FROM THE DARK TO THE LIGHT

FROM THE DARK TO THE LIGHT
PERSIAPAN CAMPING ???



Jam 07.10 pagi,


Rumah Nathan


Nathan sibuk menaruh tas ransel besarnya dan beberapa barang di depan pintu rumah. Julian heran melihat tingkah laku sahabatnya sejak pagi lalu bertanya,


"Nat,lo ngapain?",tanyanya.


"Lah lo nggak inget?. Hari ini kita ada acara camping di Puncak. Parah lo,biasanya yang paling duluan siap malah belom ganti baju",jawab Nathan sambil menyeka keringat di dahinya.


"Pfftt bwahaha Nat Nat. Lo mau kemah duluan apa gimana sih Nat?. Besok itu maksudnya besok tanggal 20 November,ini masih tanggal 18 November. Lo nggak liat pengumuman di WA ya?. Nih gue kasih tau. Liat nih",ujar Julian seraya membuka pengumuman di grib WA-nya pada Nathan.


Nathan hanya melongo dan nyengir kuda.


"Ya ya kan gue kemaren tanya sama temen gue,katanya besok. Gue kira besok itu hari ini hehehe",sahutnya sambil meringis.


"Sudahlah sobat,lelah aku tengok kelakuanmu",ujar Julian yang lelah tertawa dan akhirnya pergi keluar untuk berjalan-jalan pagi.


"Mau kemana lo?",tanya Rachel yang tak sengaja berpapasan dengan Julian di pintu gerbang masuk rumah Nathan.


"Biasa, jalan-jalan. Mau cari janda",jawab Julian sambil tetap berjalan.


Rachel hanya menggeleng dan berjalan masuk dengan membawa 1 tas kain besar berisi sayur-mayur,buah-buahan,dan berbagai bumbu dapur yang sudah menipis di dapur. Dia melihat Nathan sibuk menyeret tas ransel yang tampak besar di tangga.


"Ngapain Than?",tanya Rachel.


"Kagak. Sana-sana",usir Nathan dengan wajah kusut.


Rachel mengedikkan bahunya dan menuju dapur. Setelah mencuci semua sayur-mayur,buah-buahan,dan beberapa bumbu dapur,Alora menyimpannya didalam kulkas dan mengisi toples-toples gula,garam,lada putih,lada hitam,kaldu jamur,kaldu ayam,kaldu sapi,bawang merah goreng,dan bubuk cabai yang tersisa sedikit dengan yang baru. Setelah beres,Alora menaruh bawang putih,bawang merah,dan bawang bombai di tempatnya dan menyimpannya di buffet.


"Rachel?",tanya Alora yang muncul dari belakang Rachel yang masih sibuk menata yogurt,agar-agar,dan cemilan lain di kulkas


"Eh iya Al. Nih lagi beresin kulkas sama isi semua bumbu dapur yang dah mau habis. Lo butuh apa?",tanya Rachel seraya berdiri dan menutup kulkas yang sudah rapi.


"Minum",jawab Alora sambil menggoyangkan botol minum yang dibawanya di tangan kanan pada Rachel.


"Ooo. Mau gue isiin apa ngisi sendiri?",tanya Rachel.


"Isi sendiri saja. Yang lain kemana Chel?",tanya Alora sambil berjalan kearah dispenser.


"Julian jalan-jalan cari janda. Nathan entah ngapain,dia tadi angkat-angkat tas ransel yang gede udah kayak mau pergi kemana aja",jawab Rachel.


Alora menyentuh kotak dispenser dan mencari lubang air dingin. Setelah menaruh bibir botol dibawahnya dengan perhitungan yang tepat,Alora memegangi botolnya dengan tangan kiri dan menekan tombol dispenser (cold) dengan jari telunjuk kanannya. Air mulai mengisi botolnya. Alora mendengar gemericik air yang mulai memenuhi botolnya. Setelah tidak lagi terdengar gemericik air,Alora mengangkat jarinya dari tombol dan menutup kembali botolnya dengan hati-hati. Meski sempat sedikit melenceng,namun setelah dia mencobanya lagi,Alora berhasil menutupnya dengan benar.


"Keren",puji Rachel yang ternyata masih mengawasi Alora sambil duduk di kursi meja makan.


"Hehe,masih harus banyak belajar",sahut Alora sambil tersenyum malu.


"Nggak papa,itu aja udah bagus. Mandiri",ujar Rachel sambil memberikan jempolnya,meski Alora tidak bisa melihatnya.


Setelah menaruh tas ranselnya di pojok kamar. Nathan berganti baju dengan kaos oblong warna hitam dan celana panjang warna putih serta sepatu kets warna putih dengan garis-garis warna hitam,Nathan turun kebawah.


"Laper. Ada makanan nggak Al?",tanya Nathan saat dia masuk ke dapur dan membuka kulkas.


"Ada mungkin. Tadi kulkasnya habis diberesin sama Rachel",jawab Alora yang masih berdiri di samping dispenser sambil menimang botolnya.


"Wih penuh kulkas gue. Thanks Chel",ucap Nathan sambil mengeluarkan sebuah kotak biskuit stroberi dari dalam kulkas dan pergi ke ruang tengah lalu menghidupkan televisi.


"Sans ja",jawab Rachel.


"Minta",ucap Rachel seraya mencomot 2 biskuit stroberi dari kotak biskuit yang ditaruh Nathan di meja sofa.


Rachel menaruh salah satu biskuit yang diambilnya ke telapak tangan kanan Alora.


"Makasih Chel",ucap Alora sebelum menggigit biskuitnya,tangan kirinya masih membawa botol minumnya tadi erat-erat.


Nathan yang tak sengaja melihatnya merasa heran dan mengambil botol minum Alora lalu meletakkannya di meja sofa.


"Botolnya nggak akan lari Al. Ngapain lo pegangin terus?",tanya Nathan tanpa menoleh pada Alora.


"Kan nggak bisa liat yang mana mejanya Than",sahut Alora dengan bibir mengerucut.


"Heleh. Bilang aja lo takut botolnya jatoh kan",ledek Nathan.


"Mana ada. Eh iya sih. Hm....",jawab Alora sambil bergumam karena merasa ucapan Nathan ada benarnya.


"Hhh",sahut Nathan sambil mencomot biskuitnya lalu menggigitnya.


"Ngeledek teross",gerutu Alora sambil memukul sofa yang dia duduki karena tidak bisa memukul Nathan langsung.


"Kesian buta",cibir Nathan.


Rachel tersenyum sebentar dan memukul kepala Nathan dengan salah satu buku Julian yang ditumpuk di meja sofa.


"Awww Chell sakit tau",keluh Nathan sambil mengusap-usap bagian kepalanya yang terkena pukulan Rachel.


"Biarin. Habisnya lo nakal sih. Ngeledekin Alora mulu. Awas lo nanti gue cabut 2 bola mata lo buat Alora",gertak Rachel yang langsung mengambil kotak biskuit itu dan menguasainya.


"Yahh jangan diambil semua Chell",protes Nathan yang mencoba mengambil kembali kotak biskuitnya dari Rachel,namun Rachel menggeleng dan mendekap kotak biskuit itu erat-erat.


"Rachel jelekk",ujar Nathan dengan wajah cemberut.


Rachel tertawa kecil dan menunggu beberapa menit Nathan cemberut lalu mengembalikan kotak biskuit itu ke meja sofa. Melihat kotaknya kembali,Nathan segera mendekap kotak biskuit itu agar tidak disita Rachel.


"Wlekk",Nathan menjulurkan sedikit lidahnya untuk meledek Rachel.


"Gue ambil lagi nih",ancam Rachel sambil pura-pura ingin berdiri.


Nathan mendekapnya semakin erat.


"Udah-udah hahahaduh kalian ini gara-gara itu ja sampe-sampe rebutan kotak biskuit",lerai Alora yang tertawa mendengar pertengkaran 2 sahabatnya itu.


"Kok tau?",tanya Rachel dan Nathan bersamaan.


"Dasar tukang tiru",ujar Nathan sambil melirik Rachel.


"Dih. Amit-amit ye",balas Rachel.


"Iya kan Nathan bilang jangan diambil semuanya. Suaranya juga mirip sama kotak biskuit yang tadi dibawa Nathan. Pas nggak sengaja biskuit didalamnya nabrak dinding kotak,gue tau itu kotak yang sama",jawab Alora.


Nathan dan Rachel ber-oh ria dan akhirnya kembali duduk dengan tenang sambil menonton film. Setelah 5 menit diam,Alora menyenderkan punggungnya ke senderan sofa dan menutup kedua matanya lalu tidur.


2 jam kemudian Julian kembali sambil membawa kotak bekal berisi sayur lodeh yang diberikan seorang gadis kompleks sebelah. Melihat ke-3 sahabatnya terkapar di ruang tamu karena tertidur dengan televisi masih menyala membuat Julian menggeleng heran.


Dia mematikan televisi lalu pergi ke dapur untuk memanaskan sayur lodeh. Setelah selesai dipanaskan. Julian menyimpannya di buffet lalu pergi ke kamarnya untuk membersihkan dirinya setelah mengambil sebotol air dingin dari kulkas.