
"Nomor 30,Racheline Altair!",umum MC acara.
Lampu diredupkan. Rachel duduk di kursi yang sudah disiapkan di bawah pohon. Lampu panggung yang berwarna kuning temaram menyorot Rachel yang duduk manis di kursi sambil memegang sebuah mic si tangan kanannya. Rachel tampak sederhana namun manis dengan setelan gaun selutut berwarna gading dan blus berwarna senada. Kaki putihnya semakin cantik dengan sepasang sepatu high heels berwarna senada dengan gaunnya.
"Saya akan menyanyikan sebuah lagu. Takkan Selamanya,Noah",ucapnya sebelum musik berputar.
Semua mata tertuju pada Rachel. Meski malam sudah cukup larut. Musik latar mulai diputar,semua orang terdiam dengan pesona Rachel.
"Takkan selamanya,tanganku mendekapmu
Takkan selamanya,raga ini menjagamu
Seperti alunan detak jantungku
Tak bertahan melawan waktu
Dan semua keindahan yang memudar
Atau cinta yang telah hilang
Tak ada yang abadi 4×
Biarkan aku bernafas sejenak sebelum hilang...
Takkan selamanya,tanganku mendekapmu
Takkan selamanya,raga ini menjagamu
Jiwa yang lama segera pergi
Bersiaplah para pengganti
Tak ada yang abadi 4×
Tak ada yang abadi 4×",
Sepersekian detik kemudian lampu dimatikan ,air mata mengalir dari kedua mata Rachel,namun langsung diusap gadis itu dengan cepat hingga tidak ada yang sempat melihatnya. Namun mata Hans tidak luput darinya barang sedetik.
Tepuk tangan riuh terdengar setelah Rachel membungkuk hormat pada penonton dan meninggalkan stage.
Tak berkata apa-apa,Rachel membelah kerumunan yang memberinya tepuk tangan dan pergi. Alora mengerti Rachel sangat sensitif pada hal yang membuatnya mengingat masa lalunya,dia tidak mencegah/mengikuti Rachel pergi. Alora paham jika Rachel butuh waktu sendiri sekarang.
"Makanya gue nggak suka tampil depan umum buat nyanyi. Yang gue nyanyiin aja sad terus",gerutu Rachel sambil mengusap air mata yang mengalir di kedua matanya. Rachel duduk di tepi danau,jauh dari kerumunan orang-orang.
Dulu,Rachel pernah jatuh cinta,namun cintanya seolah bercanda dengannya. Karena sudah lelah,Rachel memilih pergi dan melepaskan pria yang dia cintai untuk selamanya. Rachel mungkin terlihat friendly dan sedikit galak,namun itu hanya untuk menutupi sisi lemahnya yang tak banyak orang lihat dan pahami.
Sudah 4 tahun sejak terakhir kalinya dia mencintai seorang pria asing dan dia tidak berfikir akan jatuh cinta lagi. Rachel takut jika cintanya diragukan lagi,dia takut hatinya akan terluka lagi. Di mata Rachel,belum ada pria yang bisa selembut dan sedalam dirinya dalam mencintainya,jadi Rachel tidak memilih siapapun.
"Butuh pop corn pedas manis?",tanya Farhan sambil duduk disamping Rachel.
Rachel mengusap wajahnya dengan cepat dan mengambil pop corn Farhan lalu memakannya.
"Ada apa hm?",tanya Farhan sambil mengunyah.
"Nggak ada. Dimana lo beli ini?. Gue juga mau",tanya Rachel balik,mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Ambil aja ini. Gratis,mumpung gue baik hehe. Eh btw suara lo bagus banget loh Chel. Selain cocok jadi dubber anime,ternyata suara lo cocok buat soundtrack anime juga yak",ucap Farhan sambil tersenyum.
"Ngeledeknya totalitas",sahut Rachel.
"Gabut amat gue ngeledek lo Chel Chel. Beneran,serius",sambung Farhan seraya menunjukkan 2 jarinya,tanda damai/suer.
Rachel tersenyum sebentar dan mencomot pop corn lagi.
"Lo,Alora,Nathan,sama Julian sama-sama pentas nyanyi. Kalian nggak bikik grub band aja kah?",tanya Farhan.
"Males",jawab Rachel dengan rese'.
"Cih sok iye",cibir Farhan.
"Beneran tau. Kita ber-4 males aja. Soalnya nanti penontonya bisa kejang-kejang liat pesona+suara kami",sambung Rachel dengan PD.
"Hilihhh ke-PD an",cibir Farhan lagi.
"Mana ada. Itu fakta yah",balas Rachel serius.
Ponsel Rachel bergetar,tanda ada panggilan masuk. Rachel segera mengangkatnya.
"Apa?. Ini dah jam berapa?. Masih telpon?",tanya Rachel yang langsung mengomel.
"Iye iye tau. Ini soal operasi lo tuh. Gue habis rapat tim khusus buat operasi itu",sahut suara pria di seberang telepon.
"Secepatnya oke",pinta Rachel.
Farhan tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Rachel dan orang di teleponnya,dia hanya mendengarkan sambil memakan pop corn-nya.
Setelah beberapa menit berlalu,Rachel kembali dan berdiri disamping Farhan yang masih duduk manis di bangku.
"Gue balik dulu Han",pamit Rachel seraya berjalan meninggalkan Farhan sendirian.
"Yoi",sahut Farhan sambil mengangguk.
"Nomor 44,Nathan Arevans Alexander dan Laurensius Julian Mahendra",panggil host acara.
Seketika tepuk tangan riuh dan sorakan pada gadis terdengar riuh. Spot dibawah pohon Ek ini justru lebih eamai dibandingkan spot paviliun,itu karena kehadiran para idola kampus ada di bawah pohon Ek,bukan di paviliun.
"Ekhem-ekhem. Sabar ya penonton. Disini kita mau nyanyi lagu karya Iwan Fals,judulnya Lonteku",ujar Julian sambil memangku gitar favoritnya dan duduk disamping Nathan yang juga sudah duduk memangku gitarnya sendiri.
"Wahh hahaha",beberapa penonton tampak geli karena judul lagunya. Namun mereka tetap memberikan tepuk tangan karena lagu itu dibawakan 2 pangeran kampus dari Phoenix University.
"Wuuu semangatt Juliann-Nathannn",sorak kerumunan para gadis yang menonton sambil memvideokan mereka berdua.
Nathan mulai memainkan jemarinya di senar gitarnya,membuat melodi indah mengalun bersama dengan suara gitar Julian yang mengiringinya juga.
Seorang gadis dengan setelan baju hijau kalem dan jeans hitam polos tampak berdiri tak jauh dari Julian dan Nathan,dia tampak melihat Julian dengan penuh perasaan.
"Hembusan angin malam waktu itu
Bawa lari 'ku dalam dekapanmu
Kau usap luka di sekujur tubuh ini
"Sembunyilah sembunyi, " ucapmu
Nampak jelas rasa takut di wajahmu
Saat petugas datang mencariku
Lonteku, terima kasih atas pertolonganmu di malam itu
Lonteku, dekat padaku
Mari kita lanjutkan cerita hari esok
Walau kita berjalan dalam dunia hitam
Benih cinta tak pandang siapa
Meski semua orang singkirkan kita
Genggam tangan erat-erat ,kita melangkah
Lonteku, terima kasih atas pertolonganmu di malam itu
Lonteku, dekat padaku
Mari kita lanjutkan cerita hari esok
Walau kita berjalan dalam dunia hitam
Benih cinta tak pandang siapa
Meski semua orang singkirkan kita
Genggam tangan erat-erat,kita melangkah
Lonteku, terima kasih atas pertolonganmu di malam itu
Lonteku, dekat padaku
Mari kita lanjutkan cerita hari esok
Lonteku, terima kasih atas pertolonganmu di malam itu
Mari kita lanjutkan cerita hari esok",
Nathan dan Julian menutup nyanyian mereka dengan apik dan kompak. Lagu yang dinyanyikan secara bergantian itu termasuk lagu klasik,hingga membuat pendengarnya tertegun saat mendengarnya. Suara mereka yang lembut namun sedikit kontras,bisa bersatu dengan indah dalam lagu tersebut.
Riuh tepuk tangan penonton terdengar memenuhi tempat itu. Sebelum pergi,Nathan dan Julian melemparkan senyuman mereka yang tidak pernah gagal membuat para gadis meleleh. Gadis berbaju hijau itu menarik perhatian Julian dan langsung membuatnya menghampirinya.
"Ririi sayangg",panggil Julian seraya memeluk gadis berbaju hijau itu dengan hangat dan erat.
Yap,gadis itu adalah Riri,pacar Julian. Gadis cantik dengan jemari lentik dan segudang talenta yang mampu membuat seorang master buaya bernama Julian terpesona padanya.
Nathan tak ingin kalah dan segera memeluk Aayra yang ikut menonton pertunjukannya sambil membawa sebuket bunga sebagai hadiah untuk Nathan.
Para gadis dan pria jomblo disana hanya bisa gigit jari dan berdecak kesal melihat keromantisan Nathan-Julian bersama ke-2 pacarnya yang cantik jelita.
Alora tinggal menunggu gilirannya untuk bernyanyi. Alora mendapatkan nomor urut 40. Dress selututnya yang berwarna coklat bermodel kimono tampak sangat pas di badan mungilnya.
Alora tidak terlalu peduli dengan Nathan & Julian yang sedang berpacaran. Lagipula seperti biasanya,Alora dan Rachel akan menjauh dari Nathan dan Julian untuk sementara,selama ke-2 gadis pujaan hati sahabatnya masih bersama mereka.
Aayra dan Riri adalah saudara sepupu,wajar jika mereka saling memberitahu mengenai hubungan mereka dengan Nathan & Julian. Namun Nathan & Julian tidak pernah memperlihatkan kedekatan mereka dengan Rachel & Alora di depan Riri & Aayra. Itu adalah cara mereka ber-4 menjaga perasaan Riri dan Aayra.
"Nomor 49,Elions Moon",umum host.
"Eh Elions tampil?. Whattt????. Wahhh ini pertama kalinya dia tampil di depan umumm. Dia mau nyanyi apa yaa uhh nggak sabarr!",seru seorang gadis yang berdiri tak jauh dari Alora.
Lampu diredupkan dan 1 lampu besar menyorot Elions yang duduk manis di kursi sambil memegang mic di tangan kanannya. Musik mulai diputar. Elions tidak memberi salam pembuka atau menyebutkan judul atau penulis lagu yang dibawakannya. Para penonton jadi sedikit penasaran. Namun mendengar lantunan suara piano di awal lagu,membuat mereka tampak tersenyum.
"Sesungguhnya, dan akulah pemilik hatimu
Kau kan rasa cinta yang terdalam
Bersamaku, kamu bisa bahagia...
Sepantasnya, dirimu seutuhnya untukku
Sempurnamu bila bersamaku
Dan denganku, kita bahagia
Selamanya...
Ooh...Sumpah, ku mencintaimu
Sungguh, ku gila karenamu
Sumpah mati, hatiku untukmu, tak ada yang lain
Mati rasaku tanpamu, henti nafasku karenamu
Sumpah mati aku cinta...
Sesungguhnya, dan akulah pemilik hatimu
Kau kan rasa cinta yang terdalam
Bersamaku,kamu bisa bahagia...
Selamanya..
Sumpah, ku mencintaimu
Sungguh, ku gila karenamu
Sumpah mati, hatiku untukmu, tak ada yang lain
Mati rasaku tanpamu, henti nafasku karenamu
Sumpah mati aku cinta...
Sepantasnya, dirimu seutuhnya untukku
Sempurnamu bila bersamaku
Dan denganku, kita kan bahagia...",
Entah kenapa mata Elions hanya terpaku pada Alora saat menyanyikan lagu tersebut. Suaranya yang dalam,lembut,dan indah,membuat siapapun terbius mendengarnya. Alora pun dibuat tersenyum mendengar nyanyian Elions,dia tak menyangka jika Elions yang bar-bar ternyata memiliki suara yang indah.
Sebentar lagi giliran Alora beryanyi. Rachel tadi sudah memasang clip ON (mic bando) pada Alora agar gadis itu tidak kesulitan memegang mic biasa. Kebetulan Alora mendapatkan nomor urut ke-50,nomor terakhir,dan jam digitalnya sudah menunjukkan pukul 00.23 malam.
"Dannn peserta terakhid kita. Nomer 50,Alora Eclipse!",ucap host.
Nathan,Julian,Riri,Aayra,Farhan,Reza,Mila,Elions,Indra,Hans,ddan Zidan melihat ke arah Alora sambil duduk-duduk santai diatas tikar yang disediakan panitia. Meski malam sudah larut dan banyak orang meninggalkan pertunjukkan karena mengantuk/tidak tertarik pada penampilan Alora,orang-orang tertentu masih mau menunggu dan melihat perform dari Alora. Si buta mungil dari gua batu.
Musik latar mulai diputar. Melodi ringan perpaduan piano dan gitar menjadi musik latarnya. Di detik-detik setelahnya,Alora menutup kedua matanya dan mulai bernyanyi. Suara merdunya yang mirip dengan burung pipit terdengar mengalun indah bersama suasana malam yang dingin namun romantis.
"Tak pernah kurasakan...
Rasa yang tlah lama hilang
Kini hadir kembali,saat melihatmu...
Ingin rasanya diri ini,memiliki dirimu
Namun semua hanya mimpi indah bagiku...
Akankah kau merasakan,rasa cinta ku ini?
Tertatih aku dalam mencintaimu...
Seakan semua menghantui,
Perjalanan hidup ini
Terkikis semua hanya di relung hati...
Kan kusimpan semua rasa yang telah aku rasakan
Takkan mungkin, ku melupakan semua...
Kepada dirimu, yang terlalu indah untuk kumiliki
Dan biarkan aku menyimpan semua ini...
Tak ku sadari...,
Memang terasa perih bila cinta tak bisa memiliki
Tapi lebih sakit lagi, bila memiliki tanpa dicintai
Kan kusimpan semua rasa yang telah aku rasakan
Takkan mungkin, ku melupakan semua...,
Kepada dirimu yang terlalu indah untuk kumiliki
Dan biarkan aku menyimpan semua ini...",
Alora berdiri lalu membungkuk hormat di akhir lagunya dan berjalan meninggalkan tempat,orang-orang yang mendengar suaranya tadi kelabakan memberi tepuk tangan sambil merekamnya di ponsel mereka. Sedangkan Nathan,Rachel,dan Julian hanya tersenyum sambil bertepuk tangan seperti yang lain.
Mereka ber-3 biasa bernyanyi bersama Alora,sehingga tak terkejut dengan suara Alora. Nathan dan Julian juga biasa mengiringi nyanyian Alora atau Rachel yang tidak bisa bermain gitar.
Acara hari itu ditutup dengan luar biasa manis dengan nyanyian Alora. Para panitia acara yang bertanggung jawab atas acara hari ini segera berkumpul untuk membereskan panggung dan peralatan musik/tari lainnya di ke-2 spot.
___________________________________
Pukul 3.20 dini hari,paviliun utama Zoza Lake.
Bulan purnama tampak bersinar terang di langit malam yang bertabur bintang. Keindahannya itu menjadi jelas karena tidak adanya mendung malam ini.
Elions mengintip kebawah paviliun yang penuh dengan bunga-bunga teratai yang mekar sempurna. Elions dibuat tersenyum lebar saat melihat sebuah teratai berwarna biru yang sangat berbeda dengan teratai di sekitarnya.
Alasan Elions tersenyum adalah,saat melihat bunga teratai biru itu,otaknya langsung memberikan gambaran wajah Alora yang sedang bernyanyi. Teratai biru itu mengingatkannya pada sosok Alora yang berbeda dari semua gadis yang pernah ditemuinya.
Bersambung...