FROM THE DARK TO THE LIGHT

FROM THE DARK TO THE LIGHT
CAMPING (1) : PEMECAHAN TEKA-TEKI 1-8



LIKE


KOMEN


VOTE


TEKAN TOMBOL FAVORIT


THANKS


_______________________________________


Sesampainya mereka ber-5 di peternakan Ayam. Elions dan Reza menurunkan Alora dan Rachel. Mereka berjalan masuk dan bertanya pada satpam yang berjaga di depan peternakan besar itu.


"Permisi Pak",sapa Farhan dengan sopan.


2 satpam yang berjaga disana berdiri dan meninggalkan sepiring pisang goreng dan 2 gelas kopi hitam yang tampak masih berasap.


"Iya. Ada apa dek?",tanya salah satu satpam dengan name tag bertuliskan Dodi Mulyadi.


"Al",bisik Rachel sambil menyenggol lengan Alora.


"Begini Pak. Kami berdua mau bertanya apakah kami boleh masuk untuk melihat-lihat isi peternakan ini?",tanya Alora.


"Kalo boleh tahu,kalian ini darimana asalnya?",tanya seorang satpam lain dengan name tag bertuliskan Suryono


"Kami dari Jakarta Selatan Pak. Kampus kami yaitu Emperor University,sedang mengadakan camping tak jauh dari sini dan sedang mencari jawaban atas teka-teki yang diberikan para guru kami",jawab Reza


"Ooowalahh Emperor toh. Silahkan-silahkan. Kalian sudah ditunggu daritadi didalam",sahut Pak Suryono dengan wajah cerah.


"Eh beneran Pak?",tanya Elions memastikan.


"Iya bener adek-adek. Beberapa panitia acara kalian menunggu didalam",jawab Pak Dodi dengan ramah.


"Baik Pak. Terimakasih sudah memberi tau. Kami masuk duluan ya Pak. Punten",ujar Rachel sambil membungkuk hormat pada kedua satpam itu.


Kedua satpam itu mengangguk. Ke-5 orang siswa Emperor University itu kemudian masuk ke dalam peternakan. Sesampainya di dalam area peternakan.


"Coba cari ruangan yang berhubungan sama pengumpulan telur atau penetasan telur",ucap Alora pada teman-temannya.


"Oke. Tapi apa hubungannya telor sama teka-teki?",tanya Rachel.


"Karena jawaban teka-teki tadi adalah telur",jawab Alora dengan santai.


ke-4 temannya hanya bisa melongo mendengar jawaban tak terduga dari teka-teki yang mereka dapatkan tadi. Elions membaca peta yang ada di depan peternakan untuk menemukan ruang pengumpulan telur.


Sesampainya mereka di ruang pengumpulan telur. Beberapa panitia menganggukkan kepala pada mereka dan mempersilahkan mereka masuk untuk mencari jawabannya.


Di dalam ruangan penuh dengan telur itu. Rachel,Farhan,Elions,dan Reza mencari sesuatu yang berhubungan dengan teka-teki contohnya surat atau kertas. Alora berdiri di depan pintu dan menunggu ke-4 temannya mencari jawaban.


Saat sudah mencari hampir 5 menit lamanya. Mata Rachel dibuat terpaku dengan selembar amplop berwarna krem yang ditindih 1 rak telur. Ketika dia menariknya,amplop itu memiliki logo Emperor University dan masih tertutup.


"Dapetttt!!",serunya sambil berjingkrak girang. Elions,Reza,dan Farhan menyusulnya.


"Apa isinya?",tanya Farhan.


Rachel membuka amplop berwarna krem itu dan mengeluarkan secarik kertas berwarna krem dari dalamnya.


"Selamat para pemburu. Kalian berhasil menyelesaikan tantangan pertama. Scan QR code dibawah ini untuk mengklaim hadiah pertama",baca Rachel.


Elions men-scan QR code yang tertera di dalam surat karena dia adalah ketua tim. Benar saja. Hadiah pertama mereka mendapatkan 1 bola kristal berwarna krem menyala. Tersisa 9 bola kristal yang masih terkunci.


"Uudah beres. Ayo kita ke pos kedua !",seru Farhan dengan semangat membara.


_________________________


POS 2


'Hidup tak bernafas. Dingin seperti mayat. Tidak haus namun minum terus. Berpakaian besi namun tak merasa berat'


"Ikan",bisik Rachel pada ke-4 temannya.


Kompak,mereka mencari tempat budidaya ikan yang sudah diberi tanda di dalam peta. Untunglah tidak ada tempat budidaya ikan yang lain di daerah ini,sehingga mereka tidak salah. Tempat itu berjarak 20 meter dari pos ke-1.


Sesampainya disana,Farhan berhasil menemukan sebuah amplop berwarna biru muda berlogo Emperor University yang dibungkus dengan plastik anti-air dan diikat di sebuah batu yang ada di dalam kolam ikan koi raksasa.


Farhan melepaskan pakaiannya sebelum masuk kedalam air dan berhasil naik kembali dengan amplop biru itu di tangannya. Pesan didalam surat itu sama persis dengan surat pertama. Elions langsung men-scan QR code yang tertera di sana. Sebuah bola kristal biru muda yang bersinar akhirnya terbuka.


Mereka melanjutkan langkah ke pos ke-3 yang berjarak 100 meter dari pos ke-2.


__________________________


POS KE-3


'Tak bersuara,menangis. Tak bersayap,terbang. Tak bergigi,menggigit. Tak bermulut,berbisik'


"Hmm....apa ya",gumam mereka sambil terus berfikir.


Rachel melihat gantungan dari bambu-bambu kecil yang digantung di depan pos ke-3. Angin membuatnya bergoyang-goyang dan berbunyi. Semilir angin yang cukup kencang membuat telinga Rachel seperti ditiup-tiup seseorang yang sedang berbisik.


Rachel tersenyum lebar.


"Jawabannya adalah",Rachel berjalan mendekati ke-4 temannya dan berbisik


"Angin",sambungnya.


Mereka ber-5 tersenyum puas dan mencari PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Angin) yang berada sekitar 50 meter dari pos ke-3.


Mereka mencari ke semua turbin yang ada disana. Membutuhkan waktu 15 menit untuk Reza menemukan sebuah amplop berlogo Emperor University berwarna putih di turbin angin terbesar disana. Amplop itu ditempelkan di badan turbin yang bisa dijangkau oleh Reza.


Seperti sebelumnya,ada sebuah QR code disana dan Elions langsung men-scannya. Sebuah bola kristal berwarna putih bersinar terang dan terbuka.


"Tinggal 7 teka-teki lagi. Semangatt!!",ucap Alora menyemangati ke-4 temannya. Tanpa terasa,bibir Elions membentuk bukan sabit yang indah. Elions tersenyum.


______________________________


POS KE-4


'Sebuah mata pada muka biru melihat mata pada muka hijau.


"Matanya seperti mataku",kata mata pertama


Namun tempatnya dibawah,bukan diatas'


Elions tersenyum karena pernah mendengar jawaban dari teka-teki ini dari ibunya yang sudah meninggal ketika dia berusia 7 tahun.


"Matahari dan bunga matahari",ucap Elions dengan mata yang menatap arah kebun matahari yang terhampar 100 meter di depan Pos ke-4.


Mereka bergegas ke kebun bunga matahari itu bersama-sama dan mencari amplop berlogo Emperor University diantara ribuan bunga matahari yang sedang mekar.


Elions sangatlah bersemangat mencari amplop itu sambil menyentuh bunga-bunga berwarna kuning cerah itu.


Kedua mata Elions berbinar ketika melihat sebuah amplop berwarna kuning dengan logo Emperor University ditali di salah satu batang bunga matahari yang ada di tengah-tengah kebun yang penuh dengan bunga matahari itu.


Elions men-scan QR code di dalam surat disana dan berhasil membuka bola kristal berwarna kuning terang.


"I GOT ITT !!!!",soraknya sambil mengangkat ponselnya tinggi-tinggi. Ke-4 temannya saling berpelukan sebentar karena terlalu senang.


____________________________


POS KE-5


'Meski diinjak berkali-kali,aku tidak menjerit atau mengeluh


Meski tidak diinginkan aku akan selalu tumbuh dan ada'


"Rumputt!!",sorak mereka ber-5 bersamaan.


Sesuai peta,ada sebuah toko budidaya rumput hias yang berjarak 100 meter dari kebun bunga matahari. Mereka bergegas kesana. Reza berhasil menemukan sebuah amplop berwarna hijau didekat akuarium besar berisi air dan rumput hias yang bisa tumbuh didalam air. Setelah Elions men-scannya,bola kristal berwarna hijau bersinar terang dan terbuka.


Tersisa 5 bola kristal yang belum terbuka. Meski lelah,namun mereka masih bersemangat untuk mencari teka-teki lainnya.


__________________________


POS KE-6


"Makin lama makin ngelunjak ni teka-teki",gerutu Elions yang duduk di pinggiran pos ke-6.


"Wkwk sabar",hibur Alora.


"Fokus ges fokus",sela Farhan yang tampak serius menatap kertas teka-teki itu.


"Apaan njink. Gue bing -.....ehhh ooo",di kepala Reza seolah menyala sebuah bohlam berwarna kuning.


"Apaann??",tanya Rachel tak sabaran.


"Bentar cok. Ini gue bingung dimana carinya",ujar Reza dengan ragu


"Hah bingung gimana Za?",tanya Farhan yang juga nampak kebingungan.


"Gini, jawabannya itu 'hujan'. Tapi dimana kita bisa dapet hujan padahal cuaca lagi cantik-cantiknya kayak janda kembang kompleks sebelah",ujar Reza dengan wajah serius.


Elions,Farhan,Rachel,dan Alora hanya geleng-geleng kepala mendengarnya.


"Janda mulu. Ya tapi iya sih. Dimana kita bisa dapet hujan di cuaca super cerah kayak gini?",tanya Rachel sambil melihat langit yang berwarna biru terang.


"Eh udah mau jam 12. Kita ke masjid dulu. Sholat Dzuhur weh",ujar Elions sambil memperlihatkan arloji Rolex-nya pada ke-4 temannya.


"Waduh iya juga. Nggak kerasa udah siang aja",sahut Farhan sambil mengangguk.


"Yaudah sholat dulu kita", sambungnya lagi.


"Okelah",jawab Reza setuju.


"Maaf. Gue sama Alora nggak ikut sholat karena lagi dapet. Paham kan?",ucap Rachel.


"Dapet?. Dapet apaan?. Dapet duit?",tanya Farhan dengan nada bercanda.


Reza menjitak kepalanya pelan.


"Mens cok. Yaudah-yaudah. Kalian tunggu diluar masjid aja sampe kita ber-3 selesai sholat sama berdoa oke. Jarak masjidnya nggak jauh kok dari sini. Tuhh keliatan kubahnya muter-muter",ucap Reza sambil menunjuk kearah Utara. Kubah masjid disana memang berputar-putar.


"Yok",sahut Elions dkk bersamaan.


Tak lama kemudian,adzan berkumandang. Mereka ber-5 bergegas ke masjid itu. Di depan masjid,ada sebuah air mancur raksasa yang sangat indah. Airnya yang jernih membuat siapapun betah melihatnya. Di dekat air mancur,ada tulisan besar bertuliskan 'Masjid Al-Huda'.


Alora dan Rachel duduk di bangku yang ada di dekat air mancur itu sedangkan ke-3 pria tadi masuk ke dalam masjid untuk mengambil wudhu dan menunaikan sholat Dzuhur. Sambil beristirahat,Rachel berbagi minuman dengan Alora. Setelah selesai minum. Mereka bersender santai di punggung bangku yang kokoh.


Alora berkedip-kedip karena teciprat oleh air yang berasal dari air mancur di dekatnya. Alora menikmatinya dan menjulurkan tangan kanannya agar terkena air.


Rachel hanya tersenyum melihat Alora tersenyum saat bermain air. Setelah puas menjulurkan tangannya,Alora menurunkan tangannya. Saat Alora menurunkan tangannya,tanpa sengaja tongkatnya terjatuh hingga menggelinding ke kolong bangku yang didudukinya bersama Rachel.


"Eh gue ambilin sini",ucap Rachel.


"Jangan Chel. Biar gue cari sendiri oke",sahut Alora sambil tersenyum.


"Oke-oke",jawab Rachel.


Alora berlutut di tanah dan mulai mencari dibawah bangku. Saat dia menemukan tongkatnya dan akan mengeluarkan tangannya dari kolong,punggung tangannya terasa menyentuh sesuatu yang ditempel dibawah bangku. Alora merabanya dan melepaskan benda yang menempel itu dengan hati-hati.


Ketika dia berdiri,Rachel tampak terkejut dengan penemuan Alora. Yapp,Alora menemukan amplop ke-6 berwarna abu-abu dengan logo Emperor University.


"Chel. Ini kayak amplop kan?. Amplop apa?",tanya Alora dengan polos.


"Omo omoo. Ini amplop berlogo Emperor University Alll. Kamu berhasil nemuin amplopnyaaaa. Yeyyy!!!",seru Rachel sambil memeluk Alora dengan erat


"Beneran???",tanya Alora dengan wajah sumringah.


"Iyaaa benerr. Nanti kalo mereka udah keluar. Kita kasih amplop inii. Uhh ya Allah Alhamdulillaah",ucap Rachel penuh syukur sambil memegangi tangan Alora yang masih memegang erat amplop berwarna abu-abu itu.


Alora tertawa kecil dan tersenyum bahagia karena kali ini dia berhasil membantu tim-nya menemukan amplop meski tidak bisa melihat bagaimana gambarnya.


"Alhamdulillah",gumamnya.


Setelah 10 menit menunggu diluar masjid. Reza,Farhan,dan Elions akhirnya selesai menunaikan sholat Dzuhur dan berdoa lalu keluar dari masjid beserta beberapa bapak-bapak yang juga melaksanakan sholat Dzuhur di masjid indah itu.


"Hann,Zaa,Ell. Kita dapet amplop ke-6 nyaaa!!!",seru Rachel sambil mengangkat amplop abu-abu di tangan kanannya.


Elions,Reza,dan Farhan tersenyum lebar dan segera menyusul Rachel dan Alora yang menunggu di samping air mancur raksasa yang indah itu.


"Hah gimana caranya???. Kan nggak ada hujan",tanya Reza sesampainya disana


"Alora sama gue tadi kan duduk disini. Nggak sengaja tongkatnya Alora jatoh ke bawah bangku ini. Pas dia ambil sendiri,nggak sengaja dia temuin amplop ini ditempel persis dibawah papan bangku ini",cerita Rachel.


"Wahhh All kerennnn",puji Farhan


"But,where the rain???",tanya Elions .


"Air mancurnya",jawab Alora sambil menengadahkan tangannya agar terkena cipratan air mancur lagi.


Para cowok-cowok ganteng itu ber-oh ria dan memahami maksud cipratan air mancur itu seperti air hujan.


Elions men-scan QR code yang tertera di dalam surat dalam amplop abu-abu itu dan berhasil membuka bola kristal ke-6 yang berwarna abu-abu.


Karena air mancurnya indah. Mereka mengabadikan momen disana dengan foto selfie bersama dengan latar air mancur dan masjid. Setelah selesai ber-selfie,mereka melanjutkan perjalanan mencari teka-teki itu dengan semangat.


"Waktu kita sampai jam 9 malam guyss. Semangatt!!!",ujar Farhan dengan berapi-api.


"Siapp!!!",sahut ke-4 temannya serempak


__________________________________


POS KE-7


'Jika digenggam dengan lembut,aku akan bertahan


Jika digenggam terlalu keras,perlahan aku akan menghilang'


"Pasir!",sorak Farhan yang sepemikiran dengan Alora.


"Sepemikiran",sahut Alora sambil tersenyum.


Farhan tersenyum bangga. Mereka kemudian berjalan ke sungai yang berjarak 100 meter dari pos ke-7. Kali ini mereka memakai sepeda. 1 sepeda dengan boncengan di belakangnya dipakai oleh Farhan dan Alora,Alora membonceng di belakang sambil berpegangan pada baju Farhan. Reza,Rachel,dan Elions memakai sepeda gunung.


Sesampainya disana. Mereka melihat sebuah truk tengah mengangkut pasir yang didapat dari dasar sungai bernama Sungai Tirta Wening itu. Dengan mata yang setajam elang,Rachel melihat sebuah amplop berwarna hitam di sebuah batu besar yang ada di tengah sungai. Untunglah air sungai sedang surut sehingga memudahkannya mengambil amplop itu dari sana.


Elions men-scan QR code di dalam surat beramplop hitam itu dan berhasil membuka bola kristal berwarna hitam.


_______________________________


POS KE-8


'Semakin dipukul semakin kedalam'


"Aemmm ada toko bangunan nggak di sekitar sini?",tanya Alora.


"Ada. Di deket villa ada 1 toko bangunan. Nah,ini ada di peta",sahut Elions sambil melihat peta yang digelar Reza.


"Kita kesana sekarang",sambung Alora.


"Tapi apa yang makin dipukul malah makin kedalam,bukannya seharusnya kalo dipukul itu lari?",tanya Farhan


"Paku. Ya kan Al?",tanya Elions yang baru saja teringat dengan benda satu itu.


"Hehe iya",jawab Alora.


Mereka ber-5 setuju ke toko itu. Kali ini,Elions yang memboncengkan Alora. Alora berpegangan pada jaket Elions. Namun karena jahil,Elions sengaja menggoyangkan sepedanya. Refleks Alora memeluk pinggang Elions dengan erat karena takut terjatuh.


"Elll ati-atii. Gue berat ya?",tanya Alora dengan wajah cemas.


"Kagak. Tadi gue kurang imbang aja soalnya mau ngebut biar cepet sampe. Makanya pegangan yang bener. Awas aja kalo sampe jatoh",sahut Elions dengan akhir kalimat yang sedikit mengancam.


"Iya iya. Tapi yang bener kalo bawa sepeda-nya. Ati-ati",ucap Alora dengan kedua tangan melingkar sempurna di pinggang Elions.


"Iye iye",sahut Elions sok cuek padahal dalam hati.dia bersorak bahagia. Senyumnya diam-diam merekah selama perjalanan mereka ke toko bangunan yang dimaksud dalam peta.


Bersambung...