
Nathan,Julian,Rachel,dan Alora sedang dalam perjalanan menuju kampus Phoenix University zetelah selesai memasukkan semua ransel dan kebutuhan camping mereka di bagasi tadi pagi.
Jam digital di pergelangan tangan Rachel menunjukkan pukul 6.00 pagi saat mereka berangkat dari rumah. Embun di jalanan masih cukup tebal namun bisa diatasi.
Kali ini,Rachel yang menyetir. Julian duduk di kursi penumpang bersama Alora,sedangkan Nathan duduk di kursi yang ada di samping Rachel. Sesekali,mereka mengobrol ringan hingga mobil Rachel sampai di Phoenix University.
Rachel memarkirkan mobilnya sebentar di depan tangga menuju lobby masuk kampus agar Nathan dan Julian tidak kerepotan membawa 2 ransel besar mereka. Alora duduk di pinggir jendela dan melihat keluar jendela,meski tidak ada yang bisa dilihatnya,setidaknya dia mendengar suara Rachel,Nathan,dan Julian yang sedang mengeluarkan barang-barang mereka dari bagasi mobil.
"Kalian yakin mau ikut bus?. Nggak ikut gue naik mobil aja?",tanya Rachel saat dia selesai membantu Nathan dan Julian mengeluarkan barang-barang camping mereka berdua.
Beberapa mahasiswa-mahasiswi di Phoenix University yang lewat,berhenti untuk melihat mereka ber-3.
"Nggak boleh sama pihak kampus Chel. Kalo boleh,gue udah daritadi ngajak lo langsung ke tempat camping. Daripada nunggu-nunggu",jawab Nathan.
"Ho o. Males sebenernya,tapi nggak papa lah,sesekali",sambung Julian.
"Yaudah kalo gitu. Hati-hati aja. Gue sama Alora pake mobil,soalnya udah izin. Alora kan trauma naik bus setelah kejadian itu",ujar Rachel sambil mengecilkan volume suaranya di kalimat terakhir.
Alora mendengar suara-suara dari murid-murid yang lain dan merasa sedikit senang. Setelah berbincang sebentar,Julian,Nathan,dan Rachel berjalan ke mobil. Julian dan Nathan berdiri di luar jendela mobil tepat disamping Alora duduk.
"Kita masuk dulu ya Al. Lo sama Rachel hati-hati",ujar Julian.
"Kalian juga hati-hati. Semoga semua lancar selamat sampai tujuan tanpa kurang satu apapun",balas Alora.
"Amin",sahut Nathan,Julian,dan Rachel yang mendengarnya.
"Yaudah kita masuk dulu. Bye",pamit Nathan.
"Bye Than,Yan",jawab Alora sambil melambaikan tangannya.
Natha dan Julian mengangguk dan berjalan masuk kedalam kampus . Barang-barang mereka tadi sudah dibawa pihak panitia kampus untuk dimasukkan ke bagasi bus sembari menunggu siswa-siswi yang lain datang.
Setelah memastikan kedua sahabatnya sudah masuk kedalam lobby dan menghilang saat menaiki tangga,Rachel berbalik dan berjalan ke sisi kiri mobilnya.
Saat Rachel berjalan sambil melihat kunci mobilnya, seseorang menabraknya. Untungnya Rachel dan orang itu sama-sama bisa menjaga keseimbangan,sehingga mereka tidak terjatuh.
"Maaf-maaf", ucap orang yang menabrak Rachel barusan.
Dia adalah seorang laki-laki berkulit putih Langsat dengan mata sipit namun tajam. Di mata Rachel,pria itu tampak seperti ular karena warna matanya yang hijau. Dia jauh lebih tinggi dari Rachel hingga Rachel perlu mendongak saat menatapnya,sama seperti saat menatap Julian dan Nathan.
"Nggak papa. Saya juga minta maaf. Tadi kurang fokus karena liat kunci mobil",sahut Rachel sambil menganggukkan kepalanya 1×.
"Ah iya. Eh ngomong-ngomong gue baru liat muka Lo disini. Anak baru atau anak dari kampus....oowhh anak EU toh",ujar pria muda itu saat melihat jas almamater Rachel yang berlogo Emperor University.
"Iya",sahut Rachel.
"Nganter temen atau pacar nih ceritanya?",tanya pria itu lagi sambil melirik mobil Rachel.
"Temen",jawab Rachel singkat sambil tersenyum kaku.
Karena menunggu terlalu lama,Alora membuka pintu mobil dan turun dari mobil untuk mencari Rachel.
"Oh iya,kenalin,nama gue Hans. Nama lo siapa?",tanya Hans seraya mengulurkan tangan kanannya untuk bersalaman dengan Rachel.
"Nama gue....-",
"Iya Al. Gue disini. Gue berangkat dulu. Permisi",ucap Rachel pada Hans setelah menyahut Alora.
Baru saja Hans membuka mulut untuk menjawab,Rachel sudah berjalan kearah Alora dan membantunya masuk kembali kedalam mobil dan duduk di kursi penumpang. Rachel berlari kecil melewati Hans lalu masuk kedalam mobil m,duduk di kursi pengemudi,lalu memasang seat belt-nya. Dia menghidupkan mesin mobil lalu menghidupkan lampu depan mobilnya. Hans menepi. Rachel mengemudikan mobilnya melewati Hans tanpa menoleh padanya dan keluar area Phoenix University.
Hans tersenyum miring dengan tatapan yang aneh kearah mobil Rachel yang mulai mengecil di matanya.
Rachel melajukan mobilnya sedikit cepat ke Puncak,langsung ke tempat camping yang ditentukan. Meski dia tahu,dia dan Alora akan sampai duluan di lokasi,setidaknya itu membuat Rachel senang. Di tengah perjalanan ke Puncak,Rachel teringat pria yang tadi ditemuinya.
"Hmm...kalo nggak salah namanya Hans kan?. Tapi marganya apa ya?. Kalungnya tadi kalo nggak salah liat,bentuknya mirip banget sama Phoenix. Apa jangan-jangan dia.....ah udahlah ribet banget mikirin orang gajelas",batin Rachel.
Ilustrasi kalung Hans
Mobil melaju mulus di jalanan yang masih sepi dan lenggang. Hawa dingin terasa saat mereka memasuki area Puncak. Puncak ini disebut Puncak Genios,puncak paling indah dan asri di Jakarta. Jalanan menuju kesana dihiasi dengan rimbunnya pohon pinus,akasia,dan berbagai pohon-pohon berukuran besar lainnya. Di sisi kiri dan kanan jalan hanya berupa hutan karena wilayah ini digunakan sebagai hutan konservasi sekaligus observasi tumbuhan dan satwa langka.
Sesampainya di Villa Cherry,Rachel memarkirkan mobilnya di tempat parkir mobil yang ada di sisi depan bagian sayap kanan villa besar bergaya Klasik Eropa itu.
Rachel memanggil staff khusus villa untuk membantunya membawakan dan mengantar semua barang-barangnya ke villa. Setelah barang-barangnya diturunkan dan Rachel menutup pintu bagasi serta mengunci mobilnya,Rachel masuk kedalam villa bersama Alora dan menanyakan beberapa hal pada pengelola villa tentang acara camping kampusnya. Rachel adalah salah satu panitia acara camping Emperor University.
Alora ikut mendengarkan dan beberapa kali ikut bertanya juga. Untunglah pihak villa sangat transparan dan ramah. Sehingga mereka tidak kesulitan mendapatkan informasi. Setelah selesai mengobrol. Rachel menerima access card ke kamarnya dan pergi kesana bersama Alora.
Rachel dan Alora mendapatkan tempat di kamar nomor 137,lantai 4,tepatnya lantai tertinggi sebelum bagian rooftop+resto villa Cherry. Dengan view yang sangat indah dan instagramable. Rachel bersemangat saat menceritakan semua detail ruangan dan pemandangan yang dilihatnya pada Alora. Alora tersenyum mendengarnya.
Setelah mereka selesai membersihkan diri. Rachel dan Alora berisitirahat. Rachel memesan makanan dari resto yang ada di dalam Villa Cherry untuknya dan Alora sarapan. Dia memesan 2 salad buah manis,2 roti gandum panggang dengan olesan selai kacang,1 gelas jus apel untuk Rachel,dan 1 gelas jus kiwi untuk Alora. Didalam kamar sudah disediakan dispenser yang dilengkapi segalon penuh air mineral,jadi mereka tidak perlu repot membeli air putih lagi.
Selesai sarapan,Rachel dan Alora berjalan-jalan ke sekitar villa dan dilanjutkan ke area camping mereka yang ada di dalam hutan. Jarak villa dan hutan sekitar 1 KM. Alora dan Rachel kesana sambil jalan kaki untuk menikmati udara pagi dan suara-suara alam. Sesuai dugaan Rachel,sesampainya mereka disana,tempat camping mereka sudah diberi tanda .
Baner raksasa bertuliskan 'EMPEROR UNIVERSITY'S 10th ANNUAL CAMP EVENT' dipasang di gapura bambu besar yang ada di depan area perkemahan mereka. 100 meter di samping area perkemahan mereka. Terpampang nyata banner bertuliskan 'PHOENIX UNIVERSITY'S 10th ANNUAL CAMP EVENT'.
"Jarak 100 meter dari tempat kita berdiri. Ada area camping Phoenix University Al. Wkwk lucu ya. Bisa barengan gitu",ucap Rachel.
"Beneran??",tanya Alora.
"Beneran. Suerr. Tulisannya banner besar di tempat camping kita itu 'Emperor University's 10th annual camp event'. Nah di sono noh. Ada tulisannya 'Phoenix University's 10th annual camp event'. Setelah kemarin gue baca-baca. Ternyata waktu berdirinya PU sama EU itu sama persis. 20 November 2013",jawab Rachel rinci.
"Woah bener juga ya. Wkwkwk. Eh sekarang jam berapa Chel?",tanya Alora.
Rachel melihat jam digitalnya dan menjawab,
"Jam 10 lebih 20 menit Al. Anak-anak lain mungkin sampe disini sekitar jam 1 atau jam 2 siang. Perjalanan dari kampus kesini kan 3-4 jam kalo kecepatan normal. Karena tadi gue ngebut dikit plus no macet-macet Kita cuma butuh sekitar 1,5 jam sampe disini",jawab Rachel.
"Keren",puji Alora.
"Ah biasa aja hehe",sahut Rachel.
Sambil mengobrol,mereka berkeliling area perkemahan,lalu mereka menyempatkan mampir ke sebuah danau besar bernama Zoza Lake di dekat area perkemahan mereka. Danau dengan air sejernih kristal itu tampak bersih dan indah. Alora dan Rachel bermain di pinggiran danau dan duduk-duduk santai disana sebentar sebelum kembali ke villa.
Di dalam bus. Nathan dan Julian memilih tidur sampai mereka tiba ke villa. Meski terjadi banyak kebisingan di dalam bus. Mereka tidak terganggu,karena Julian dan Nathan menutup telinga mereka dengan headset yang memutar lagu-lagu favorit mereka.
.........