
"Gue sama Nathan ada hadiah buat lo sama Rachel",ucap Julian pada Alora saat duduk di ruang tengah bersama Rachel,Alora,dan Nathan.
"Apatuh",tanya Alora dengan bersemangat.
"Wait,gue ambil dulu",ucap Nathan seraya bangkit dari duduknya dan berjalan ke kamarnya.
Saat Nathan membuka tasnya dan mengambil sebuah kotak kado,chat dari Aayra tertera di ponselnya. Nathan segera membacanya dan terdiam.
Kalung yang ada di kotak kadonya buat siapa beb?. Aku lupa belum tanya sama kamu. Soalnya aku liat inisial A sama R. Maaf waktu itu nggak sengaja liat karena kotaknya sempet jatoh di kamar kamu pas aku beres-beres (Aayra)
"Mati gue",gumam Nathan dengan wajah bimbang.
"Em,Al,Chel. Sorry ya hadiahnya belom bisa gue kasih sekarang",ucap Nathan setibanya dia di ruang tengah.
"Lah kenapa?. Bukannya udah lo simpen?",tanya Julian bingung.
"Udah tapi ketahuan Aayra. Dia tanya buat siapa kalung inisial ini. Kalo gue jawab ada yang minta tolong ke gue buat beliin,dia nggak akan percaya",jelas Nathan.
"Nggak jadi lagi yah. Hm ngga papa kok. Sans. Kirim aja kalungnya buat Riri sama Aayra. Bilang kalo itu hadiah istimewa kalian buat mereka. Pasti mereka seneng",ucap Alora seraya berdiri dan pergi ke kamarnya,wajahnya tampak kecewa namun dia masih menyempatkan bibirnya untuk tersenyum.
Rachel terdiam sambil melihat liontin berukiran A dan R di 2 kalung yang dibawa Nathan.
"Besok nggak usah beli kayak ginian lagi buat gue atau Alora Yan,Than. Mau berapa kali kayak gini. Bener kata Alora. Kasih aja itu ke Aayra sama Riri",ucap Rachel dengan nada datar.
Rachel berdiri dan mengikat rambutnya.
"Sorry Chel",ucap Julian
"Sans",sahut Rachel singkat.
"Sorry Chel. Mau kemana Chel?",tanya Nathan.
"Nggak usah dipikirin. Gue mau ke kamar",jawab Rachel dengan nada cuek.
Rachel segera berjalan ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya agak keras hingga suaranya sampai ke lantai bawah.
Nathan beradu pandang dengan Julian dan hanya dijawab dengan gelengan kepala oleh Julian.
Tok tok tok
"Al. Makan dulu. Makanannya udah siap tuh",ucap Nathan dengan nada lembut.
"Makan duluan Than. Gue,em...Gue capek banget. Mau lanjut tidur",sahut Alora dari dalam kamarnya.
"Jangan bohong Al. Lo nggak makan dari pagi. Ini udah lewat jam 1 siang. Makan gih",ucap Nathan mencoba membujuknya
"Nggak laper Than. Lo makan gih,pasti laper kan",sahut Alora dengan suara yang dipaksakan untuk tetap ceria meski air matanya berlinang.
"Males. Lo ngambek",ucap Nathan
"Nggak kok. Gue cuma capek. Mau tidur",sahut Alora.
"Serah lu mau makan apa kagak",ucap Nathan dengan ketus.
Nathan diam dan pergi dari depan kamar Alora.
Tok tok tok
"Chel. Makan. Gue dah selesai masak tuh. Lo suka jamur kan. Tadi gue masak jamur",ucap Julian.
Tidak ada jawaban. Rachel tidur dengan kedua telinga tertutup headset gaming-nya yang memiliki ear-cup tebal. Dalam kondisi On music,suara dari luar tidak akan terdengar oleh pemakainya.
Julian membuka pintu kamar Rachel dan melihat Rachel sedang menutup matanya sambil menggunakan headset. Jika dia memaksanya,Rachel bisa lebih meledak. Akhirnya Julian menutup kembali pintu kamar Rachel dan turun ke bawah.
Saat Julian pergi,Rachel melepaskan headset-nya yang memang tidak dia hidupkan. Rachel mendengar suara Julian. Hanya saja dia enggan mengatakan sesuatu. Rachel khawatir ucapannya bisa melukai hati Nathan atau Julian.
Rachel dan Alora bukan tipe gadis yang memiliki masa ngambek yang sangat lama. Karena bagi mereka,jangan ada masalah yang bisa memutus persahabatan mereka ber-4. Untuk menghindari luka yang sama,Alora dan Rachel hanya hemat kata-kata dan energi sampai mereka menemukan ketenangan mereka lagi dan kembali ceria seperti biasa.
Rachel memiringkan tubuhnya ke kiri dan menggunakan lengannya sebagai bantal. Rasa kecewa dan sedih bercampur membuat kedua matanya tak mampu lagi menahan air mata. Dalam diam,Rachel menangis.
Beberapa menit kemudian dia tertidur karena kelelahan,begitu juga dengan Alora.
Bersambung...