
Usahanya yang sedari tadi meminta untuk di lepaskan hanya sia saja. Dan sekarang disinilah dirinya berada, dia begitu mengenali tempat ini, bagaimana tidak? dia sekarang berada di rumahnya Sean, lebih tepatnya di ruang tamu.
Dan apa yang dia rasakan, satu kata buat mengatakannya, yaitu malu!. semua yang berada di situ memandanginya dengan begitu aneh!.rasanya begitu tidak percaya diri, apa dirinya begitu jelek hingga mereka harus seperti itu melihatnya.
Bahkan Sean pun begitu intens memandangnya sejak pertama kali dirinya di bawa masuk oleh anak buahnya tanpa mengalihkan tatapan matanya sedikitpun.
"Ya ampun".ucap Jesslyn yang membuyarkan lamunan setiap yang ada di situ. "Ini benar kamu Key"?tanyanya yang tidak percaya akan penglihatannya, sahabatnya sedikit berbeda hari ini.
"Maksud mu apa? ya benar lah ini aku Keysha".ucapnya lagi. "Apa aku begitu jelek"?tanyanya lagi kepada Jesslyn yang hanya diam terus memperhatikan dirinya, hingga dirinya risih akan kelakuan sahabatnya ini. yang asik memegang wajahnya, memperhatikan dirinya berulang kali dari atas kepala hingga ujung kaki bahkan sesekali memutar-mutar badanya.
"Apaan sih".ujar Keysha, yang sudah tidak tahan menerima perlakuan Jesslyn buat dia pening saja.
" Ini beneran kamu kan Key"?tanya nya lagi yang masih tidk percaya melihat sahabatnya yang begitu berbeda.tidak seperti biasannya tidak terlalu buruk menurutnya.
"Ck, pertanyaanmu ini aneh sekali! kamu waraskan, tidak lagi sakitkan"?tanya Keysha yang masih belum sadar akan penampilanya, bahkan dia menempelkan telapak tangannya di kening Jessly mungkin saja temannya ini lagi sakit makanya bicaranya ngawur gitu.
Indan ibundanya Sean yang sedari tadi memperhatikan apa yang di lakukan putrinya pun segera mendekat, ingin mengakhiri drama yang terjadi antara putrinya dan sahabanya, agar bisa secepatnya melakukan acara yang sedari tadi di tunggu-tunggu oleh mereka. agar pak penghulu pun tidak terlalu lama menunggu. sekalian dirinya juga ingin memastikan apakah yang di depannya benar sahabat putrinya, yang dia tau selama ini Keysha begitu culun tapi perempuan yang ada di depan mereka sekarang sedikit berbeda.
"Nak Keysha".panggil Indah.
"Ah, i-iya tante".ucapnya menyalami mami nya Sean yang sering di sapanya dengan panggilan tante itu.gugup sekali rasanya sekarang
"Tapi tante". ucapnya ragu ingin mengatakan keinginannya.
"Kenapa sayang"?tanya Indah dengan begitu lembut. mendengar nada panggilan sayang nan lembut itu Keysha ingin sekali rasanya memeluknya mengingatkan dirinya kepada momynya yang duluan pergi meninggalkan dirinya,momynya dulu juga begitu, selalu bebicara dengan lembut juga memperlakukan dirinya begitu baik.
"Saya tidak ingin menikah tante".ucapnya yang langsung menundukan kepalanya setelah mengatakan itu. bersiap untuk menerima amarah dari keluarga Sean.
Para penghuni lain yang mendegar permintaan Keysha pun begitu bingung di buatnya, kenapa gadis ini tidak ingin di nikahi oleh Sean, padahal mereka tau apa yang terjadi di antara keduanya, banya pertanyaan yang timbul di benak mereka masing-masing alasan Keysha menolak menikah dengan Sean.
"Kenapa? katakan kenapa kamu menolah pernikahan ini"?.tanya Indah lagi bahkan sama sekali tidak ada nada marah di setiap ucapanya, membuat Keysha berani menatapnya kembali
"Sa-saya belum siap menikah tante"! ucapnya merutuki alasan yang dirinya berikan sungguh alasan yang bodoh menurutnya.
"Alasan macam apa itu? sudah tidak usah terlalu banyak dramanya".ucap Sean begitu tiba mendengar alasan Keysha yang tidak ingin menikah dengan dirinya.
"Sean"! tegur Indah dengan tatapan tajamnya kepada putranya yang mulai berkata kasar kepada perempuan.
Sean pun terdiam mendapatkan teguran dari maminya yang tidak pernah sekalipun marah, begitu mengerikan ternyata batinya.