FROM THE DARK TO THE LIGHT

FROM THE DARK TO THE LIGHT
PERSIAPAN PANGGUNG EMPEROR UNIVERSITY & PHOENIX UNIVERSITY



PINGGIR DANAU ZOZA


AREA NETRAL DIANTARA AREA CAMPING PU & EU


PUKUL 8.30


Para siswa-siswi dari EU & PU bekerjasama membuat panggung apung di dekat paviliun apung yang ada di tengah danau Zoza. Mereka bahu-membahu membuat panggung dan menghias panggung dengan indah. Jembatan sekaligus dermaga di danau menuju paviliun utama danau juga tak luput dari hiasan pita dan rangkaian bunga serta lampu-lampu kecil berwarna-warni.


Beberapa murid perempuan menyebar lampion berbentuk teratai dengan lampu LED ditengahnya ke sekitar paviliun,lampion-lampion kecil itu tersambung oleh tali senar bening ke bagian paviliun dan jembatan dermaga agar tidak hanyut terbawa arus danau.


"Bruk",tanpa sengaja,Rachel menabrak Hans yang sedang mencari sinyal di pinggir danau.


"Sorry-sorry",ucap Rachel tanpa melihat wajah Hans dan berjalan kembali dengan sekardus lampu-lampu kecil di dalamnya.


"Wait waittt",ucap Hans seraya berjalan di belakang Rachel.


"Hah kenapa?",tanya Rachel yang kemudian berbalik dan melihat Peter.


Rachel lupa-lupa ingat dengan wajah Hans,namun ingat betul dengan kalung burung Phoenix merah di lehernya.


"Si kalung Phoenix dari PU. Iya ada apa?",tanya Rachel lagi.


"Nama gue Hans woi,bukan si kalung Phoenix",sahut Hans sedikit sensi.


"Nah iya itu. Gue lupa nama lo. Ada apaan?. Buruan ngomong,jangan basa-basi,gue sibuk",sahut Rachel serius.


"Oke-oke. Em,mau gue bantu?",tanya Hans.


Rachel menghela nafas panjang dan berbalik pergi meninggalkan Hans.


"Nggak perlu. Gue bisa sendiri",ucap Rachel setelah beberapa langkah di depan Hans.


"Ikutttt",rengek Hans yang akhirnya mengekor Rachel.


_______________________________________


"Ngapain dia?",tanya Elions pada Reza.


Mereka sedang melihat Zian yang sedang memasang rangkaian bunga-bunga mawar di tepian paviliun,di dekatnya,duduklah Alora sambil memegang rangkaian bunga mawar dan aster di tangannya. Alora ingin membantu,namun dia sadar jika kedua matanya buta,jadi dia hanya membantu Zian mengambil rangkaian bunga yang sudah jadi untuk dipasang.


Kebetulan,Zian adalah pemasok utama semua bunga yang dipakai oleh Phoenix & Emperor University,karena bunga dari tokonya terkenal paling cantik,harum,segar,dan kualitasnya tidak diragukan lagi.


"Ntah. PDKT kali",jawab Reza sambil mengunyah pop corn di tangan kanannya.


"Hmm...patut diwaspadai",sahut Elions sambil mencomot pop corn Reza dan memakannya.


"Cieee,lo cemburu yaa",goda Reza.


"Mana ada",elak Elions seraya mengambil lebih banyak pop corn dan memakannya dalam sekali suapan.


"Pffftt maca cihh",goda Reza lagi.


"Beneran. Hauah maless",sahut Elions seraya mengambil semua pop corn Reza tak terkecuali box yang menjadi wadah pop corn itu pergi bersamanya.


Bebe orang yang mendengarnya hanya menatapnya aneh. Reza nyengir kuda lalu menutupi wajahnya dengan plastik bungkus box pop corn-nya tadi.


________________________________________


"Beb,aku mau bantu dong",ujar Aayra yang datang lagi ke tempat camping Nathan untuk melihat-lihat situasi disana.


"Jangan deh. Nanti tangan mulus kamu jadi kasar karena bantu-bantu",cegah Nathan.


"Etss siapa bilang. Aku bisa kok bantu-bantu. Siniin bunganya. Biar aku rangkai",pinta Aayra seraya mengambil sekotak bunga mawar berwarna pink yang setengah tangkainya terendam air. Kotak itu tadinya ada di tangan Nathan.


"Yaudah aku ikut bantu ya",sahut Nathan sambil membantu Aayra membawa kotak berisi begitu banyak rangkai mawar pink itu dan mengajaknya ke paviliun utama untuk merangkainya.


"Makasih beb",ucap Aayra sambil tersenyum dan menggamit lengan kiri Nathan dan berjalan di sisinya.


_____________________________________


"Iya Riri sayangggg. Aku tuh lagi sibuk-sibuknya bikin panggung buat acara nanti. Kamu jangan marah-marah terus bisa nggak?. Kalo kamu nggak percaya,kesini ajam Nanti aku suruh sopir buat jemput kamu hari ini terus bawa kamu kesini",ujar Julian sambil memasang sebuah lampu gantung kristal di dalam paviliun,ada 5 lampu gantung kristal yang dipasang di dalam paviliun. 4 lampu gantung ukuran kecil dan 1 lampu gantung ukuran besar.


"Dahlah suka hatimu. Nggak usah percaya juga nggak papa. Nanti kesini aja. Liat aku,soalnya aku mau lomba nyanyi sambil main gitar",pungkas Julian seraya menekan airpod yang terpasang di telinga kanannya.


"Lelah",gumamnya sambil memasang lampu gantung itu dengan hati-hati.


______________________________________


Panggung pertunjukan dibedakan menjadi 2 spot. Spot pertama adalah untuk acara musik. Itu bertempat di area terbuka,tepatnya dibawah pohon ek yang sedang berbunga. Bunganya yang berwarna kuning,menjuntai indah di atas pohon besar yang jaraknya kurang lebih 20 meter dari paviliun apung. Sedangkan spot kedua,adalah paviliun utama yang ada ditengah danau. Disana,lomba menari/dansa/dance diadakan.


Mereka membuat suara bass dari sound system antara paviliun dan spot terbuka menjadi sedikit rendah,untuk menghindari kebisingan yang terlewat batas,terutama agar suara asli dari para siswa-siswi tidak tercampur dengan suara musik di paviliun.


Area terbuka itu juga dihias dengan aneka bunga dan lampu yang indah. Banyak alat musik yang disediakan di tempat itu juga. Dibuat tenda besar untuk jaga-jaga jika hujan turun.


"Bangsad,capek",umpat Rachel yang kepalanya terasa pening setelah menarik tali tambang yang terhubung dengan tenda. Dia menariknya dan memasang pasak agar talinya tidak lepas.


Untunglah pekerjaan itu dibantu oleh beberapa orang lainnya,jadi Rachel tidak terlalu stres dibuatnya.


Di sampingnya,Hans menatap Rachel yang sedikit berkeringat dengan senyuman manis.


"Cantiknya calonku",gumamnya dengan suara lirih.


_______________________________________


"Bisa-bisanya gue sial banget. Diem disini sambil ngeliat dimana-mana ada aja yang bucin",gerutu Indra yang bersender di pohon sambil melihat sekelilingnya.


"Mas. Turun Mas. Jangan bunuh diri",seru seorang gadis berkacamata yang memanggil-manggil Indra dari bawah.


"Hah siap- argh", Indra kehilangan keseimbangan dan meluncur kebawah.


Gadis itu berhasil menghindar dan membiarkan Indra mencium rerumputan hijau di depannya.


"Bangsaaaddd!!",umpat Indra.


Bersambung...