
AULA BALLROOM
PUKUL 23.20
"Taroh tangan lo disini Al",pinta Elions seraya menaruh tangan kiri Alora di pundak kanan-nya dan menautkan jari jemarinya di sela-sela jari-jemari Alora dengan kokoh.
Alora yang baru pertama kali menyentuh laki-laki selain saudara dan sahabatnya merasa gugup setengah hidup,namun dia coba menyembunyikannya dari Elions.
"Gue takut salah langkah terus bikin lo malu. Gue kan buta El",ucap Alora dengan wajah resah.
Elions sedikit membungkuk dan meletakkan kedua kaki Alora yang memakai sepatu flatshoes keatas sepatunya,kaki mereka berdua tertutup oleh gaun Alora yang cukup panjang.
"Sekarang udah nggak akan salah langkah lagi. Senyum dong. Jangan cemberut terus",hibur Elions seraya kembali memposisikan tangannya seperti sebelumnya.
Alora tersenyum hangat dan mengangguk.
Di dekat Elions dan Alora berdiri,Rachel sedang berdebat dengan Hans sambil memposisikan dirinya seperti Alora.
"Jangan deket-deket bangsat",maki Rachel dengan suar tertahan dan mata melotot pada Hans.
"Apesi. Baru pertama kali dansa sama cowok yaa",goda Hans sambil tersenyum jahil.
"Cih,dansa doang gue juga pernah. Temen cowok gue banyak yah,sorry",sahut Rachel sambil menekan tangan Hans yang menautkan jemarinya ke jemari Rachel.
"Yaudah jangan tegang dong. Kalo lo tegang,gue bawaannya ngakak anjink",ucap Hans dengan wajah sedikit merah karena menahan tawa.
Rachel menginjak ujung sepatu Hans.
"Diem. Musiknya udah dimulai tuh. Awas lo bikin gue ketawa,gue hajar lo habis ini",ancam Rachel sambil melempar senyum penuh keterpaksaan pada Hans agar terlihat romantis seperti pasangan yang lain.
Hans tersenyum namun sambil menahan tawanya dan mendekatkan pinggang Rachel pada dirinya,lalu mulai berdansa sesuai tempo musik yang berputar.
Nathan dan Julian pun jadi lebih bersemangat berdansa bersama ke-2 pacar cantik mereka. 4 pasangan ini berdansa tepat di tengah aula ballroom yang ada di bawah sebuah lampu gantung kristal raksasa yang indah.
Semua orang di dalam ballroom juga ikut berdansa. Semua kamera menyorot pesta dansa malam itu dengan baik. 4 pasangan paling mempesona malam ini pun menjadi pusat perhatian semua orang.
Saat musik sedikit naik, selama beberapa detik, para gadis yang berdansa memutar tubuh mereka dengan 1 tangan dipegang oleh pasangan pria mereka. Bersama dengan para gadis berputar, Elions menaikkan tubuh Alora dan berputar bersamanya hingga gaun Alora mekar dengan sempurna. Semua orang sampai bersorak saat melihat aksi Elions dan Alora yang berbeda dengan pasangan lain. Elions menurunkan Alora lagi,saat turun,kedua kaki Alora kembali diatas kedua kaki Elions dan mereka melanjutkan dansa sesuai ketukan musik yang diputar.
"Jantung lo kayaknya sekarang lagi drum band",ucap Elions saat melihat pipi Alora yang kemerahan,ekspresi-nya yang sedikit terkejut,disertai suara detak jantungnya yang dag-dig-dug.
"Kaget El,takut jatoh tadi",sahut Alora dengan nafas sedikit tertahan karena degup jantungnya yang tak beraturan.
"Ada gue,lo nggak perlu takut. Gue bisa jagain lo selama lo ada sama gue Al",ucap Elions sambil menatap kedua mata Alora yang tidak bisa melihat ekspresi di wajahnya yang tampak senang sekarang.
"Em",Alora tak yakin dengan ekspresi Elions. Namun dari suaranya,Alora bisa menebak jika sekarang Elions sedang tersenyum.
"Sama-sama Al",ucap Elions seraya kembali mengangkat Alora ketika ketukan musik jatuh di nada yang sama seperti sebelumnya. Namun kali ini,semua pria mengangkat tubuh pasangan wanitanya sesuai tata cara dansa versi ini.
Sesuai aturan,para gadis diangkat selama kurang lebih 10 detik. Elions menatap kedua mata Alora yang selalu terlihat kosong.
"Cantik",ucap Elions tanpa sadar.
Elions terhipnotis dengan kepolosan kedua mata Alora yang berwarna cokelat terang. Seolah kedua mata Alora tak pernah melihat keburukan dunia. Di mata Alora,Elions menemukan kedamaian yang tak pernah dia dapatkan seumur hidupnya.
"Kenapa rasanya gue pengen waktu berhenti?. Gue mau bareng Alora terus kayak gini",batin Elions seraya menurunkan Alora dengan perlahan dan melanjutkan dansanya hingga akhirnya musik berhenti,dansa selesai,dan semua orang memberikan tepuk tangan riuh disertai sorakan yang gempita.
"Al", panggil Elions dengan suara lirih,berharap Alora tak mendengarnya.
"Hm?",sahut Alora.
"Eh kagak. Nggak sengaja tadi manggil lo",jawab Elions sedikit gelagapan.
"Eh iya lupa",sahut Elions seraya melepaskan tangannya dari tangan Alora.
Alora mengibas-ngibaskan kedua tangannya untuk peregangan otot. Elions merapikan jas dan rambutnya sambil mengatur detak jantungnya yang berdebar-debar,bukan karena lelah,namun kerena hal lain.
"All,huftt akhirnya selesai juga dansa konyol ini",ujar Rachel yang baru datang setelah sedikit mengomel pada Hans sehabis dansa mereka selesai.
"Hehehe iya. Tapi seru juga kok Chel",sahut Alora sambil tertawa kecil.
"Iya sih seru juga hemm...lumayanlah. Gue laper Al. Makan yok",ajak Rachel seraya menggamit lengan Alora dan membawanya ke meja prasmanan yang penuh dengan berbagai makanan-minuman yang lezat.
"Ayok",sahut Alora sambil tersenyum penuh semangat.
"Haish baru seneng udah ditinggal aja",gerutu Elions sambil memanyunkan bibirnya saat melihat Alora dan Rachel berjalan pergi.
Hans merangkul sebelah bahu Elions dari samping dan berdiri di samping kanan Elions seraya melihat kemana mata Elions menatap. Yaitu kearah Rachel dan Alora yang sedang memilih makanan.
"Sabar ya bro",ucap Hans sambil tersenyum.
"Lepasin. Jauh-jauh dari gue. Gila kalo sampe gue dikira gay beneran",hardik Elions sambil menggeser posisi badannya untuk menjauh dari Hans,termasuk tangan Hans.
"Awokawokawok El El. Kita kan cuma tetanggaan,kenapa masih sensian aja sama guee",sahut Hans sambil menertawakan ekspresi jijik dan muak di wajah Elions yang tak berubah sejak mereka berumur 7 tahun,saat pertama kali Elions menginjakkan kakinya di rumah besar milik ayahnya.
Sudah 17 tahun lamanya Hans bertetangga dengan Elions. Melihat wajah rupawan Hans dan berteman dengannya mungkin adalah mimpi semua orang. Namun tidak bagi Elions. Dia sungguh berharap tak pernah memiliki tetangga bangsad,zialan,dan tak berbudi seperti Hans.
Saat Hans dan Elions berumur 8 tahun. Hans pernah memesan pizza yang begitu banyak dengan rasa keju dan mengirimnya pada Elions. Dia berkata pada Elions jika rasanya jagung,namun Elions masuk rumah sakit karena dia alergi keju. Hans tidak tahu jika Elions alergi keju,dia hanya berfikir untuk menjahilinya sedikit.
Saat berumur 10 tahun. Hans menghadiahi Elions baju baru sebagai bingkisan ultah Elions waktu itu Elions menolak untuk mencobanya,namun ayah Elions memaksa Elions agar tidak mencoreng nama baik keluarga Moon. Namun saat mencoba baju baru itu, lagi-lagi Elions ditimpa kesialan karena Elions alergi pada baju baru yang belum dicuci. Seluruh tubuh Elions ruam-ruam hingga dia jatuh sakit karena demam.
Saat mereka masuk SD,Hans dan teman-temannya sering menjahili Elions yang memilih menyendiri. Elions semakin membenci Hans.
Saat SMP kelas 9,Hans meminta Elions memberikan surat cinta yang sudah ditulis Hans untuk seorang gadis yang ternyata kekasih ketua geng dari sekolah lain. Elions hanya diberi tahu untuk memberikan surat itu pada gadis yang disukai Hans karena gadis itu kebetulan 1 kelas dengan Elions. Hans bilang jika isinya adalah surat dari orangtua si gadis itu yang terlambat memberikannya karena jam sekolah sudah dimulai. Elions dengan terpaksa akhirnya memberikan surat itu pada si gadis yang dimaksud oleh Hans.
Namun karena hal itu,di hari yang sama,Elions menjadi kambing hitam karena mata-mata yang merupakan bawahan kekasih gadis itu mengira jika Elions yang menulis surat itu dan melaporkannya pada Bos-nya,pacar si gadis yang ditaksir Hans.
Beberapa jam setelah pulang sekolah,Elions berakhir di bangku interogasi polisi,bukan karena dipukuli,tapi karena dia memukul habis 10 orang yang mengeroyoknya karena masalah surat cinta itu hingga mereka ber-10 masuk rumah sakit. Bahkan termasuk si Bos mereka pun habis babak belur plus patah tulang tangan dan kaki karena dihajar habis-habisan oleh Elions.
Saat SMA,posisi Hans yang selalu di ranking pertama,menjadi idola sekolah,dan ikut dalam berbagai kompetisi,selalu menjadi bahan perbandingan ayah Elions agar Elions bisa mengungguli Hans. Namun cara Ayah Elions salah,karena dia selalu membanding-bandingkan Elions dengan Hans.
Malas dengan didikan keras tak berperasaan ayahnya,membuat Elions tumbuh menjadi pembangkang dan kadang berbuat onar. Meski sebenarnya orang lain yang lebih dulu mengganggunya,semua orang berfikir Elions adalah berandalan tampan yang diidamkan semua gadis,namun tidak diinginkan para orangtua.
Setelah muak dengan kebiasaan Ayah Elions memuji Hans serta tekanan yang dia dapatkan,akhirnya Elions memilih pindah sekolah dan menjauhi serta menghindari pertemuan dengan Hans. Elions pindah ke sebuah apartemen yang jauh dari rumahnya agar tidak bertemu dengan Hans dan memilih hidup sendiri.
Saat sudah menempati apartemennya. Elions dibuat tak habis pikir karena Hans juga membeli apartemen yang ada di samping apartemennya. Karena tidak lagi punya cukup uang,akhirnya Elions terpaksa menjalani hidupnya berdampingan dengan apartemen Hans yang bangsat itu. Dia tau jika dia pindah,Hans pasti akan menguntitnya lagi.
Namun meski Elions berkali-kali mengusir,memaki,dan menghajarnya, Hans tetap saja mencari kesempatan untuk mengganggu atau mengaja Elions mengobrol di setiap kesempatan jika dia melihat Elions.
Orang-orang pasti akan berfikir jika Hans memiliki kelainan **** karena selalu mengejar-ngejar Elions. Hal itu juga yang membuat Elions semakin jijik berada di dekat Hans.
Elions sebenarnya sempat tidak mau bekerjasama dengan Hans untuk membantu Alora dan Rachel menghadiri acara pesta dansa malam ini. Namun karena khawatir pada keadaan Rachel dan Alora yang pasti akan mendapat bully-an jika tidak menghadiri pesta dansa,maka Elions akhirnya menyetujui tawaran Hans untuk bekerjasama dengannya.
"Tidak ada kerjasama atau pertemuan lagi setelah hari ini. Gue males sama lo Hans. Tepatnya gue benci sama lo",ucap Elions dengan ekspresi datar.
"Pufftt gue yakin kita bakal ketemu lagi wahahaha",gelak Hans yang dibalas tatapan dingin nan menusuk dari Elions.
Terbiasa dengan reaksi Elions yang dingin seperti sikapmu,Hans tetap tertawa.
"Tck,nggak waras",decak Elions seraya berjalan meninggalkan Hans yang masih tertawa.
Bersambung...