
LIKE,VOTE,KOMEN,TAP FAVORIT
THANKS...
_____________________________________
Sesampainya mereka di area kemah Emperor University,Julian memarkirkan mobilnya agak jauh dari area kemah agar tidak ada yang tau jika sedan hitam itu adalah mobilnya. Hujan sudah berhenti saat Julian,Nathan,dan Alora hampir tiba disana.
Nathan keluar terlebih dahulu sambil menguap dan meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa pegal. Tanpa ba-bi-bu,dia berjalan terlebih dahulu padahal Julian baru saja keluar dari mobil.
"Woi,siapa bawa beban ini?!",teriak Julian dengan suara tertahan.
"Ya elo lah. Masa gue. Gue mau bobo ganteng dulu. Bye bye",jawab Nathan yang berjalan santai menuju tendanya.
"Ck males banget sebenernya hm",decak Julian sambil melihat Alora yang masih tertidur nyenyak di dalam mobil.
Julian membuka pintu mobilnya dan melambai-lambaikan tangan kanannya di depan wajah Alora. Tidak bergerak. Jika dibangunkan,Alora bisa menangis karena Julian tahu gadis itu akan menangis jika dibangunkan saat dia sedang tidur nyenyak.
Dengan hati-hati,Julian menggendong Alora di kedua lengannya dan mengeluarkannya dari mobil lalu menutup pintu mobil dengan cara menyenggolnya dengan lengan kanan.
"Beban beban",gumam Julian sambil terus berjalan ke arah tenda Alora.
Melihat pemandangan yang epic nan manis itu. Siapapun otomatis menoleh ke arah Julian. Untung saja Julian tadi memakai masker,jadi wajahnya sedikit tertutupi. Dia berjalan cepat ke tenda Rachel.
"Julian",ucap Rachel yang baru saja selesai bersih-bersih.
Dia melihat Julian berjalan ke tendanya dan meletakkan Alora yang masih tertidur di dalam tenda lalu keluar lagi.
"Huft capek juga",gumam Julian sambil melepaskan maskernya.
"Makasih Yan. Gimana keadaan Alora?",tanya Rachel pada Julian diluar tenda. Tangan kanan Rachel memegang selembar serbet bercorak pink kotak-kotak.
"Baik-baik aja. Tuh buktinya,tidur dengan pulasnya sampe-sampe gue repot-repot bopong dia yang kayak karung beras kesini. Lo gimana Chel?. Habis ngapain?",tanya Julian sambil melihat bagian belakang tenda Rachel yang sudah rapi. Di meja kecil,ada sepanci sup daging dan nasi yang masih mengeluarkan asap.
"Gue baik Alhamdulillaah. Baru selesai masak sama bersih-bersih",jawab Rachel.
"Enak kayaknya. Gue makan disini boleh kan?",tanya Julian sambil duduk di tikar yang ada dibawah meja itu dan mengambil piring yang disediakan disamping wadah nasi.
"Iya boleh. Santai",jawab Rachel sambil tersenyum dan ikut duduk di depan Julian.
Mereka berdua akhirnya sarapan bersama karena kebetulan mereka belum sarapan.
Arloji Julian menunjukkan pukul 8 pagi. Anak-anak di sekitar mereka masih sibuk memasak,sedangkan Rachel dan Julian sudah makan. Nathan tidur dengan nyenyak di tenda hangatnya sambil memeluk bantal yang harusnya dipakai Julian tidur.
Sesudah makan,Rachel mencuci bekas makannya dan Julian di belakang tenda.
"Halo. Iya apa?",tanya Julian sambil menempelkan ponselnya di telinga kanan. Seseorang sedang meneleponnya.
"Ayang kemana sih kok lama banget nggak ada kabar",ujar Riri Saputri (pacar Julian),di ujung telepon
"Nggak gitu. Tadi habis jemput temen dari rumah sakit. Ini udah balik ke lokasi camping. Tadi mau chat ayang tapi disuruh ini itu sama panitianya. Capek sih,tapi karena denger suara kamu,rasanya langsung ke-charge lagi tenagaku. Ayang gimana kabarnya?. Aku belum tanya kabar sekitar 1 jam 10 menit soalnya kan. Ayang udah sarapan belum?",tanya Julian dengan suara yang lembut dan penuh perhatian.
"Udah dong,kan kamu udah beliin aku makanan tadi lewat gepud. Ayang udah sarapan belum?",tanya Riri.
"Kita jodoh ya,kamu udah makan,eh akunya juga udah",sahut Julian.
"Hehe bisa aja",sahut Riri dengan suara manisnya.
Rachel menaruh piring,gelas,dan sendok yang sudah bersih itu di rak piring mini yang ada di sebelah ember dan berdiri. Rachel masuk kedalam tenda tanpa menimbulkan suara dan menyelimuti Alora dengan selimut. Namun saat Rachel menyelimutinya,Alora membuka matanya dan mulai bergerak-gerak.
"Uhmm",gumam Alora yang masih mengumpulkan pikirannya
"Sssttt. Julian lagi ditelfon sama Riri",bisik Rachel.
Alora mengangguk-angguk sambil mengucek-ngucek kedua matanya seperti anak kecil yang baru bangun tidur. Rambutnya sedikit berantakan namun dia tetap tampak imut dan cantik.
Julian mendengar suara gerakan dari dalam tenda dan berfikir jika Alora mungkin sudah bangun. Dia masih menelepon pacarnya dan berdiri dengan perlahan dan berjalan menjauh dari tenda.
"Nah,Julian udah pergi. Lo laper nggak?. Gue tadi udah masak",tanya Rachel sambil menyisir rambut Alora yang sudah duduk manis di depannya.
"Hu?. Sop?. Sop apa?. Enak nggak?. Mau",ucap Alora dengan muka bantalnya yang imut badai.
Kedua pipi Alora yang merah,11-12 dengan bibir mungilnya yang berwarna pink. Kulit putihnya tampak sedikit pucat.
Setelah menyisir rambut panjangnya,Rachel mengambil sebuah ikat rambut berwarna putih dengan boneka beruang kecil dan mencepol rambut Alora dengan rapi.
Alora menepuk-nepuk kedua tangannya yang terasa sedikit kebas. Rachel tersenyum karena kedua tangan Alora yang tadinya tampak putih pucat perlahan berwarna pink seperti biasa. Di mata Rachel,Alora itu seperti anak kecil berumur 5 tahun.
"Ayo makan. Tapi minum",ucap Alora yang masih mengeja kata-kata karena masih loading.
"Ini minum",sahut Rachel sambil membantu Alora minum air putih dari botol minumnya yang berwarna ungu.
Alora minum dengan patuh dan menganggukkan kepalanya saat sudah cukup. Rachel menutup kembali botol minumnya dan meletakkannya di samping bantal Alora. Dia membantu Alora berdiri dan keluar dari tenda untuk sarapan.
___________________________________
Di tenda Julian-Nathan
"Iyaaa Riri cantik. Siap. Kamu juga yah. Love you so so much. Kamu aja yang matiin",pungkas Julian sambil menunggu Riri menutup panggilan dengan senyum lebar.
Setelah Riri menutup teleponnya,senyum itu seketika menghilang. Julian mengusap-usap pipinya yang kebas karena terlalu banyak tersenyum lalu masuk ke dalam tenda yang sudah dikuasai oleh Nathan yang masih terkapar.
"Haish,ini lagi. Untung gue nebeng makan di tempat Rachel. Kalo nggak,ntah apa kabar lambung tersayang gue",gumam Julian sambil meletakkan ponselnya di dekat tas ransel yang ditaruh disamping Nathan yang masih tidur.
"Gue ganteng?. Hmmm iya makasih",gumam Nathan yang mengigau dalam tidurnya.
Julian hanya menggeleng mendengarnya,lalu keluar tenda untuk berjalan-jalan.
Bersambung...