FROM THE DARK TO THE LIGHT

FROM THE DARK TO THE LIGHT
CAMPING (3) : PERSIAPAN PANGGUNG PERTUNJUKAN



Alora mengetuk-ngetuk kaca tebal di depannya dengan wajah panik. Dia bisa melihat apa yang terjadi padanya dan diluar kaca tebal. Alora terjebak didalam sebuah akuarium raksasa berisi air berwarna kebiruan. Diluar akuarium,Alora melihat api yang berkobar di segala tempat. Api itu berwarna biru,bukannya merah.


"Api biru lebih panas & awet daripada api merah. Apa yang terjadi?!",batin Alora sambil tetap memukul kaca di depannya dengan harapan bisa pecah,namun usahanya sia-sia.


Tak lama kemudian,Alora melihat Julian dan Riri datang,mereka tidak tampak takut dan melewati api yang masih berkobar itu dengan santai,seolah tidak tersentuh oleh panasnya api. Saat menoleh ke kiri,Alora melihat Nathan sedang duduk di sofa sambil membawa pisau yang penuh dengan bercak darah yang masih segar,sesekali darah menetes dari ujung pisauyang runcing. Nathan memainkannya,seolah tidak melihat adanya darah disana.


Di depan Nathan,tepatnya di lantai,Rachel dirantai dengan kedua tangan yang penuh darah,Rachel hanya menangis,sedangkan Nathan hanya tersenyum seolah tidak berdosa sudah melukai Rachel. Nathan menggores tangan Rachel lagi dan lagi dengan wajah tanpa ekspresi.


Alora tidak bisa berbicara dalam akuarium berisi air itu,namun melihat Rachel terluka,sontak Alora naik pitam. Dia melihat pantulan dirinya di kaca dan mundur perlahan.


"Jika ini mimpiku,berarti aku bisa menguasainya",batin Alora sambil melihat ke sekelilingnya yang masih penuh api.


Nathan semakin gila dengan menggores leher Rachel dengan pisau.


"TIDAKK !!!",jerit Alora.


Kaca akuarium besar itu seketika pecah, Alora berlari secepat-cepatnya kearah Rachel dan Nathan lalu merebut pisau dari tangan Nathan dan membuangnya jauh-jauh.


________________________________


TENDA ALORA-RACHEL


PUKUL 00.40


"HAAAHH!!",Alora menghela nafas begitu dalam seolah hampir tiada. Pandangannya gelap,Alora menepuk-nepuk kedua pipi dan tangannya,dia sudah kembali ke dunia nyata.


"Al?,uhmm lo kenapa?. Mimpi buruk ya?",tanya Rachel yang terbangun karena mendengar suara Alora.


Alora memeluk Rachel dan menangis.


"Eehhh kok nangis?. Ada apa hm?",tanya Rachel seraya mengusap air mata Alora.


"Mimpi jelek. Nathan sayat-sayat lo tadi",jawab Alora sambil menahan nafasnya sedikit.


"Astaga. Kok bisa mimpi kayak gitu. Lupa berdoa ya?",tanya Rachel lagi.


Alora menggeleng,


"Gue tadi udah berdoa kok sebelum tidurrr",sahut Alora dengan air mata yang tak henti keluar dari kedua matanya.


Rachel mengusap-usap pucuk kepala Alora dan menepuk-nepuk punggung gadis mungil itu dengan sabar dsn lembut.


"Sssttt dah-dah. Tidur aja lagi. Berdoa lagi. Itu cuma mimpi,jangan nangis lagi",ucap Rachel.


Alora mengangguk dan berdoa lagi,


"Bismilllahirrahmaanirrahiim Bismika Allaahumma Ahya Wabismika Aamuut,Aamiin",doa Alora yang diikuti Rachel.


Kedua mata Alora dan Rachel mulai kembali tertutup dan mereka jatuh dalam tidur yang lelap dan tenang.


______________________________________


AREA CAMPING PHOENIX UNIVERSITY


"GUYS KITA APEL DULU HARI INI. GUE ADA PENGUMUMAN NIH",pinta Julian pada teman-temannya yang baru selesai mandi. Julian sedang berdiri di dekat api unggun yang masih sedikit menyala dengan mic di tangan kanannya.


Para siswa-siswi segera berkumpul di depan Julian dan berbaris,tak terkecuali Nathan yang masih muka bantal namun sudah mandi,karena terpaksa menuruti perintah Julian untuk mandi.


Setelah semuanya berkumpul,Julian membuka kertas yang diberikan dosen pengawas camping padanya pagi ini dan membacakannya.


"Hari ini,kelompok yang kemarin sudah ditentukan,akan melakukan kegiatan Lomba Unjuk Bakat. Jenis bakat yang akan ditandingkan berupa;bernyanyi,menari,atau pertunjukkan bakat lainnya seperti yang sudah dijadwalkan.


Segera kalian siapkan panggung pertunjukkan kalian dengan alat-alat dan hiasan yang sudah disediakan oleh pihak sekolah (sambil menunjuk ke tumpukan barang-barang di sebelah kiri Julian). Ini akan membentuk kerjasama dan kemandirian kalian dalam mempersiapkan segala sesuatu.


Pertunjukkan dimulai dari jam 10 pagi hingga jam 12 malam,sesuai perhitungan dari panitia dan para pengawas. Setiap orang diberikan waktu minimal 5 menit dan maksimal 15 menit pertunjukan. Jam 10 acara akan dimulai dengan pembagian nomor antrian lewat undian.


Acara akan dibawakan oleh Hilda Anggraini dari fakultas pertanian,Nabila Meriska dari fakultas agribisnis,Zidan Lowena dari fakultas kedokteran,dan Laurensius Julian Mahendra dari fakultas ilmu sains dan matematika. Sekian pengumuman dari kami, terimakasih",ucap Julian sambil menurunkan kertasnya setelah selesai memberikan pengumuman.


Para gadis bersorak karena Julian masuk dalam daftar pembawa acara unjuk bakat itu.


"Ishhh,kok Nathan nggak ikut sih. Padahal kan lebih asik kalo ada dia. Jadi bisa liat 2 orang palingg ganteng di kampusss ini",ujar seorang gadis dengan rambut diurai yang berdiri tak jauh dari Nathan yang masih melihat tanah karena malas melihat wajah sahabatnya yang sedang berpidato.


"Sahabat macam apa dia itu",gumam Julian sambil melirik Nathan yang sepertinya tidak mendengarkan pengumumannya dengan khusyuk.


Nathan menguap sambil mengusap-usap pipinya yang terasa dingin karena terpapar udara pagi hari yang sangat dingin. Tanpa berbicara lagi pada siapapun,Nathan kembali ke tenda dan hendak nyungsep untuk melanjutkan tidurnya lagi.


Namun saat dia hampir sampai di tendanya,Aayra memanggilnya dari belakang.


"NATHANN!!",panggil Aayra sambil melambaikan tangannya kearah Nathan.


Pacarnya itu tampak cantik dengan setelan terusan panjang berwarna merah dengan hiasan bunga-bunga kecil di pinggangnya,rambut pirangnya terurai indah dibawah sinar matahari yang hangat. Kecantikannya memancar hingga membuat orang-orang disekitarnya melongo menatap Aayra. Aayra berjalan mendekati Nathan sambil membawa sekotak bekal makanan di tangan kanannya. Sepatu high heels-nya yang berwarna senada dengan baju,tampak serasi dengan kaki putih nan jenjang milik Aayra.


"Itu kan si Aayra selebgram sama seleb tiktok yang lagi viral kan?. Cantik banget yah",bisik seorang mahasiswa pada teman-temannya.


"Ternyata Nathan pacarnya si selebgram itu toh. Ish,jadi iri",decak seorang gadis pada teman-temannya yang sedang berkerumun.


"Hi beb",sapa Aayra sambil tersenyum saat tiba di hadapan Nathan.


"Ssstt",sahut Nathan sambil meletakkan jari telunjuknya di bibir Aayra.


"Kenapa?. Nggak boleh nyapa pacar sendiri?",tanya Aayra dengan alis sedikit terangkat.


"Bukan. Tapi senyum kamu kemanisan,bisa-bisa aku masuk rumah sakit karena ngeliat itu",jawab Nathan dengan wajah polos.


"Helehh. Mana ada. Udah ah gombalnya,nih makanan. Buat kamu sama Julian sekalian,karena aku denger kalian 1 tenda kan",sahut Aayra seraya menyerahkan 2 kotak bekal makan yang cukup besar itu pada Nathan.


Nathan menerimanya dan mengintip isinya.


"Apa ini?", tanyanya.


"Nasi,tumis udang asam manis,mi goreng telor,telor ceplok,ayam katsu,sama saos asam pedas manis. Suka nggak?",tanya Aayra setelah menyebutkan isi bekalnya.


"Sssuuka banget. Kamu makan bareng sama aku aja yok",ajak Nathan seraya menggandeng tangan kanan Aayra dan membawanya ke tendanya dan Julian.


"Eh Aayra,lo disini?. Gimana kabar?. Kayaknya baik deh. Nggak perlu gue tanya juga. Mau ngapain kesini Ay?",tanya Julian setibanya Nathan dan Aayra di tendanya.


Julian sedang mengambil botol minumnya sebelum memulai pekerjaannya, mempersiapkan panggung pertunjukan.


"Iya Yan,baik. Nih Nathan ajak gue makan bareng,padahal gue bawain makanannya buat kalian berdua",sahut Aayra sambil melirik pacarnya yang hanya tersenyum.


"Wih pas banget gue males masak. Soalnya Nathan mageran terus gue masih harus persiapan ini itu buat panggung pertunjukkan bakat ntar jam 10. Makan aja disini sekalian bareng kita berdua Ay. Duduk dulu sini",sambung Julian sambil menunjuk ke tikar tempatnya biasanya makan bersama Nathan. Di tengah tikar,ada meja kecil yang cukup untuk meletakkan 6 piring dan gelas.


Nathan dan Julian duduk bersila disana terlebih dahulu.


"Beneran nih?",tanya Aayra sebelum ikut duduk bersama Nathan dan Julian.


"Iyaa sayanggku. Sini duduk di samping aku aja. Apa mau aku pangku hm?",tanya Nathan sambil menatap Aayra.


"Pangku kambing aja sana. Ada temennya,bukan menghargai malah bucin",omel Aayra sambil menepuk pundak Nathan dan duduk disampingnya.


"Nggak papa kok sumpah. Bucin aja sampe meninggoy lu Than. Jangan sungkan-sungkan yah",sahut Julian dengan wajah malas.


"Tuh katanya Julian jangan sungkan buat bucin",sambung Nathan tanpa merasa berdosa.


"Sssstt. Kamu nih. Udah bercandanya. Makan aja",pungkas Aayra sambil membuka bekalnya.


Karena di meja makan sudah tersedia 4 piring,sendok,dan garpu,mereka bertiga langsung sarapan menggunakan alat-alat itu. Sesekali mereka bertiga mengobrol dan membahas beberapa hal.


Setelah selesai makan,Nathan diminta Aayra untuk membawa bekas makan mereka ke belakang dan mencucinya. Sebenarnya Nathan enggan melakukannya jika bukan Aayra yang menyuruhnya. Sambil mencibir,dia melirik Julian yang tersenyum penuh kemenangan.


"Awas lu",ucap Nathan sambil melemparkan tatapan setajam silet pada Julian.


"Love you baby",sahut Julian sambil melayangkan cium jauh lewat tangan kanannya.


Aayra hanya tertawa kecil karena melihat mereka berdua.


Bersambung...