
Yu Jin berjalan-jalan dipinggir jalan kota Seoul di malam hari dengan memakai pakaian serba hitam ditambah masker hitam dan topi. Ia tidak dijaga ketat oleh bodyguardnya, ia sendirian tanpa takut keluar begitu saja dengan tidak memberi tahu menejernya.
Noora berlari dengan cepat agar Jieun tidak menjambaknya lagi, sungguh Hyun Jieun yang sangat berbahaya. Ia tetap penasaran dengan Noora dan selalu ingin balas dendam kepada Noora, Jieun berjalan cepat sembari tertawa melihat Noora yang ketakutan kepadanya. Saat Noora berlari, ia tidak sengaja menabrak seorang pria tinggi sehingga keduanya terjatuh duduk.
“Aduh!” Noora melihat pria itu dan meminta maaf kepadanya dengan terburu-buru.
Yu Jin, pria itu adalah dia. “Tidak apa-apa, kau tidak terluka?” tanyanya
Noora menggelengkan kepalanya, “Maaf aku sedang dikejar orang, tolong aku tuan!” Noora memohon kepada Yu Jin dengan sangat ketakutan.
Yu Jin dengan senang hati membantu wanita ini, saat Jieun berdiri di depan Yu Jin dan Noora ia tersenyum.
“Hei Noora, mau kemana lagi kau? Sudah cukup berlarinya!” Noora bersembunyi di belakang tubuh tingginya Yu Jin.
Yu Jin melihat wajah Noora yang ketakutan, ia menjaga Noora dengan satu tangannya.
“Hei Yu Jin! Pergilah kau!” ucap Hyung Jieun dengan tegas.
Yu Jin memandang wajah Jieun dengan sinis, “Sudah cukup Hyun Jieun! Kau telah merusak reputasi keluarga kita!” sentak Yu Jin kesal kepada adiknya.
“Oppa, kau berpihak kepada siapa sih?! Dia yang telah merebut kekasihku oppa!!” bentak Jieun tak kalah.
Yu Jin menatap Noora lagi lalu Jieun tertawa kecut, “Kau! Hah oppa, baiklah aku akan lepas dia saat ini, dan kau Noora! Kau tidak akan lepas dariku dilain waktu!” Jieun berjalan balik ke arah tadi dengan kesal.
Yu Jin menarik Noora kedepannya, “Kau benar merebut kekasih adikku?” tanyanya serius.
Noora menundukkan kepalanya, ia tetap diam tidak bisa menjawab apa. Yu Jin menggoyahkan tubuh kecil Noora lalu Noora menatapnya dengan sedih.
“Jawab aku, kau Noora yang telah membuat adikku selalu sengsara selama ini kan?” tanyanya lagi.
“Hei aku, aku bukan wanita jahat seperti yang adikmu pikirkan!” sentak Noora yang membuat Yu Jin terdiam.
Noora menarik napasnya panjang, “Akulah yang tersakiti disini! Kau tidak tahu ceritaku yang begitu pilu!” Noora menatap Yu Jin dengan mata yang bulat.
“Kenapa kau?” tanya Yu Jin
“Kau mau mendengar ceritaku?” tanyanya sembari mengusap air matanya.
Noora menceritakan semua kisahnya yang menyedihkan itu, semua orang baru memang menyebutkan perebut kekasih oranglah, jalanglah namun ia mengacuhkannya demi orang yang ia cintai selama ini. Yu Jin sangat malu dengan keluarganya, sungguh tak disangka keluarga nya lah yang sangat kejam dibandingkan yang lain. Yu Jin tertunduk tidak berani menatap wajah Noora, di pikiran nya hanya ada keluarga nya yang sangat kejam.
“Aku tidak menyangka bahwa keluarga ku lah yang membuat kalian terpisah dan sudah membohongimu, aish!” kesalnya
Noora hanya terdiam namun senyuman terukir diwajahnya, “Kenapa kau masih bisa tersenyum seperti itu?” tanya Yu Jin bingung
“Tidak, hanya saja aku sangat bangga kepada mu Yu Jin oppa.” Noora tersenyum dan Yu Jin pun ikut tersenyum
“Kau bodoh Noora, wanita bodoh.” Ucap Yu Jin yang membuat Noora tertawa pelan.
“Oh ya, lupakan kisahku yang sedih dan telah membuatmu bersalah.” Yu Jin mengangguk.
“Oh ya oppa, kenapa marga namamu dari Goo?” tanya Noora penasaran
Yu Jin tersenyum, “Karena aku membenci ayahku.” Jawabnya
Noora mengerutkan kedua alisnya, “Boleh aku tahu?” tanyanya hati-hati,
“Tentu saja boleh!” jawabnya sembari membenarkan posisi duduknya.
“Ayahku sangat kejam kepada ku dan ibuku sehingga mereka cerai dan ayahku lebih memilih wanita nya yang baru.” Jelasnya dengan kekesalan yang ia pendam.
“Ah dan ya, aku dibuang oleh ayahku. Ia tidak menganggap ku sebagai anaknya lagi, saat aku mulai dikenal dunia dan menjadi musisi terkenal, dia mulai menganggap ku kembali sebagai anak tertua nya. Cih, sangat lucu kan?” jelasnya dengan tersenyum.
Noora terdiam dan menyentuh tangan Yu Jin, “Aku tahu bagaimana rasanya tidak dianggap lalu tiba-tiba saja dianggap kembali. Kau tidak sendirian oppa, ada aku, kau bisa percaya kepadaku.” Noora tersenyum begitu juga dengan Yu Jin.
Saat Noora dan Yu Jin saling tersenyum Baekhyun datang dengan napas yang tidak teratur, ia melihat wanitanya tersenyum kepada orang lain. Baekhyun langsung menghampiri mereka lalu memegang tangan Noora dan membuat Noora terbangun dari duduknya.
“Hei tuan Gyun Baekhyun, kau sangat kasar kepada seorang wanita!” Ucap Yu Jin kesal melihat tingkah Baekhyun.
Baekhyun menatap Yu Jin tajam, “Kau tidak boleh mendekati wanitaku! Mengerti!” tegasnya dengan memengang lengan Noora erat.
Yu Jin berdecih, “Kau sendiri saja tidak tahu siapa sebenarnya wanitamu kan?!” tanyanya diakhiri dengan penegasan.
Baekhyun sangat kesal dengan tingkah Yu Jin yang semakin menyebalkan, mereka saling bertatap tajam dan membuat Noora bingung dengan tingkah keduanya.