
TENDA JULIAN-NATHAN
PUKUL 6.35
"Yan. Lo apa gue yang anterin 2 kotak ini?",tanya Nathan seraya menenteng 2 box besar yang masing-masing berisi gaun dan perhiasan untuk Alora dan Rachel.
Saat Julian dan Nathan mendapatkan jadwal kegiatan camping untuk pertama kalinya,mereka berdua sudah membeli sepasang gaun dan perhiasan untuk ke-2 sahabatnya itu.
Pagi ini,Nathan dan Julian ingin memberi kejutan untuk Alora dan Rachel,terlebih karena mereka sudah tidak berbicara langsung pada Alora dan Rachel selama 3 hari. Mereka ber-2 berharap itu bisa menghibur Rachel dan Alora.
Semalam Julian melihat Rachel baru kembali ke tendanya jam 11 malam,diantar Elions dan Hans. Sedangkan Alora dibopong Elions karena sudah tertidur dalam perjalanan ke area camping. Julian pun berfikir hadiah kejutan itu menjadi hiburan untuk Rachel.
"Ikut",sahut Julian yang baru keluar dari tenda sambil menguncir rambutnya dengan karet yang dia temukan di tasnya.
"Nih bawain punya Rachel,gue bawain punya Alora",pinta Nathan seraya memberikan salah satu kotak yang diberi label R berwarna ke-emasan diatasnya,sedangkan Nathan membawa kotak berlabel A ke-emasan. Julian membawanya dengan baik dan mereka mulai berjalan bersama,menuju area camping EU.
"Nathan,Julian",panggil Aayra dan Riri yang melambaikan tangan mereka pada Julian dan Nathan yang membawa kotak hadiah untuk Alora dan Rachel. Mereka ber-2 berdiri di belakang Nathan dan Julian.
Seketika dada Nathan dan Julian terasa berdesir,jika Aayra dan Riri tau Nathan dan Julian ingin memberikan gaun pada gadis lain,maka akan terjadi perang dunia ke-4.
Sambil menelan ludah,Nathan dan Julian berbalik dan tersenyum manis untuk ke-2 kekasih mereka yang tampak berseri-seri pagi ini. Aayra dan Riri bergandengan tangan dan berjalan mendekati Nathan dan Julian yang berdiri kaku di dekat gapura Phoenix University.
"Ha-hai sayang. Kalian berdua kok pagi-pagi gini udah kesini?. Ada apa?",tanya Julian sambil menatap Riri.
"Ohh itu. Aku sama Aayra sengaja kesini pagi-pagi buat bantu kalian berdua kalo ada hal-hal yang berat",jawab Riri sambil tersenyum.
Julian berhasil membujuk Riri dengan penuh perjuangan kemarin,jika hari ini mood-nya memburuk karena kado untuk Alora dan Rachel,habislah Julian.
"Owalah gitu toh. Ehm boleh aja kok. Btw kamu cantik banget beb",goda Nathan dengan jantung berdebar.
Aayra tersenyum malu dan menyelipkan anak rambutnya ke telinga.
"Ah kamu bisa aja. Pagi-pagi udah gombal aja",sahut Aayra dengan pipi merona.
Julian dan Nathan saling bertatapan. Sebentar lagi Aayra dan Riri pasti akan bertanya tentang ke-2 kotak yang mereka bawa.
"Eh kalian bawa apa?. Kotaknya cantik banget",tanya Riri yang penasaran dan melihat ukiran nama R diatas kotak yang dibawa Julian.
"Iya cantiknya. Apa nih isinya?",sambung Aayra seraya mengetuk-ngetuk kotak berukir huruf A yang dibawa Nathan.
"I-ini...",belum selesai Nathan berbicara. Aayra dan Riri mengambil ke-2 kotak yang dibawanya dan Julian lalu membukanya. Kedua mata mereka tampak berbinar-binar melihat isi didalamnya.
Julian dan Nathan hanya berdecak dan menghembuskan nafas berat. Saat menoleh ke kiri,Nathan tak sengaja melihat Alora yang sedang berjalan bersama Rachel di dekat gapura PU. Rachel menatap pemandangan Nathan,Julian,Riri,dan Aayra dengan alis terangkat dan melihat ekspresi Nathan yang pucat seolah memberinya kode.
"Cantik bangettt gaun-nyaa. Sayang,ini buat siapa??",tanya Riri sambil menatap penuh curiga pada Julian.
"Ituu sebenernya...",Julian sedikit ragu untuk berbicara.
"Aku suka banget warna gaunnya. Ini edisi terbatas kan?. Aku pernah liat di tiktok waktu itu. Jadi pengen",ujar Aayra sambil mengelus-elus gaun yang ada di dalam kotak itu. Hal itu sedikit mengalihkan perhatian Riri untuk melihat gaun yang ada di kotak yang dipegang Aayra.
Nathan mencubit sedikit tangan Julian dan memberi kode kearah Rachel dan Alora yang sedang berdiri tak jauh dari mereka.
Rachel memahami situasinya. Dari ekspresi Nathan dan Julian,sepertinya mereka sama sekali tak berencana untuk memberikan hadiah itu pada Aayra dan Riri. Setelah melihat huruf A dan R diatas ke-2 kotak itu,Rachel mengerti. Julian menatap Rachel dengan wajah yang seolah berkata "Maaf Chel".
Rachel tersenyum dan mengangkat jempolnya dengan ekspresi "Gpp,kasih aja". Rachel ingin Nathan dan Julian memberikan hadiah itu pada Riri dan Aayra saja,demi keberlangsungan hubungan baik antara Nathan-Aayra dan Julian-Riri.
Nathan dan Julian akhirnya saling bertatapan dan menganggukkan kepala
"Itu buat kalian ber-2",ucap Nathan dan Julian bersamaan.
Sontak saja Riri dan Aayra bahagia mendengarnya dan langsung memberikan pelukan dan kecupan pada Nathan dan Julian.
"Makasssihhh bebbb",ucap Aayra sambil memeluk erat Nathan.
"Aku nggak nyangka kamu bakal kasih hadiah seindah ini buat aku",ucap Riri sambil memeluk Julian dengan hangat.
"Ayo Al. Masalahnya udah selesai",Rachel menggandeng tangan Alora untuk pergi dari tempat itu.
"Ada apa?",tanya Alora,karena sedari tadi dia bertanya-tanya dalam hati,kenapa Rachel sepertinya sedang mengawasi Julian dan Nathan yang sedang bersama Riri dan Aayra.
"Jadi gini,Nathan sama Julian mau kasih kado buat kita,tapi Aayra dan Riri dateng terus tanya kado-kado itu buat siapa. Gue kasih kode aja biar Nathan sama Julian kasih kotak isi gaun itu ke Aayra sama Riri,daripada mereka putus ya kan",jelas Rachel sambil berjalan.
"Kotak?. Hadiah?. Hah?. Hem gitu ya. Tapi buat apa gaun?",tanya Alora.
"Mungkin karena ada acara dansa malam ini",jawab Rachel.
"Oohh. Iya juga ya. Gue kayaknya nggak ikut,soalnya nggak punya gaun",ucap Alora.
"Gue juga. Kompak berarti wkwk",sahut Rachel sambil tersenyum dengan terpaksa.
Ada sedikit rasa sedih dan kecewa dalam hati Rachel dan Alora karena dia tidak bisa mendapatkan hadiah dari Nathan dan Julian,sahabatnya. Namun Rachel dan Alora lebih sedih jika ke-2 sahabatnya bersedih karena putus dengan pacar mereka.
"Kita tidur syantik ajahh",ucap Alora sambil melompat kecil.
"Kita sepemikiran. Ailovyu",sahut Rachel seraya menggamit lengan kanan Alora dan berjalan di sisinya.