasi restoran ini.



“Tentu saja aku sendiri yang membuat design nya, kau sangat suka?” tanya sembari mengelus surai lembut Noora.



“Sangat, aku sangat menyukainya.” Senyum lebar terukir di wajah cantik Noora.


“Ini untukmu.” Menyerahkan beberapa surat beramplop coklat kepada Noora.



“Apa ini?” Surat kepemilikan restoran ini.


Noora bingung, “Mengapa kamu memberikannya kepadaku?” tanyanya.



“Retoran ini milikmu, aku membangunnya khusus untukmu.” Jelas Baekhyun dengan menunjukkan senyuman termanisnya.



Noora sangat bahagia mempunyai lelaki ini, “Terima kasih Gyun Baekhyun karena telah mewujudkan impian ibuku.” Noora tersenyum sangat manis dan membuat Baekhyun meleleh bertambah cinta kepada wanitanya ini.



Noora turun dari mobil Baekhyun tepat di depan pagar rumah Kyungsoo, ia terseyum dan melambaikan tangannya ke mobil Baekhyun yang pergi sampai menghilang.



“Kamu ngapain diluar sambil melambaikan tangan?” tanya Kyungsoo dengan nada biasanya.



Noora sudah panik, ia takut ketahuan jalan bersama Baekhyun hari ini. Ia berpikir sejenak,


“Aku tadi bertemu seorang anak kecil yang sangat imut, lalu aku melambaikan tanganku kepadanya sampai menghilang hehe.” Tawanya pelan.



Kyungsoo hanya menganggukkan kepalanya lalu berjalan keluar rumah, “Kamu mau kemana?” tanya Noora.



“Kesuatu tempat.” Jawabnya singkat.


Tiba-tiba Kyungsoo menghentikan langkahnya saat Noora sudah agak jauh darinya, “Noora!” panggilnya.



Noora terhenti dan menoleh, “Ya?” tanyanya.



“Jika ada yang menanyaiku, bilang saja aku ada urusan sebentar dan bilang bertemu denganku dua jam berikutnya, mengerti?!” jelasnya lalu Noora hanya menganggukkan kepalanya mengerti.



“Terima kasih.” Lalu Kyungsoo melanjutkan jalannya tanpa menggunakan mobil melainkan menggunakan taksi.



Irene berjalan di sepanjang pesisir pantai sendirian, suasana pantai sangat bagus tetapi berbeda dengan suasana hatinya. Ia mempunyai segalanya namun hanya satu yang tidak ia miliki, balasan cinta dari kekasihnya itu, Yeon Kyungsoo. Ia duduk di pasir sembari memandang langit sore yang indah.



“Hah, indahnya langit dipantai ini. Seandainya Kyungsoo ikut denganku berjalan-jalan dipantai ini mungkin akan lebih indah daripada sendirian sepertiku ini.”



Ia tersenyum kecut, ia melihat kesekeliling pantai banyak pasangan yang datang menikmati pantai ini kecuali dirinya yang hanya sendirian terduduk dipasir.


Irene bangun dari duduknya untuk kembali pulang, tidak bukan pulang ke rumahnya namun ke rumah Kyungsoo, ia akan izin menginap di rumah Kyungsoo. Saat ia menuju mobilnya, ia berpapasan dengan mantan kekasihnya semasa SMP.



“Hai, Irene.” Lelaki itu menyapanya dengan lambaian tangan disertai dengan senyuman.


Irene terkejut, “Si brengsek ini!” Kesalnya melihat lelaki ini kembali.