Give Me a Chance

Give Me a Chance
Part 31



Setelah kepergian Sean, air mata yang sedari tadi Keysha tahan, akhirnya tumpah juga.


Keysha pun segera menatap penampilannya di depan cermin,."Begitu buruk kah aku hingga dia berani mengataiku, seburuk itukah aku ini? apakah tubuhku ini begitu menjijikan hingga kak Sean begitu risih dengan keberadaanku. apa salahku sampai segitunya kak Sean membenciku"? tanya nya pada diri sendiri. "apa penampilanku sebegitu buruk? tapi aku nyaman berpenampilan seperti ini, apa perlu aku untuk mengubah tatanan rambutku seperti apa yang di minta kak Sean, tapi aku sama sekali tidak ingin mengubahnya,tapi kalau tidak menuruti permintaanya apa yang akan dia lakukan kepada ku". gumamnya


"Kenapa aku sekarang bawaannya melow begini"?tannya nya pada dirinya sendiri. " kenapa setiap kali kak Sean berkata kasar kepadaku begitu terasa sakit sekali di sini.".ujarnya menunjukan arah di mana letak hatinya berada,memukul dadanya yang begitu sesak dengan segala ucapan yang Sean lontarkan ke padanya. "bahkan dengan mudahnya membuat aku menjatuhkan air mataku, padahal aku sudah terbiasa mendegar cacian, makian bahkan hinaan yang sering di lontarkan kepadaku oleh orang lain tapi tidak pernah sesakit ini".ucapnya yang mengusap air mata yang membasahi pipinya.


"Come one Key ini bukan dirimu, kamu itu tidak seperti ini, jangan karena cinta kamu jadi bodoh, di mana Keysha yang kuat,yang tidak cengeng seperti ini, Keysha yang tidak pernah perduli apa yang di ucapkan oleh orang lain yang tidak mudah terpengaruh akan pendapat orang lain tentangnya. ingat Key ini terakhir kali kamu mengeluarkan air matamu untuk lelaki yang sama sekali tidak pernah menganggap mu ada, air mata mu ini terlalu berharga untuk kamu keluarkan Key".ucap Keysha menguatkan dirinya agar tidak terpengaruh akan ucapan Sean.


"Tapi.... kalau untuk soal rambutku ini apa perlu aku mengubahnya"? gumamnya sambil memengang rambutnya. "tapi kalau di fikir-fikir benar sih sepertinya aku harus mengubah rambutku ini, agak sedikit risih sih, apa lagi butuh waktu lama untuk membuatnya,hmmm perkataan kak Sean ada benarnya juga".gumamnya membenarkan ucapan Sean.


Merasa dirinya sudah benar baik, Keysha pun memilih turun ke bawah untuk membantu mertuanya, tidak mungkin kan dirinya hanya numpang tinggal di sini tanpa ingin membantu mertuanya walaupun sudah ada bibi yang mengerjakan segala pekerjaan di rumah ini, tapi dirinyakan merasa sungkan berada di sini walaupun sudah menjadi menantu di keluarga ini, dia sadar dirilah.


Keysha pun segera keluar dari kamarnya dan melangkah turun kebawah.


Sesampainya di bawah dirinya melihat mertuanya sedang membereskan meja makan. memang seperti itu kelakuan mertuanya walaupun sudah mempekerjakan orang untuk membereskan segala urusan rumah, tapi sering dirinya sendiri yang terjun langsung, apa lagi kalau urusan makanan pasti dirinya sendiri yang memasaknya. bahkan kadang suaminya sering mengeluh akan kelakuan istrinya tapi tidak bisa untuk menahannya agar tidak melakukan pekerjaan yang di kerjakan oleh para pekerja, setiap kali papi mertuanya melarang istrinya itu untuk duduk manis saja, ada saja alasan yang akan selalu di berikan oleh istrinya seperti. "hanya pekerjaan ringan saja pi, lagian badan mami kalau hanya diam saja terasa sakit". kadang pula beralasan. " ngak apa-apa pi sambil olahraga mamikan jarang olahraga katanya, dan banya sekali alasan lainnya yang sering di berikan oleh mertuanya.memang seperti itulah ibu mertuanya, sejak dulu dirinya mengenal mertuanya memang sudah kebiasaanya,.


"Apa ada yang perlu Keysha bantu tan"?tanya Keysha yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Indah mertuanya , karena masih belum mengubah panggilannya.


"Mami. ya mami maksud Key mi hehehe". ubah Keysha dengan cepat takut akan tatapan mertuanya.


"hmmhuff". Indah hanya dapat menghela nafasnya saja, dia sadar menantunya ini belum terbiasa memanggilnya dengan panggilan mami, sepertinya dirinya harus memberikan sedikit waktu untuk menantunya ini agar terbiasa.


"Sering-sering biasakan manggil tante dengan mami Key, kalau kamu masih merasa sungkan, kamu anggap mami ini ibu kandung mu bukan mertuamu sayang, pasti lama kelamaan kamu terbiasa hmm".ucap indah lembut mengelus kepala Keysha. karena Indah benar-benar sudah menganggap Keysha sebagai putrinya bukan menantunya.


Keysha yang mendengar ucapan ibu mertuanya tidak dapat berkata-kata, apa lagi usapan yang di lakukan ibu mertuanya begitu membuat matanya berkaca-kaca sudah lama dirinya tidak merasakan sentuhan ini., dia begitu rindu akan belaiyan yang di lakukan Indah, sungguh dia begitu rindu! sudah lama dia tidak merasaka usapan dari seorang ibu.


Dengan memengang tangan Indah, Keysha terus menatap Indah dengan mata yang sudah berkaca-kaya dan bertanya."Apa bole Key peluk"?tanya Keysha yang sudah tidak dapat membendung air matanya.


"Hmm" angguk Indah segera memeluk menantunya.


Air mata Keysha pun jatuh begitu saja, dia bahkan sudah sesegukan di pelukan ibu mertuanya, begitu nyaman, dia benar rindu akan rasa pelukan ini.


Indah pun terus mengusap punggung Keysha. merasa bahunya basah Indah pun melepaskan dekapanya, dan menata menantunya yang sudah berlinang air mata" hey kenapa sayang"?tanya Indah mengusap air mata yang membasahi pipi menantunya.


"Kamu lagi ada masalah"?tanyanya lagi penasaran akan menantunya yang menagis.


Keysha hanya menggelengkan kepalanya tidak ingin menatap ibu mertuanya, dirinya malu ketahuan cengeng! dia pun segera mengusap air matanya.


"Katakan pada mami kamu lagi ada masalah, ceritakan mami siap mendengarnya sayang". ucap Indah terus mengusap rambut Keysha menenangkannya.


"Tidak ada mi". ucap Keysha sesegukan. "Keysha hanya rindu momy Keysha".ujarnya lagi.


"Kalau kamu rindu kenapa tidak menemuinya"?tanya Indah. "di hari pernikahanmu pun momy mu tidak hadir sayang, padahal mami ingin sekali berkenalan dengan besan mami".ujarnya lagi.


"Sudah ngak perlu bersedih lagi, lebih baik sekarang kamu siap-siap biar kita pergi menemui momy mu sayang".ucap Indah lagi.


Fisha lagi-lagi hanya mengelengkan kepalanya saja.


"Kenapa"?tanya Indah


"Momy Keysha sudah tenang di sana mi"!ucap nya dengan air mata yang terus membasahi pipinya.


"A-apa"! ucap Indah kaget tidak percaya akan apa yang di dengarnya pantesan besanya tidak hadir di hari pernikahaan putrinya, Indah begitu sedih mendengarnya dia bisa merasakan apa yang dirasakan oleh menantunya, kerena dirinya juga pernah di posisi Keysha, dia pun tidak ingin bertanya lagi walaupun masih ada yang menganjal di hatinya,ingin sekali dia tanyai karena di hari pernikahan putranya keluarga dari pihak wanita sama sekali tidak ada yang hadir. tidak mungkinkan kalau semuanya sudah tiada,setidaknya pasti masih ada paman atau bibinya. karena tidak ingin membuat menantunya kembali bersedih lebih baik dia diam saja.


"Sudah tidak perlu bersedih lagi, ada mami di sini! mami juga momymu sekarang!, sudah jangan sedih lagi nanti jelek" hibur Indah.


"Ayo bantu mami sayang" ajak Indah agar menantunya tidak bersedih lagi.


Fisha pun segera menganggukinya. dia pun mengukuti ke mana mertuanya ingin membawanya